<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Teknik SEO Indonesia</title>
	<link>http://www.seobali.com</link>
	<description>Nggak perlu kursus Bahasa Inggris dulu buat belajar SEO. Temukan dan pelajari teknik SEO dalam Bahasa Indonesia.</description>
	<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 06:51:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Keyword Density</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/10/03/keyword-density/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/10/03/keyword-density/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 06:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<category><![CDATA[density]]></category>

		<category><![CDATA[keyword]]></category>

		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<category><![CDATA[source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/10/03/keyword-density/</guid>
		<description><![CDATA[Karena istilah ini sangat populer di antara mereka yang berkecimpun dalam teknik SEO, saya memilih untuk menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Secara ringkas keyword density dapat dijabarkan sebagai rasio frekuensi munculnya keyword di dalam satu halaman web, berapa kali kata kunci tertentu muncul (disebut) dalam satu halaman web. Jika anda memiliki halaman web yang berisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karena istilah ini sangat populer di antara mereka yang berkecimpun dalam <a href="http://seobali.com">teknik SEO</a>, saya memilih untuk menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Secara ringkas keyword density dapat dijabarkan sebagai rasio frekuensi munculnya keyword di dalam satu halaman web, berapa kali kata kunci tertentu muncul (disebut) dalam satu halaman web. Jika anda memiliki halaman web yang berisi 1000 kata dalam bentuk teks dan kata kunci yang sedang diukur muncul pada halaman itu sebanyak 10 kali, maka keyword density-nya 1%. Ukuran tadi berbicara untuk keyword berupa satu kata tunggal, bukan frasa.</p>
<p>Kecuali (mungkin) Seygey Brin atau Larry Pages - duo pemilik Google - tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa angka keyword density yang paling tepat untuk satu website tertentu. Kebanyakan praktisi <a href="http://seobali.com">teknik SEO</a> memberikan perkiraan antara 5 sampai 7% sebagai angka yang tepat, namun banyak juga yang meyakini angka yang lebih kecil atau lebih besar dari kisaran tersebut. Sayangnya tidak ada satu angka yang disepakati secara umum sebagai patokan baku.</p>
<p>Karena tidak adanya aturan yang standar, ataupun mungkin hanya sekedar patokan, para pengelola websiteterpaksa mengambil angka tertentu yang diperkirakannya sebagai angka yang &#8220;tepat&#8221;. Dilema disini adalah jika kita memiliki angka keyword density yang terlalu tinggi, maka kemungkinan besar mesin pencari akan menganggap sebaga sesuatu yang sering disebut sebagai &#8220;keyword stuffing&#8221;, dan karenanya website kita akan mendapatkan ranking yang buruk, atau malah sama sekali dikeluarkan. Tetapi jika terlalu rendah, mesin pencari mungkin menganggap isi halaman web kita tidak cukup relevan dengan keyword yang ditargetkan.</p>
<p>Meskipun tidak ada patokan tertentu, cukup mudah bagi kita untuk membandingkan website-website milik pesaing yang sukses mendapatkan ranking yang bagus untuk keyword yang kita targetkan. Cukup dengan melihat source code, kemudian membuat perbandingan secara manual. Hampir semua browser menyediakan fasilitas untuk melihat source code suatu halaman web.</p>
<p>Untuk Internet Explorer dari Microsoft dapat mengikuti langkah-langkah ini:</p>
<ul>
<li>Buka Internet Explorer, kemudian buka mesin pencari yang anda anggap paling relevan sebagai acuan upaya SEO anda. Misalnya Google.</li>
<li>Search dengan kata kunci yang anda targetkan, kemudian kunjungi salah satu website yang memiliki ranking yang baik.</li>
<li>Click <strong>View </strong>dari menu utama di kiri atas browser. Drop-down list untuk kelompok View akan muncul.</li>
<li>Click <strong>View Source</strong>, maka window baru yang berisi teks berupa tulisan dan kode-kode html akan muncul.</li>
</ul>
<p>Untuk Firefox dari Mozilla dapat mengikuti langkah-langkah ini:</p>
<ul>
<li>Buka Firefox, kemudian buka mesin pencari yang anda anggap paling relevan sebagai acuan upaya SEO anda. Misalnya Google.</li>
<li>Search dengan kata kunci yang anda targetkan, kemudian kunjungi salah satu website yang memiliki ranking yang baik.</li>
<li>Click <strong>View</strong>, kelompok instrusksi di bawah View akan muncul dalam bentuk drop-down.</li>
<li>Pilih <strong>Page Source</strong> untuk membuka kode di window baru.</li>
</ul>
<p>Ada sedikit perbedaan tampilan source di Internet Explorer dan Firefox, browser lain mungkin memiliki perbedaan juga, tapi pada dasarnya informasi yang terkandung di dalamnya kurang lebih sama. Agak sulit memang membaca isi source ini karena teks yang terkandung didalamnya bercampur dengan kode-kode HTML. Mungkin perlu beberapa saat sampai anda mulai terbiasa, tapi waktu yang anda buang disini tidak akan sia-sia. Ini adalah cara yang paling baik untuk mengetahui keyword yang dipakai oleh website yang sukses, density-nya, dan penempatannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/10/03/keyword-density/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Keyword Yang Tepat</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/09/30/memilih-keyword-yang-tepat/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/09/30/memilih-keyword-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2008 03:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<category><![CDATA[keyword]]></category>

		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/09/30/memilih-keyword-yang-tepat/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri, keyword adalah tonggak keberhasilan (atau kegagalan) SEO maupun pemasaran online secara keseluruhan. Keyword memiliki peran penting untuk menentukan dimana website kita akan tertangking oleh mesin pencari, yang pada akhirnya menentukan apakah calon pengunjung menemukan website kita atau tidak. Karena itu ketika menentukan keyword yang akan menjadi target SEO, sangat penting untuk memastikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak bisa dipungkiri, keyword adalah tonggak keberhasilan (atau kegagalan) SEO maupun pemasaran online secara keseluruhan. Keyword memiliki peran penting untuk menentukan dimana website kita akan tertangking oleh mesin pencari, yang pada akhirnya menentukan apakah calon pengunjung menemukan website kita atau tidak. Karena itu ketika menentukan keyword yang akan menjadi target SEO, sangat penting untuk memastikan bahwa kita memilih keyword yang tepat. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita tau apakah satu keyword tertentu tepat sementara keyword yang lain tidak tepat untuk website kita.</p>
<p>Pemilihan keyword yang tepat untuk website kita akan menentukan apakah website kita akan tenggelam diantara jutaan website lain, atau menjadi pilihan pertama untuk dikunjungi ketika seseorang melakukan pencarian melalui mesin pencari. Secara garis besar ada dua jenis keyword. Yang pertama adalah keyword merk, yaitu keyword yang secara langsung berhubungan atau mengandung merk dagang di dalamnya. Banyak pengunjung website melakukan pencarian dengan menggunakan merk dagang, terutama untuk produk-porduk yang namanya sudah sangat dikenal orang, misalnya daripada melakukan pencarian dengan &#8220;bali hotel&#8221; mungkin orang akan langsung melakukan pencarian dengan &#8220;sheraton bali&#8221;. Jika anda memiliki produk dengan nama yang terkenal, atau anda menjual produk jenis ini melalui website anda, maka keyword merk penting untuk anda perhatikan.</p>
<p>Jenis keyword yang kedua adalah keyword generik, yang secara luas dapat diartikan sebagai keyword yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama perusahaan atau nama dagang tertentu yang anda pasarkan. Jika anda mengelola hotel murah kelas melati di Kuta dengan nama &#8220;Hotel Kamboja&#8221; misalnya, mungkin anda tidak bisa berharap mendapat pengunjung apalagi pembeli yang datang melalui pencarian dengan nama hotel tersebut sebagai keyword. Dalam hal ini, keyword generik lebih berperan, misalnya &#8220;bali budget hotel&#8221; atau &#8220;hotel in kuta&#8221;.</p>
<p>Namun demikian, meskipun mentargetkan untuk keyword yang mengandung nama perusahaan atau merek dagang tidak akan membawa banyak pengunjung, kita tetap perlu untuk mentargetkan kata kunci yang berhubungan atau mengandung nama perusahaan, merk dagang, bidang usaha, kategori produk, dan sebagainya. Jika kita tidak memilikinya, mungkin orang lain akan mengambil manfaat. Misalnya jika &#8220;Hotel Kamboja&#8221; disukai tamu-tamunya, melalui informasi dari mulut ke mulut atau yang lebih modern seperti forum online, namanya akan semakin dikenal. Sebuah travel agen mungkin mentargetkan satu halaman websitenya untuk keyword &#8220;Hotel Kamboja&#8221;, dan orang-orang yang mengetahui dan kemudian melalukan pencarian dengan keyword tersebut akan memesan hotel melalui travel agen tersebut, sehingga anda sebagai pengelola hotel harus membayar komisi.</p>
<p>Ketika anda memulai proses pemilihan keyword, sebaiknya mulailah dengan berdiksusi untuk mengumpulkan calon keyword yang berhubungan dengan bdiang usaha atau jenis produk anda. Setiap usaha atau produk memiliki kosa kata tertentu, dan ini perlu anda gali. Berfikirlah sebagai pembeli. Coba untuk tidak berfikir &#8220;jika saya mau menjual produk ini, apa yang akan saya sebut&#8221;, tapi &#8220;jika saya ingin membeli produk yang saya jual, apa yang akan saya sebut&#8221;. Mulailah dengan kata kunci yang memiliki cakupan luas, meskipun mungkin karena terlalu luas tidak terlalu banyak mendatangkan pengunjung. Kemudian baru dipersempit menjadi keyword yang lebih spesifik, tetapi mendatangkan pengunjung yang punya ketertarikan membeli lebih besar.</p>
<p>Sebagai contoh anda menjual produk berupa susu rendah lemak yang dikhususkan untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Katakanlah anda mulai dengan &#8220;susu&#8221;. Ini relevan dengan produk yang anda jual, tapi cakupannya yang terlalu luas mungkin menyebabkan jumlah pengunjung yang datang dengan melakukan pencarian untuk keyword tersebut, belum tentu membeli. Mungkin ternyata mereka perlu susu bayi, susu berkalsium tinggi untuk orang dewasa, susu untuk ibu-ibu menyusui, sampai susu untuk anjing peliharaan. Mulailah dengan mempersempit &#8220;susu untuk dewasa&#8221; apakah ini sudah cukup sempit, mungkin belum karena masih ada jenis-jenis lain. Mungkin orang mencari susu untuk pria dewasa yang ingin menjaga kesehatan tulang, wanita dewasa yang sedang menyusui, wanita dewasa yang ingin menurunkan berat badan, dll. Sampai kemudian anda menemukan &#8220;susu diet&#8221; sebagai keyword yang tepat. Semua yang melalukan pencarian dengan kata kunci tersebut, tertarik dengan jenis produk yang anda jual.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/09/30/memilih-keyword-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Anchor Text</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 07:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<category><![CDATA[anchor text]]></category>

		<category><![CDATA[keyword]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/</guid>
		<description><![CDATA[Anchor text adalah teks pada halaman website yang jika diklik akan membawa kita ke tempat lain, bisa lokasi tertentu pada halaman yang sama, bisa halaman lain pada website yang sama, atau halaman di website lain. Pada umumnya anchor text berupa tulisan berwarna biru dan bergaris bawah. Jika kita menggerakan mouse melewati teks tersebut, maka bentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anchor text adalah teks pada halaman website yang jika diklik akan membawa kita ke tempat lain, bisa lokasi tertentu pada halaman yang sama, bisa halaman lain pada website yang sama, atau halaman di website lain. Pada umumnya anchor text berupa tulisan berwarna biru dan bergaris bawah. Jika kita menggerakan mouse melewati teks tersebut, maka bentuk cursor akan berubah. Jika di klik akan membawa kita ke lokasi lain. Dengan canggihnya teknologi pengembangan website, teks warna biru dan bergaris bawah sudah tidak merupakan patokan lagi karena ada teknik-teknik yang bisa mengendalikan tampilannya.</p>
<p>Dalam teknik SEO penggunaan kata kunci sebagai anchor teks wajib hukumnya. Hal yang penting dari anchor text adalah penggunaanya memungkinkan kita mendapatkan dua manfaat sekaligus dari keyword yang kita pilih.  Ketika crawler mesin pencari membaca anchor teks tersebut di halaman website, dia akan mendeteksi bahwa teks tersebut mengandung link. Link tesebut memberikan indikasi kepada mesin pencari mengenai isi halaman yang dituju dan relevansinya dengan halaman dimana anchor text tersebut berada. Jadi jika kita menggunakan keyword pada anchor text, kita akan mendapatkan dua manfaat ranking keyword untuk halaman tempat anchor text tersebut berada, dan ranking keyword untuk halaman tujuannya.</p>
<p>Tentu ada pengecualian dari konsep tersebut. Dalam SEO selalu ada pengecualian. Penggunaan keyword dalam anchor text yang berlebihan justru dapat menyebabkan mesin pencari mengurang ranking website kita, atau bahkan sama sekali memblokir website kita dari hasil pencarian secara keseluruhan. Optimasi yang berlebihan jika kita berulang-ulang menggukan anchor text dengan keyword yang sama, tanpa ada variasi.</p>
<p>Teknik yang sering dipakai adalah jika kita memilih keyword yang terdiri dari dua kata, maka kita menggunakan masing-masing kata dalam anchor text yang berbeda sendiri-sendiri, dan dilakukan secara berulang-ulang, dengan tujuan agar mesin pencari memberikan ranking yang tinggi untuk keyword tersebut. Dengan mata pengunjung, biasanya ini jadi terlihat janggal. Meskipun sempat ada banyak kisah sukses dengan menggunakan teknikSEO seperti ini, untuk saat ini sebaiknya dihindari, karena algoritma mesin pencari telah memiliki kemampuan untuk mendeteksi hal seperti ini.</p>
<p>Praktek yang paling tepat adalah dengan menempatkan anchor text yang menggunakan keyword, dalam paragraf yang memiliki isi yang relevan. Dalam hal ini, nilai anchor text sama  pentingnya dengan teks pada paragraf di sekitarnya. Perhatikan juga bahwa halaman atau website yang dituju juga harus relevan, sedapat mungkin keyword yang dipergunakan pada anchor text terkandung dalam &lt;title&gt; halaman tujuan. Dengan demikian secara keseluruhan ketiga komponen tersebut bisa saling mendukung. Meskipun teknis SEO seperti ini dipercayai merupakan pendekatan yang paling tepat, perkecualiannya tetap sama, penggunaan yang berlebihan mungkin justru akan menjadi bumerang.</p>
<p>Contoh implementasi teknik SEO ini dapat diliat pada blog. Umumnya pada tulisan yang ditampilkan di halaman blog akan ada anchor text yang mengandung kata kunci, yang menuju ke halaman lain yang isinya relevan dan judulnya mengandung kata kunci. Penenpatannya dapat dalam bentuk referensi kontekstual dalam kalimat, maupun dengan daftar-daftar tertentu, misalnya daftar tulisan paling populer, atau daftar tulisan yang paling banyak dikomentari.  Isi dari daftar-daftar tersebut memiliki link ke halaman lain yang isinya relevan. Hal lain yang dapat dimanfaatkan adalah dengan menyusun sitemap. Sitemap umumnya merupakan daftar judul halaman yang merupakan achor text, juka di click akan membawa ke halam yang judulnya terdaftar disitu. Dari sisi SEO, disitulah letak manfaat sitemap.</p>
<p>Kesimpulannya meskipun keyword dan anchor text nampak seperti sesuatu yang sama sekali berbeda, pada kenyataanya keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, terutama jika dilihat dari sinergi keduanya dalam mendongkrak ranking website kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kata Kunci - Keyword</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/07/31/kata-kunci-keyword/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/07/31/kata-kunci-keyword/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 07:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<category><![CDATA[kata kunci]]></category>

		<category><![CDATA[keyword]]></category>

		<category><![CDATA[keywords]]></category>

		<category><![CDATA[Mesin Pencari]]></category>

		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/07/31/kata-kunci-keyword/</guid>
		<description><![CDATA[Kata kunci atau dalam terminologi SEO lebih dikenal sebagai keyword merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SEO itu sendiri. Tidak ada kesempatan dimana orang berdiskusi mengenai SEO tanpa menyebut kata yang satu ini. Saking populernya, mulai saat ini saya akan menggunakan istilah keyword. Seberapa pentingnyakah keyword dalam teknik SEO?
Secara sederhana keyword berfungsi untuk mendaftarkan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kata kunci atau dalam terminologi SEO lebih dikenal sebagai keyword merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SEO itu sendiri. Tidak ada kesempatan dimana orang berdiskusi mengenai SEO tanpa menyebut kata yang satu ini. Saking populernya, mulai saat ini saya akan menggunakan istilah keyword. Seberapa pentingnyakah keyword dalam teknik SEO?</p>
<p>Secara sederhana keyword berfungsi untuk mendaftarkan dan menyusun halaman website di dalam database mesin pencari untuk keperluan pencarian. Mesin pencari akan menyimpan data mengenai halaman tertentu di dalam database berdasarkan keyword. Pada saat seseorang melakukan pencarian, mesin pencari menggunakan keyword untuk menentukan apakah halaman website tersebut perlu ditampilkan sebagai salah satu halaman yang dicari. Meskipun selintas kedengaran seperti sederhana, dengan milyaran halaman website dari seluruh dunia, dibutuhkan sistem yang sangat canggih untuk memungkinkan hasil pencarian diberikan hanya dalam hitungan detik saja.</p>
<p>Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni untuk dapat memilih keyword yang yang sesuai dengan suatu halaman website sehingga dapat memperoleh ranking yang tinggi pada mesin pencari, dan mendapatkan pengunjung yang diharapkan. Pengelola website-website komersial berskala besar mengucurkan dana dalam jumlah besar untuk membayar konsultan hanya untuk mendapatkan keyword yang tepat.Menggunakan keyword yang populer dengan efektif membuat website lebih mudah ditemukan oleh pengunjung potensial, alih-alih terkubur di halaman-halaman belakang daftar hasil pencarian, begitu jauh sehingga orang tidak mau bersusah payah untuk membuka halaman demi halaman lebih jauh lagi.</p>
<p>Ada beberapa sistem untuk membantu kita menemukan kata kunci yang sesuai, yang tersedia secara online. Penggunaansistem tersebut dengan benar dapat membantu kita dalam melakukan riset untuk mencari kata kunci yang tepat. Memahami manfaat kata kunci, dimana bisa menemukannya, bagaimana memilihnya, dan menggunakannya dengan tepat pada halaman website kita akan menentukan sukses tidaknya sebuah website.</p>
<p>Dua sisi yang perlu diperhatikan dalam memilih kata kunci adalah (1) kata kunci harus mencerminkan isi halaman website kita secara keseluruhan (2) kata tersebut adalah kata yang akan dituliskan calon pengunjung potensial pada mesin pencari jika membutuhkan informasi atau produk yang terkandung pada halaman website. Kata tersebut kemudian akan terus kita pakai dalam proses SEO. Penempatan yang tepat dari kata kunci dipilih pada halaman website kita akan menentukan apakah halaman website tersebut akan ditampilkan pada 20 tempat teratas atau terkubur di halaman-halaman belakang, jika seseorang melakukan pencarian terhadap kata kunci tersebut pada mensin pencari. Riset menunjukkan sangat jarang pengunjung yang membuka lebih dari halaman kedua hasil pencarian.</p>
<p>Bayangkanlah jika anda mencari pegawai wanita untuk ditempatkan di bagian akuntansi pada perusahaan anda, pada database pencari kerja. Anda mulai mencari dengan jenis kelamin &#8220;wanita&#8221;, misalnya saja database menunjukan hasil 400 orang dari 1000 orang yang ada dalam database. Kemudian anda mempersempit menjadi &#8220;wanita lulusan S1&#8243;, pencarian akan semakin sedikit, mungkin menjadi 100 saja. Lebih dipersempit lagi menjadi &#8220;wanita lulusan S1 akuntansi&#8221;, berkurang lagi menjadi tinggal 20 saja. Demikian seterusnya, semakin sempit fokus pencarian semakin sedikit hasil yang ditampilkan tetapi semakin relevan dengan kebutuhan.</p>
<p>Dari sisi yang berlawanan tentunya anda bisa membayangkan bahwa memilih fokus kata kunci yang tepat memberi anda kesempatan lebih besar untuk mendapat ranking lebih baik karena hasil pencarian yang dihasilkan lebih sedikit. Selain itu, kemungkinan lebih besar pengunjung yang datang akan menemukan website anda relevan dengan kebutuhan mereka.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/07/31/kata-kunci-keyword/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik SEO Yang Harus Dihindari</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/06/06/teknik-seo-yang-harus-dihindari/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/06/06/teknik-seo-yang-harus-dihindari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 05:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/06/06/teknik-seo-yang-harus-dihindari/</guid>
		<description><![CDATA[Konflik kepentingan antara artistik dan konsep marketing versus SEO hampir selalu muncul dalam setiap pengembangan website. Kebanyakan mudah dicarikan jalan keluarnya, tetapi ada juga yang lumayan rumit. Bahkan ada yang kemudian terpaksa kita terima sebagai kelemahan website kita, sehingga kita perlu &#8220;berkorban&#8221; lebih banyak pada hal yang lain untuk mengkompensasinya.
Mingkin kita bisa berkorban dengan copywriting, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konflik kepentingan antara artistik dan konsep marketing versus SEO hampir selalu muncul dalam setiap pengembangan website. Kebanyakan mudah dicarikan jalan keluarnya, tetapi ada juga yang lumayan rumit. Bahkan ada yang kemudian terpaksa kita terima sebagai kelemahan website kita, sehingga kita perlu &#8220;berkorban&#8221; lebih banyak pada hal yang lain untuk mengkompensasinya.</p>
<p>Mingkin kita bisa berkorban dengan copywriting, sehingga isi website kita lebih banyak. Menulis lebih banyak artikel dengan link ke website kita, sehingga website kita mendapatkan backlink lebih banyak. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan mengaplikasikan apa yang populer sebagai black-hat SEO. Pada prinsipnya praktek black-hat SEO ini adalah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ranking yang tinggi, umumnya dilakukan dengan cara &#8220;mengelabui&#8221; mesin pencari, membuat mesin pencari menganggap website sebagai sumber informasi yang relevan dan bernilai tinggi, sehingga layak mendapat ranking yang tinggi.</p>
<p>Banyak pelaku bisnis online bahkan yang berskala besar dengan sengaja melakukan praktek ini, menyebabkan websitenya mendapatkan ranking yang tinggi untuk kata kunci yang ditargetkan, meskipun sebenarnya isi websitenya sama sekali tidak relevan dengan kata kunci tersebut. Umumnya mereka memang mengejar keuntungan sesaat, begitu &#8220;tertangkap&#8221; mereka sudah siap dengan website yang lain.</p>
<p>Jika tujuan anda dalam berbisnis online adalah jangka panjang, hindarilah teknik seperti ini. Karena meskipun mungkin berhasil, anda hanya akan menikmati keberhasilan itu sesaat saja. Segera setlah mesin pencari mendeteksi &#8220;penipuan&#8221; yang anda lakukan, bukan hanya penurunan ranking yang anda dapatkan sebagai hukuman.</p>
<p>Berikut adalah beberapa teknik yang sering dipakai. Saya sengaja memakai istilah dalam Bahasa Inggris, karena memang sangat populer. Paling tidak ini dapat membantu anda jika ingin melalukan riset online untuk lebih mendalaminya.</p>
<p><strong>Domain Cloaking</strong></p>
<p>Selintas mungkin anda melihat teknik ini sebagai gagasan yang cemerlang. Konsepnya adalah dengan membuat dua versi yang berbeda dari tiap halaman website. Jika halaman website tersebut diakses pengunjung biasa, akan ditampilkan halaman yang cantik dan menarik. Tetapi jika halaman website tersebut diakses oleh robot mesin pencari, akan ditampilkan isi yang saking doiptimasinya untuk keperluan SEO, mungkin menjadi sangat tidak menarik dan tidak bisa dimengerti oleh  pengunjung biasa. Jadi singkatnya teknik ini mengejar ranking yang tinggi di SEO dengan tetap memberikan tampilan yang menarik bagi pengunjung biasa.</p>
<p>Secara teknis modal utamanya adalah serangkaian program yang dapat mendeteksi pengunjung, apakah pengunjung biasa atau robot mesin pencari. Jika terdeteksi bahwa yang berkunjung adalah robot mesin pencari, akan di arahkan ke halaman khusus yang dioptimasi habis-habisan. Masalahnya adalah saking banyaknya pelaku, sekarang kebanyakan mesing pencari sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi praktek ini. Tidak ada lagi tenggang sukses untuk dinikmati sebelum &#8220;tertangkap&#8221;. Begitu terdeteksi bukan cuman satu halaman tapi seluruh website akan di black-list. Bukan hanya batal dibaca dan diindeks, tetapi halaman lain dari website yang sama dan sebelumnya telah terindeks pun akan dikeluarkan. Lebih parah lagi, website tersebut tidak akan pernah dikunjungi lagi. Jadi meskipun anda menyadari telah &#8220;tertangkap&#8221; dan kemudian insyaf dan memeprbaiki website anda, sudah terlambat.</p>
<p><strong>Duplicate Content</strong></p>
<p>Dalam membangun sebuah website, isi dalam bentuk teks dari website sering menjadi hambatan yang sangat serius. Jika anda sendiri bukan penulis, mungkin anda harus membuang uang dalam jumlah besar untuk membayar penulis. Jika anda ingin memiliki website yang memiliki 100 halaman, maka anda harus menulis sebanyak sebuan novel. Jika anda bukan Mira W yang mampu menuangkan imajinasinya dalam kata-kata, atau Hermawan Kartajaya yang mampu menuangkan pemikirannya dalam bentuk makalah atau buku, apa yang akan anda lakukan?</p>
<p>Banyak yang mengambil jalan singkat dengan mencuri isi website website lain untuk mengisi websitenya sendiri. Sadar Bung! Google, Yahoo, dan MSN diciptakan di Amerika, bukan di Indonesia atau China. Mesin pencari sangat menghargai hak cipta. Ini praktek yang sangat berbahaya. Lebih jauh, meskipun anda tidak melanggar hak cipta misalnya karena anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil, mesin pencari tetap tidak menyukai praktek ini. Karena mereka tidak ingin menampilkan deretan hasil pencarian yang ternyata setelah dikunjungi isinya sama semua.</p>
<p>Untuk menjamin hal ini, mesin pecnari melengkapi diri dengan sistem pendeteksi yang relatif canggih. Diantaranya dengen mendeteksi &#8220;kesegaran&#8221; isi. Jika robot menemukan halaman website yang isinya sama dengan beberapa yang telah ditemukannya sebelumnya, akan dipilih siapa yang pertama memilikinya. Sisanya akan dianggap sebagai duplikat, nilainya akan diturunkan atau bahkan tidak diindeks sama sekali.</p>
<p>Umumnya mesin pencari mengkategorikan duplicate content menjadi 4 kelompok:</p>
<p>1. Artikel dengan distribusi luas. Satu artikel dapat muncul dalam banyak website yang memiliki topik yang terkait. Umumnya ditulis oleh orang yang memang ingin tulisannya dipublikasikan seluas-luasnya. Beberapa contoh diantaranya press release, atikel mengenai pengalaman tertentu, dll. Meskipun tidak mengandung konflik hak cipta karena penulisnya memang ingin tulisannya diduplikasi, tetapi betapapun pentingnya suatu tulisan, jika ratusan kali muncul di berbagai website, tetap ada kemungkinan dianggap sebagai duplikasi dan kemungkinan diindeks semakin kecil.</p>
<p>2. Deskripsi produk untuk toko online. Biasanya produsen memngijinkan toko online yang menjual produknya, mengambil deskripsi produk dari websitenya, untuk ditampilkan di website toko online tsb. Hampir semua deskripsi produk tidak diindeks oleh mesin pencari kecuali yang ditampilkan pada website produsen. Ini merupakan bentuk komitmen mesin pencari pada pemakai. Mesin pencari memang dirancang untuk &#8220;meloncati&#8221; deskripsi produk. Meskipun demikian efeknya hanya sampai disitu saja, tidak menyebabkan website toko online ybs. mendapatkan &#8220;hukuman&#8221; seperti dikeluarkan dari indeks.</p>
<p>3. Duplikasi halaman website. Tanpa tujuan negatif, kadang-kadang terjadi duplikasi halaman website, misalnya jika ifromasi yang sama diakses dari halaman yang berbeda. Misalnya jika anda memiliki halaman website berisi resensi buku berjudul The Linux Book, topik isinya mengenail Sistem Operasi Linux, ditulis oleh David Elboth, diterbitkan oleh Prentice Hall. Ada kemungkinan konstruksi website menyebabkan rensensi buku tesebut bisa anda akses sebagai halaman berbeda jika anda mengaksesnya dari daftar topik, penulis, atau penerbitnya. Umumnya ini hanya menyebabkanmesin pencari hanya meng-indeks yang pertama ditemukan.</p>
<p>4.  Isi &#8220;curian&#8221;. Adalah praktek dimana halaman website diisi dengan bahan yang diambil dari website lain, umumnya tanpa ijin pemiliknya, mungkin dengan sedikit sentuhan ulang sehingga nampak berbeda. Mesin pencari memiliki kemampuan untuk mendetksinya. Praktek ini sangat berbahaya, bukan cuma halaman tersebut tidak diindeks, bisa juga menyebabkan secara keseluruhan website tidak diindeks dan tidak dikunjungi lagi. Saya menyarankan untuk tidak mengambil langkah ini meskipun anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil. Alasannya sederhana saja: dari mana robot mesin pencari tahu kalau anda mendapat ijin?</p>
<p><strong>Hidden Pages</strong></p>
<p>Maksudnya adalah halaman yang dioptimasi buat mesin pencari, dan hanya ditujukan agar &#8220;dilihat&#8221; oleh mesin pencari, tetapi &#8220;disembunyikan&#8221; dari pengunjung biasa.  Teknik&#8221;menyembunyikan&#8221; nya bisa berbagai macam. Paling mudah adalah dengan membuat link yang tidak menarik mata pengunjung dari homepage menuju halaman dimaksud.</p>
<p>Jika anda memilikinya dan kebetulan belum mendapatkan &#8220;hukuman&#8221; dari mesin pencari, segeralah buang. Karena hanya tinggal masalah waktu saja sebelum mesin pencari menemukannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/06/06/teknik-seo-yang-harus-dihindari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SEO dan Bahasa Pemrograman</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/04/07/seo-dan-bahasa-pemrograman/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/04/07/seo-dan-bahasa-pemrograman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 09:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/04/07/seo-dan-bahasa-pemrograman/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu aspek yang sering terlewatkan ketika kita menyusun strategi SEO adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun website. Masing-masing bahasa pemrograman memiliki karakteristik yang spesifik. Misalnya HTML menggunakan sekumpulan protokol tertentu untuk mengendalikan tampilan visual yang muncul di halaman browser, sementara PHP menggunakan kumpulan protokol yang sama sekali berbeda. Kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu aspek yang sering terlewatkan ketika kita menyusun strategi SEO adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun website. Masing-masing bahasa pemrograman memiliki karakteristik yang spesifik. Misalnya HTML menggunakan sekumpulan protokol tertentu untuk mengendalikan tampilan visual yang muncul di halaman browser, sementara PHP menggunakan kumpulan protokol yang sama sekali berbeda. Kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikan bakasa pemrograman website dengan HTML. Kenyataannya ada banyak bahasa pemrograman lainnya yang juga sering dipergunakan dalam membangun website, dan masing-masing memerlukan strategi SEO yang sesuai.</p>
<p><strong>JavaScript</strong></p>
<p>JavaScript adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan perancang website membuat komponen website yang dinamis, meskipun demikian sering tidak disukai mesin pencari.  Pada kenyataannyapada kebanyakan kasus JavaScript menghentikan perjalanan crawler dalam menjelahi isi website. Jika ini terjadi, akibatnya ranking yang rendah atau malah sama sekali tidak di-index.</p>
<p>Untuk mengakalinya, banyak perancang website menggunakan teknik eksternalisasi semua kode JavaScript yang dipergunakan pada halaman website. Dengan eksternalisasi, kode JavaScript dijalankan dari lokasi yang berebeda dengan halaman websitenya sendiri. Teknik eksternalisasi ini cukup sederhana:</p>
<ol>
<li>Kopi semua kode JavaScript kemudian tempatkan pada satu file baru.</li>
<li>Beri nama file tersebut dengan ekstensi .js. Misalnya namafile.js.</li>
<li>Upload ke server web.</li>
<li>Buat referensi dari halaman website untuk mengakses kode JavaScript dari file eksternal. Bentukannya adalah sebagai berikut: &lt;script language=&#8221;JavaScript&#8221; type=&#8221;text/javascript&#8221; src=&#8221;namafile.js&gt;&lt;/script&gt;</li>
</ol>
<p>Kadang-kadang ada orang yang menggunakan JavaScript untuk menyembunyikan teks atau link dari mesin pencari. Meskipun banyak crawler terhenti oleh keberadaan JavaScript, mereka dapat mengidentifikasi dan membaca isi yang disembunyikan. Pastiakn anda tidak menggunakan teknik ini, karena beresiko dianggak sebagai upaya mengelabui (spam) mesin pencari.</p>
<p><strong>Flash</strong></p>
<p>Flash adalah salah satu teknologi yang banyak dibenci pemakai, terutama karena meskipun mampu memberikan tampilan yang memukau, Flash memakan banyak &#8220;tenaga&#8221; dan penyebabkan halaman web lambat dibuka. Pada banyak kasus pengunjung akan terjebak untuk menunggu sangat lama tanpa bisa melakukan apapun sampai komponen Flash tereksekusi seluruhnya. Pemngunjung yang tidak sabar dan terburu-buru kemungkinan besara akan merasa sangat frustrasi.</p>
<p>Untuk SEO Flash merupakan mimpi buruk. Komponen flash dapat menghentikan perjalanan crawler mesin pencari dan tidak melanjutkannya lagi.</p>
<p>Satu-satunya cara efektuf untuk menghindari efek negatif penggunaan Flash adalah dengan tidak menggunakannya sama sekali. Meskipun demikian, ada situasi dimana penggunaan Flash memang diperlukan. Jika anda berada pada posisi demikian, cobalah dengan menyisipkan komponen flash pada halaman web dan tetap memberikan jalan bagi mereka yang memilih untuk tidak mengakses komponen tersebut. Ada  banyak beda pendapat dalam penggunaan teknik ini. Jika tidak benar-benar diperlukan, penggunaan Flash sebaiknya dihindari.</p>
<p>ASP</p>
<p>Kebanyakan website tidak mengalami perubahan kecuali webmasternya melakan editing pada halaman websitenya, website seperti ini biasa disebut website statis. Jenis lain disebut website dinamis. Website dinamis berubah secara langsung sesuai dengan pilihan pemakai yang dinyatakan dengan mengisi sejenis formulir. Website seperti ini dibuat dengan menggunakan teknologi pemrograman khusus, salah satu diantaranya ASP. Pada dasarnya halaman website seperti ini tidak ada sampai pada saat pengunjung &#8220;menciptakannya&#8221; dengan mengisi formulir isian. Karena robot mesin pencari tidak dibekali kemampuan untuk mengisi formulir, otomatis halaman website tidak &#8220;tercipta&#8221;, karena itu dalam kebanyakan kasus, halaman website jenis ini tidak terindeks oleh mesin pencari.</p>
<p>Ada cara untuk menyasati situasi di atas. Diantaranya adalah dengan menyiapkan text-link menuju halaman tertentu tanpa harus mengisi formulir, sehingga mesin pencari dapat menemukan halaman website tanpa harus &#8220;menciptakan&#8221;nya terlebih dahulu.</p>
<p>Secara teknis URL website dinamis akan mengandung banyak parameter yang memuat isian pemakai pada formulir sebelumnya. Beberapa mesin pencari tidak dapat membaca URL jenis ini. Dengan teknik pemrograman tertentu, URL seperti ini dapat dikonversikan menjadi URL yang search-engine-friendly.</p>
<p>Pada prinsipnya meskipun seperti bahasa pemrograman lainnya implementasi ASP membawa karakteristik khusus, tidak berarti SEO tidak dapat dilakukan. Pendekatan SEO pada website statis tetap berlaku juga untuk website dinamis.</p>
<p>PHP</p>
<p>Robot mesin pencari pada dasarnya adalah program aplikasi, seperti aplikasi pada umumnya, memiliki banyak batasan, khusunya pada jenis halaman website yang bisa ditemukan dan dibacanya. PHP adalah salah satu bahasa pemrograman website yang - seperti halnya ASP - dapat dikategorikan di luar website statis pada umumnya. Tanpa teknik implementasi yang sesuai, PHP dapat menjadi hambatan bagi robot mesin pencari.  Teknik implementasi yang sesuai maksudnya adalah penggunaan PHP dengan tetap memikirkan kebutuhan mesin pencari. Misalnya, pada umumnya PHP cenderung membuat halaman website lebih lambat diakses, sehingga robot mesin pencari batal membaca. Pengetahuan yang cukup terhadap PHP dan SEO dapat mengeliminasi situasi seperti ini.</p>
<p>Satu teknik yang teruji untuk PHP adalah dengan membuat PHP menciptakan kode yang terbaca seperti HTML biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/04/07/seo-dan-bahasa-pemrograman/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Optimasi Elemen Gambar</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/03/31/teknik-optimasi-elemen-gambar/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/03/31/teknik-optimasi-elemen-gambar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 02:52:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/03/31/teknik-optimasi-elemen-gambar/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar secara visual merupakan elemen yang sangat penting, meskipun tidak diperhitungkan oleh mesin pencari. Manfaat penggunaan gambar pada website memang tidak ada hubungannya dengan SEO, tetapi lebih ditujukan bagi pengunjung biasa. Bayangkan betapa membosankannya sebuah halaman website jika hanya berisi teks saja. Bagaimana pengunjung akan tertarik untuk membeli sebuah produk jika website hanya memuat penjelasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gambar secara visual merupakan elemen yang sangat penting, meskipun tidak diperhitungkan oleh mesin pencari. Manfaat penggunaan gambar pada website memang tidak ada hubungannya dengan SEO, tetapi lebih ditujukan bagi pengunjung biasa. Bayangkan betapa membosankannya sebuah halaman website jika hanya berisi teks saja. Bagaimana pengunjung akan tertarik untuk membeli sebuah produk jika website hanya memuat penjelasan dalam bentuk teks, tanpa ada ilustrasi gambar. Bahkan dalam buku teks teknik yang rumit pun ilustrasi gambar diperlukan untuk membantu pemahaman pembaca.</p>
<p>Apakah gambar kemudian hanya akan bermanfaat untuk pengunjung biasa saja? Ada sati teknik SEO yang dapat dipergunakan agar elemen gambar juga memiliki fungsi dalam meningkatkan performa SEO website kita, yaitu dengan menempatkan alt tags di dalam img tags. Alt tags adalah tag HTML yang dipergunakan untuk menampilkan tulisan yang menggantikan gambar jika untuk satu dan lain hal (misalnya browser di-set untuk tidak menerima elemen gambar) tidak dapat ditampilkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyisipkan alt tags diantaranya:</p>
<ul>
<li>Singkat.</li>
<li>Deskirpsi dari gambar.</li>
<li>Mengandung kata kunci.</li>
</ul>
<p>Img tags adalah tag HTML yang dipergunakan untuk menampilkan gambar pada halaman website. Bentukan kodenya adalah sebagai berikut:<br />
&lt;img src=&#8221;images/logo.jpg&#8221; alt=&#8221;asternative text&#8221;&gt;</p>
<p>Penjelasannya adalah sebagai berikut:  img src=&#8221;images/logo.jpg&#8221; adalah elemen gambar yang akan ditampilkan, berisi URL (alamat) file gambar yang dimaksud. alt=&#8221;asternative text&#8221; adalah teks alternatif yang hanya akan ditampilkan jika karena satu dan lain hal elemen gambar tidak dapat ditampilkan. Sedapat mungkin harus mengandung kata kunci.</p>
<p>Penggunaan alt tags pada elemen gambar penting untuk dua alasan:</p>
<p>Pertama, karena crawler mesin pencari hanya bisa mendeteksi tapi tidak membaca gambar.  Jika crawler menemukan gambar maka elemen tersebut akan dilewati untuk membaca teks selanjutnya. Karena itu diperlukan substitusi elemen teks yang dapat dibaca oleh mesin pencari untuk menggantikan elemen gambar. Disitulah peran alt tags. Jika teks pada alt tags mengandung kata kunci dan teks di sekitar elemen gambar tersebut juga mengandung kata kunci, maka hubungan semantik diantara kedua elemen tersebut akan meningkatkan nilai website kita.</p>
<p>Kedua, adalah memanfaatkan emsin pencari berbasis gambar seperti Google Images. Mesin pecnari berbasis gambar ini memang merupakan sesuatu yang baru, tapi tidak boleh dianggap remeh. Sama seperti mesin pencari biasa menemukan, membaca, dan meng-indeks halaman website, mesin pencari jenis ini menemukan dan mengindeks elemen gambar. Dalam hal ini, meskipun hasil pencarian yang ditampilkan berupa gambar, tapi cara mesin pencari mengidentifikasi file gambar tetap berpasis teks, yaitu dengan membaca Alt tags dan nama file.</p>
<p>Mesin pencari berbasis gambar ini sedang menanjak popularitasnya, sehingga jika kita memanfaatkannya secara maksimal, akan bisa memanfaatkan momentum untuk meningkatkan volume kunjungan ke website kita. Tetapi tanpa mengurangi nilai manfaatnya, seperti aspek-aspek lain dalam SEO, jangan berlebihan menggunakannya. Hal yang baikpun jika digunakan secara berlebihan akan membawa dampak buruk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/03/31/teknik-optimasi-elemen-gambar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Isi Halaman yang Baik</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/03/26/isi-halaman-yang-baik/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/03/26/isi-halaman-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 07:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/03/26/isi-halaman-yang-baik/</guid>
		<description><![CDATA[Isi halaman - dan isi website secara keseluruhan - merupakan elemen penting yang paling banyak memakan waktu - untuk merenungkan dan menulisnya. Isi halaman yang baik berawal dari kata kunci dan frasa kunci yang tepat. Pilihlah sebanyak-banyaknya TIGA kata atau frasa kunci yang relevan untuk satu halaman web. Mengapa hanya tiga? Bukankah semakin banyak kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isi halaman - dan isi website secara keseluruhan - merupakan elemen penting yang paling banyak memakan waktu - untuk merenungkan dan menulisnya. Isi halaman yang baik berawal dari kata kunci dan frasa kunci yang tepat. Pilihlah sebanyak-banyaknya TIGA kata atau frasa kunci yang relevan untuk satu halaman web. Mengapa hanya tiga? Bukankah semakin banyak kata kunci akan semakin menarik untuk mesin pencari? TIDAK. Paling tidak ada dua masalah yang akan terjadi akubat terlalu banyaknya kata kunci untuk satu halaman website. Pertama, makin banyak kata kunci akan mengurangi evektivitas masing-masing kata kunci tersebut secara individual. Jadi dua atau tiga kata/frase kunci untuk satu halaman adalah yang paling optimal. Masalah lainnya adalah relevansi. Semakin banyak kata kunci semakin sulit untuk mengarahkan fokus isi secara keseluruhan pada topik tertentu. Resikonya adalah &#8220;membingungkan&#8221; mesin pencari. Banyaknya kata/frase kunci yang kurang kuat relevansinya dengan topik halaman secara keseluruhan berpotensi dianggap pengelabuan (spamming) oleh mesin pencari.</p>
<p>Setelah anda menentukan dua atau tiga kata/frasa kunci yang akan dipakai sebagai fokus, pastikan bahwa kata/frasa kunci tersebut ada di dalam isi halaman. Banyak yang beranggapan semakin sering kata/frasa kunci muncul di dalam isi halaman akan semakin tinggi ranking halaman tersebut di mesin pencari. Hati-hati! Karena ini tidak sepenuhnya benar. Terlalu sering menyebut kata/frasa kunci di dalam isi halaman membawa resiko website anda mencoba mengelabui mesin pencari. Teknik pengelabuan ini disebut &#8220;keyword stuffing&#8221; dimana kata/frasa kunci disebut berulang kali di dalam isi halaman pada taraf yang tidak wajar.</p>
<p>Frekuensi munculnya kata kunci di dalam isi halaman disebut kepadatan kata kunci (keyword density). Hampir semua mesin pencari menganggap keyword density yang terlalu tinggi adalah hal yang tidak wajar dan &#8220;mencurigakan&#8221;. Google merupakan salah astu mesin pencari yang sangat ketat dalam aspek ini. 5-7% adalah angka yang harus dipertahankan. Kuran atau lebih dari rentang itu akan berpengaruh sangat buruk pada ranking website. Yahoo, MSN, dan kebanyakan mesin pencari lain mematok angka 5%. Lebih dari itu, maka halaman website akan dikeluarkan dari indeks.</p>
<p>Selain keyword density, faktor lain yang dominan untuk isi halaman adalah update dan fokus. Makin sering isi website dan isi halaman diperbaharui semakin baik. Inilah yang menyebabkan banyak website komersial saat ini memiliki BLOG, kaerna blog pada umumnya diupdate secara terus menerus, baik dengan tulisan baru maupun dengan komentar-komentar dari pengungjung dan pembaca. Isi website harus terfokus pada topik tertentu yang relevan dengan kata/frasa kunci yang ditargetkan. Ini juga merupakan salah satu kelebihan blog sehingga dianggap sebagai instrumen yang sangat SEO friendly, karena pada umumnya tulisan dan komentar-komentar akan terfokus pada topik tertentu.</p>
<p>Usahakanlah untuk secara konsisten menambahkan halaman baru ke dalam website anda yang isinya relevan dengan fokus website secara keseluruhan. Usahakan pula untuk menambah atau memperbaharui isi halaman-halaman yang sudah ada tanpa mengubah fokusnya. Tidak serta-merta berarti harus blog. Yang penting adalah isi yang secara konsisten terus diperbaharui.</p>
<p>Pastikan juga bahwa anda selalu memeriksa komponen link. Selain relevan, link juga harus berfungsi. Link yang terputus (halaman tujuannya tidak ditemukan) sangat dibenci oleh mesin pencari. Penggunaan database dan pemrograman untuk menghasilkan isi website yang dinamis memiliki lebih banyak kemungkinan terjadinya broken link, karena itu anda harus lebih berhati-hati dan harus lebih rajin melakukan pemeriksaan.</p>
<p>Hal terakhir yang layak anda pertimbangkan adalah forum interaktif. Pada tiap-tiap halaman website, berikan fasilitas kepada pengunjung untuk memberikan komentar. Komentar tersebut bisa berupa pendapat pribadi, pengalaman menggunakan produk yang ditayangkan, dan sebagainya. Selain memberikan anda isi halaman yang terus berkembang dan tetap terfokus, fasilitas ini juga menjaga hubungan yang berkelanjutan antara website dengan pengunjung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/03/26/isi-halaman-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Judul Halaman</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/03/19/judul-yang-menjual/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/03/19/judul-yang-menjual/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 08:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/03/19/judul-yang-menjual/</guid>
		<description><![CDATA[Judul halaman merupakan salah satu elemen kritis dari satu halaman website. Ketika crawler mesin pencari mengunjungi halaman website, judul adalah hal pertama yang dicari. Baru kemudian menganalisa elemen-elemen tekstual lainnya. Dalam analisa ini crawler mengukur relevansi antara judul dengan isi komponen tekstual lainnya. Sisi lainnya adalah ketika halaman website sudah di-index kemudian ditampilkan pada daftar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul halaman merupakan salah satu elemen kritis dari satu halaman website. Ketika crawler mesin pencari mengunjungi halaman website, judul adalah hal pertama yang dicari. Baru kemudian menganalisa elemen-elemen tekstual lainnya. Dalam analisa ini crawler mengukur relevansi antara judul dengan isi komponen tekstual lainnya. Sisi lainnya adalah ketika halaman website sudah di-index kemudian ditampilkan pada daftar hasil pencarian, judul akan merupakan elemen dominan yang ditampilkan mewakili website kita. Anchor text dari link menuju website kita dari daftar hasil pencarian adalah isi elemen judul.</p>
<p>Jadi perhatikan dua sisi. Pertama sisi mesin pencari agar crawler menemukan relevansi yang kuat antara judul dan komponen tekstual lainnya. Kedua judul itu perlu juga menarik untuk pengunjung. Bayangkan saja jika judul yang kita pilih disukai mesin pencari dan menempatkan website pada halaman pertama daftar hasil pencarian untuk kata kunci tertentu. Tetapi karena bunyi judul yang tidak menarik, calon pengunjung melewati website kita dan lebih memilih untuk meng-click link ke website pesaing kita. Sia-sialah kerja keras kita untuk mendaki puncak mesin pencari.</p>
<p>Beberapa pertimbangan penting dalam memilih judul halaman:</p>
<ul>
<li>Kecuali perusahaan anda sama terkenalnya dengan Microsoft, jangan menggunakan nama perusahaan sebagai judul. Yang paling tepat adalah menggunakan kalimat singkat yang menggambarkan isi halaman secara keseluruhan. Ini akan membantu mengarahkan crawler mesin pencari untuk menghubungkan halaman website kita dengan kata kunci yang sesuai.</li>
<li>Usahakan untuk tidak melebihi 50 karakter termasuk spasi. Banyak mesin pencari kanya membaca judul sampai jumlah maksimum 50 karakter. Sebagian lain mungkin membaca lebih, tapi tidak akan menampilkan lebih dalam daftar hasil pencarian. Jadi selain memastikan bahwa judul terfokus dengan akurat, membatasi panjang udul memastikan bahwa judul kita tidak akan terpotong pada daftar hasil pencarian.</li>
<li>Pastikan kata kunci yang menjadi target utama masuk ke dalam judul, terutama jika domain anda tidak mengandung kata kunci.</li>
<li>Jangan mengulang kata kunci tertentu pada judul halaman. Pengulangan dalam jumlah kata yang sangat terbatas akan menyebabkan kepadatan yang sangat tinggi secara prosentase, dan beresiko dianggap sebagai upaya mengelabui (spam) mesin pencari. Jadi pastikan anda tidak mengulang kata kunci, apalagi jika itu hanya ditujukan untuk menarik mesin pencari.</li>
<li>Pertimbangkan untuk menggunakan karakter khusus untuk memberikan tekanan, misalnya tanda kurung (( )), tanda lebih besar/kecil &lt;&lt;&gt;&gt;, dll. Penggunaan karakter khusus ini akan menarik perhatian pengunjung, tetapi tidak berpengaruh negatif terkadap SEO.</li>
<li>Masukan kata yang mengundang orang untuk melakukan pembelian. Ada pepatah mengatakan &#8220;orang tidak akan membeli jika anda tidak menawarinya untuk membeli&#8221;. Meskipun pepatah ini datang dari pedagang tradisional, tetapi juga perlaku untuk perdagangan online. Jika anda ingin pengunjung membeli, tawarkanlah mereka untuk membeli, mulai dari judul yang mereka lihat di mesin pencari.</li>
</ul>
<p>Judul halaman ditandai dengan &lt;title&gt; tag dalam kode konstruksi website. Format penggunaannya adalah sebagai berikut:<br />
&lt;title&gt;Judul Halaman Website yang Relevan&lt;/title&gt;</p>
<p>Jika anda tidak menggunakan title tag dengan benar, mesin pencari tidak akan mengenalinya. Hal ini pertama akan mempengaruhi hasil analisa. Jika kata kunci tidak ada pada judul (karena tidak ada judul) mesin pencari menganggap bahwa kata tersebut bukan perupakan hal yang penting bagi halaman website anda. Selain itu pada daftar hasil pencarian, jika halaman website anda ter-indeks, emsin pencari akan memilih sendiri kata-kata yang dianggapnya relevan dari isi tekstual halaman secara keseluruhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/03/19/judul-yang-menjual/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Entry Pages dan Exit Pages</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/03/13/entry-pages-dan-exit-pages/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/03/13/entry-pages-dan-exit-pages/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 04:23:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Teknik SEO Indonesia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/03/13/entry-pages-dan-exit-pages/</guid>
		<description><![CDATA[Entry pages adalah halaman yang pertama diakses ketika pengunjung datang ke website kita. Dalam kebanyakan kasus adalah homepage, tetapi tidak selalu demikian. Jika kita berhasil melakukan optimasi kalaman-halaman lain sehingga halaman-halaman tersebut secara individual memiliki ranking yang tinggi di mesin pencari, mungkin sebagian mengunjung akan masuk melalui &#8220;pintu samping&#8221;. Pengunjung bisa datang melalui jalan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entry pages adalah halaman yang pertama diakses ketika pengunjung datang ke website kita. Dalam kebanyakan kasus adalah homepage, tetapi tidak selalu demikian. Jika kita berhasil melakukan optimasi kalaman-halaman lain sehingga halaman-halaman tersebut secara individual memiliki ranking yang tinggi di mesin pencari, mungkin sebagian mengunjung akan masuk melalui &#8220;pintu samping&#8221;. Pengunjung bisa datang melalui jalan yang berbeda-beda (mesin pencari, bookmark, banner, iklan, mengetik URL, dll.) dan masuk melalui berbagai &#8220;pintu&#8221;.</p>
<p>Entry pages sangat penting dalam SEO, karana merupakan halaman yang pertama kali dilihat pengunjung ketika masuk ke website kita. Disinilah fase kritis dimana pengunjung memutuskan apakan akan menjelajah lebih lanjut di dalam website kita atau berlalu menuju website lain. Pada umumnya sebuah website terdiri dari sejumlah sub-website yang lebih kecil dan saling berhubungan dalam bentuk struktur navigasi website. Sebagai contoh jika website kita adalah toko buku online, maka website kita akan merupakan jaringan dari sub-sub website novel, fiksi ilmiah, pikologi, ekonomi dan manajemen, komputer dan elektronika, hobi, dan sebagainya. Masing-masing sub-website memiliki halaman utama, yang mungkin akan menjadi entry page untuk pengunjung yang memiliki ketertarikan terhadap isi yang spesifik dari sub-website tertentu.</p>
<p>Memahami mana saja halaman website yang kiranya akan menjadi entry page sangat penting sehingga kita dapat melakukan optimasi yang optimal untuk masing-masing website. Jika homepage dan main page pada masing-masing sub-website diptimasi secara optimal, maka website kita mungkin akan mendapatkan rangking yang tinggi untuk sejumlah kata atau frasa kunci yang relevan. Semakin banyak anda menambah sub-website yang dioptimasi dengan baik, semakin besar kemungkinan website anda akan mendapat ranking yang bagus untuk lebih banyak kata atau frasa kunci. Misalnya anda mengetahui bahwa - selain jenis buku - banyak orang melakukan pencarian buku dari penerbit tertentu. Kita dapat membangun sub website baru untuk - misalnya - buku-buku terbitan Elex Media. Deengan demikian website kita ebrpotensi untuk mendapatkan ranking yang tinggi untuk pencarian &#8220;buku komputer&#8221; dan &#8220;buku terbitan elex media&#8221;.</p>
<p>Karena entry pages merupakan bagian yag sangat penting dalam struktur suatu website, seyogyanya kita melakukan pemantauan yang intensif dengan menggunakan program khusus untuk melakukan analisa performa website, dengan demikian kita selalu yakin bahwa bahwa sebagai mesin uang website kita bekerja dengan sempurna. Salah satu program analisa yang lengkap dan gratris adalah Google Analytics yang bisa menunjukkan pada anda entry dan exit pages yang paling sering dilewati.</p>
<p>Exit pages adalah halaman terakhir yang dilihat pengunjung sebelum mereka meninggalkan website kita, baik dengan mengikuti link ke website lain dari halaman web kita, kembali ke mesin pencari untuk mengunjungi website lain dari daftar hasil pencarian, mengetikkan URL website lain, dan sebagainya. Mengapa exit page penting? Pertama adalah karena kita berkepentingan untuk menggiring pengunjung dari entry page tempat mereka masuk untuk keluar melalui exit page yang kita inginkan. Jika exit page ternyata adalah juga entry page, maka website kita gagal untuk menarik pengujung menjelajah lebih lanjut. Artinya mereka masuk ke website kita, dengan alasan tertentu tidak tertarik, dan langsung pergi lagi. Jika ini yang terjadi, kapan mereka akan memebeli?</p>
<p>Umumnya skenario yang kita harapkan seperti berikut:<br />
Google &gt;&gt; search &#8220;buku komputer&#8221; &gt;&gt; main-page &#8220;buku komputer&#8221; &gt;&gt; subb-page &#8220;pemrograman internet&#8221; &gt;&gt; detail buku &#8220;mahir PHP dalam 24 jam&#8221; &gt;&gt; keranjang belanja &gt;&gt; pembayaran &gt;&gt; tanda terima.</p>
<p>Dari contoh di atas lita bisa melihat bahwa exit page yang kita harapkan adalah halaman &#8220;tanda terima&#8221;. Jika exit page pengunjung bukan halaman tersebut, artinya website kita gagal untuk menggiring pengunjung untuk melakukan pembelian. Jika semua pengunjung polanya seperti itu, artinya website kita secara komersial GAGAL meskipun upaya SEO yang kita lakukan berhasil.</p>
<p>Sangat baik jika website kita memiliki fasilitas yang disebut bread-crumb trail atau perekam jejak. Fasilitas ini fungsinya mencatat dalam bentuk link langkah-langkah yang ditempuh pengunjung sampai pencapai halaman tertentu. Dengan demikian pengunjung dapat menggunakannya sebagai jalan kembali jika diperlukan. Manfaat tambahannya adalah mempermudah crawler menganalisa website anda dengan adanya &#8220;jalur masuk&#8221; dan &#8220;jalur keluar&#8221; yang mudah ditelusuri.</p>
<p>Bread-crumb trail biasanya ditempatkan di bagian atas halaman dengan bentuk seperti:<br />
HOME &gt;&gt; buku komputer &gt;&gt; pemrograman internet &gt;&gt; mahir PHP dalam 24 jam &gt;&gt; keranjang belanja &gt;&gt; pembayaran &gt;&gt; tanda terima<br />
yang masing-masing merupakan text link. Dengan cara ini jika misalnya pengunjung mencari buku mengnai pemrograman internet dengan PHP, dan mendapati bahwa &#8220;mahir PHP dalam 24 jam&#8221; tidak sesuai dengan keinginannya, dia bisa &#8220;mundur&#8221; dengan meng-click &#8220;pemrograman internet&#8221; pada bread-crumb trail yang disediakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/03/13/entry-pages-dan-exit-pages/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
