<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknik SEO Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.seobali.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.seobali.com</link>
	<description>Teknik SEO, Online Marketing, Web Design, segala yang anda butuhkan untuk bisnis online yang sukses. SEO Indonesia mampu menguasai dunia maya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 09:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Geliat Bisnis Online Indonesia</title>
		<link>http://www.seobali.com/2012/01/25/geliat-bisnis-online-indonesia/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2012/01/25/geliat-bisnis-online-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 09:50:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis online]]></category>
		<category><![CDATA[forum jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[jual beli online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini saya tidak bicara teknis mengenai website, online marketing, social media, SEO dan sejenisnya, tapi hanya pengalaman kecil yang membuat saya terkagum-kagum. Betapa tidak, ketika memulai berbisnis online, saya bahkan malas berhadapan dengan orang yang bertanya mengenai apa yang saya kerjakan sehari-hari. Tentu saking minimnya pengetahuan dan pengalaman orang tentang bisnis online. Saya biasa [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2012/01/20/kompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka/' rel='bookmark' title='Kompetisi Bisnis Villa Rental di Sri Lanka'>Kompetisi Bisnis Villa Rental di Sri Lanka</a> <small>Sejak dua tahun lalu kami rajin memantau situasi di Sri...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2012%2F01%2F25%2Fgeliat-bisnis-online-indonesia%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p>Kali ini saya tidak bicara teknis mengenai website, online marketing, social media, SEO dan sejenisnya, tapi hanya pengalaman kecil yang membuat saya terkagum-kagum. Betapa tidak, ketika memulai berbisnis online, saya bahkan malas berhadapan dengan orang yang bertanya mengenai apa yang saya kerjakan sehari-hari. Tentu saking minimnya pengetahuan dan pengalaman orang tentang bisnis online.<span id="more-656"></span></p>
<p>Saya biasa memesan berbagai macam barang dari penjual yang menawarkan barang yang dijualnya melalui berbagai forum jual beli. bursa.fotografer.net, kaskus.com, bukalapak.com, macclubindonesia.com, sepedaku.com, otomotif.net dan sebagainya. Banyak diantara mereka memang pedagang, bukan perseorangan yang menawarkan barang yang sudah tidak dipakainya lagi alias barang bekas. Bahkan untuk produk-produk yang dijual dengan toko fisik pun saya sering membeli justru melalui website yang mereka operasikan.</p>
<p>Biasanya mereka menggunakan jasa-jasa pengiriman yang layanannya memang kian hari kian professional. TiKi, JNE, dan Fedex merupakan pilihan yang paling banyak dipakai. Sementara untuk barang-barang berukuran besar biasanya dikirim melalui ekspedisi. Dari pengalaman saya, 99% pengiriman relatif tepat waktu.</p>
<p>Tetapi minggu lalu saya membeli barang kecil dari luar kota dan setelah 5 hari barang pesanan saya belum juga muncul. Tentu saya mulai khawatir dan mengkomunikasikannya dengan si penjual karena biasanya kiriman dari kota tersebut paling lama memakan waktu 2 hari. Hari Minggu pagi, 6 hari sejak saya memesan, tiba-tiba muncul petugas pengirim JNE yang datang membawa barang pesanan saya. &#8220;Akhirnya datang juga&#8221;, pikir saya menirukan presenter sebuah acara TV.</p>
<p>&#8220;Lama banget mas&#8221;, protes saya. &#8220;Maaf Pak&#8221;, jawabnya singkat. Saya tahu saya nggak bisa nuntut, karena dari tanda terima yang saya lihat, pengirim menggunakan layanan reguler yang memang tidak ada jaminan ketepatan waktunya.</p>
<p>Iseng-iseng saya tanya lagi, &#8220;Koq tumben hari Minggu ngirim Mas, bukannya biasanya libur?&#8221; Kali ini si kurir menjawab cukup panjang. &#8220;Iya Pak, biasanya tanggal merah ya pasti libur, cuman sekarang kiriman barang banyak banget, numpuk&#8221;, si kurir nyerocos. Sebelum sempat saya sautin dia lenyambung ceritanya. &#8220;Itu sih pak sekarang banyak kiriman dari yang online-online gitu itu lho&#8221;, sambungnya.</p>
<p>Setelah si kurir pergi, saya terdiam sejenak. Ternyata bisnis online &#8211; meskipun mungkin dengan format yang sangat sederhana &#8211; tengah menggeliat di Indonesia ini. Memperhatikan berbagai situs jual-beli online yang kian ramai, kita memang bisa melihat betapa banyak para pebisnis baru bermunculan dengan bantuan teknologi internet ini. Sebetulnya yang menggunakan channel-channel lain juga banyak. Lewat jaringan social media semacam Facebook dan Twitter misalnya.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2012/01/20/kompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka/' rel='bookmark' title='Kompetisi Bisnis Villa Rental di Sri Lanka'>Kompetisi Bisnis Villa Rental di Sri Lanka</a> <small>Sejak dua tahun lalu kami rajin memantau situasi di Sri...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2012/01/25/geliat-bisnis-online-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompetisi Bisnis Villa Rental di Sri Lanka</title>
		<link>http://www.seobali.com/2012/01/20/kompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2012/01/20/kompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 06:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[CommerzPlus]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=651</guid>
		<description><![CDATA[Sejak dua tahun lalu kami rajin memantau situasi di Sri Lanka, terutama mealui berbagai media internasional. Perhatian kami terhadap Sri Lanka muncul ketika kondisi keamanan di negara yang berpuluh-puluh tahun dilanda konflik berkepanjangan itu mulai membaik. Begitu kami cukup yakin bahwa konflik telah berakhir dan kondisi keamanan di seluruh negeri pulau itu merata dan stabil [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/08/16/google-panda-sudah-berlaku-global/' rel='bookmark' title='Google Panda Sudah Berlaku Global'>Google Panda Sudah Berlaku Global</a> <small>Para praktisi dan pemerhati SEO tentu sudah pernah mendengar dan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/' rel='bookmark' title='Kejarlah Keyword Kompetitif'>Kejarlah Keyword Kompetitif</a> <small>Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2012%2F01%2F20%2Fkompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2012/01/sri-lanka-villas.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-652" style="margin: 5px 10px;" title="sri-lanka-villas" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2012/01/sri-lanka-villas-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Sejak dua tahun lalu kami rajin memantau situasi di Sri Lanka, terutama mealui berbagai media internasional. Perhatian kami terhadap Sri Lanka muncul ketika kondisi keamanan di negara yang berpuluh-puluh tahun dilanda konflik berkepanjangan itu mulai membaik. Begitu kami cukup yakin bahwa konflik telah berakhir dan kondisi keamanan di seluruh negeri pulau itu merata dan stabil kami memutuskan untuk mulai bersiap-siap mengambil ancang-ancang.</p>
<p>Ketertarikan kami dengan Sri Lanka bukanlah tanpa alasan. Negara yang berupa sebuah pulau di ujung selatan India itu memang merupakan tempat tujuan wisata yang cukup populer di kawasan Asia sebelum konflik mulai merebak. Selama masa konflik tentu saja bukan hanya periwisata tapi seluruh sendi-sendi perekonomian mereka lumpuh. Praktis orang asing yang berkunjung hanya wartawan perang yang bertugas meliput konflik antara pemerintah yang dipegang oleh entnis mayoritas Singhala dan entnis minoritas Tamil yang menuntut kemerdekaan.</p>
<p>Sri Lanka merupakan negeri yang dikaruniai keindahan yang luar biasa. Selain pantai-pantainya yang indah juga memiliki daerah-daerah pegunungan yang banyak diminati wisatawan yang mencari kesejukan. Selain itu terdapat berbagai suaka alam yang relatif terjaga dengan baik. Memiliki rekam sejarah sampai ke masa berabad-abad sebelum masehi, warisan budaya Sri Lanka juga menjadi bagian dari daya tariknya.</p>
<p>Seperti biasa, persiapan kami mulai dengan riset baik di sisi produk maupun di sisi pasar. Kami mulai membuka komunikasi dengan sejumlah pemilik villa di Sri Lanka semetara tim teknis mempersiapkan domain, hosting, website, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk membangun infrastruktur pemasaran onlinenya.</p>
<p>Pembangunan infrastruktur yang masih belum merata dan aliran investasi yang masih tersendat membuat kebanyakan villa di Sri Lanka merupakan rumah peristirahatan warisan jaman kolonial, sebagian umurnya sudah lebih dari 300 tahun. Tetapi setelah direstorasi dengan hati-hati sambil mengkombinasikan dengan fasilitas penunjang kenyamanan modern seperti AC, fasilitas air panas, kolam renang, kasur pegas, peralatan hiburan elektronik, bahkan koneksi internet, rumah-rumah tua itu menjelma menjadi villa yang cantik dan nyaman.</p>
<p>Sebagai tempat tujuan wisata yang sudah cukup populer bahkan dari sejak masa kejayaan VOC, ternyata kompetisi di pasar jasa pemasaran villa di Sri Lanka sangat ketat. Jika Bali yang SERP Google untuk keyword Bali villas menghasilkan sekitar 2 juta hasil pencarian, untuk keyword <a href="http://srilankavillasonline.com">Sri Lanka villas</a> hampir 8 juta. Dari pengalaman yang kami miliki, kami tahu bahwa perlu kerja extra keras dan kesabaran tingkat tinggi untuk bisa menembus halaman pertama.</p>
<p>Setelah melakukan kunjungan pertama ke Sri Lanka pertengahan tahun lalu, secara marathon kami mengumpulkan produk dan bahan untuk mengisi website. Dalam satu bulan kami memperhitungkan bahwa konten website kami sudah cukup mumpuni untuk tahap awal, jadi seiring dengan terus memperkuat konten, kami mulai mulai melakukan operasi SEO dengan sabar. Ternyata meskipun sudah diprediksi akan berat, kesabaran kami tidak cukup dalam sehingga sebagian dari tim nampak mulai agak pesimis.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2012/01/sri-lanka-villas.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-653" title="sri-lanka-villas" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2012/01/sri-lanka-villas.gif" alt="" width="600" height="395" /></a></p>
<p>Kesabaran kami berbuah setelah 7 bulan, ketika website kami menduduki ranking kedua di SERP Google untuk keyword Bali villas, dan dengan tiba-tiba aliran pembeli mulai membludak. Meskipun demikian kami belum bisa tidur nyenyak menghadapi ekspansi kami di Sri Lanka ini. Di awal-awal biasanya ranking belum cukup stabil, karena itu kami belum boleh mengendorkan tekanan. Selain itu aliran pembeli yang mendadak naik cukup merepotkan khususnya untuk tempat yang cukup jauh dari kantor pusat kami di Bali dan belum sepenuhnya kami kuasai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/08/16/google-panda-sudah-berlaku-global/' rel='bookmark' title='Google Panda Sudah Berlaku Global'>Google Panda Sudah Berlaku Global</a> <small>Para praktisi dan pemerhati SEO tentu sudah pernah mendengar dan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/' rel='bookmark' title='Kejarlah Keyword Kompetitif'>Kejarlah Keyword Kompetitif</a> <small>Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2012/01/20/kompetisi-bisnis-villa-rental-di-sri-lanka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Squidoo</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/11/09/squidoo/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/11/09/squidoo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[content]]></category>
		<category><![CDATA[squidoo]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=647</guid>
		<description><![CDATA[Tidak mengherankan jika anda bersikap skeptis dengan kehadiran Squidoo.com. Ketika kita dibanjiri website-website berpola Web 2.0 yang menjanjikan berbagai keunggulan yang ujung-ujungnya hanya membuang-buang waktu saja, reaksi tersebut tidaklah berlebihan. Tapi mungkin anda akan berubah fikiran jika memperhatikan statistiknya. Dibangun oleh salah seorang pionir imternet marketing, Squidoo secara konsisten bercokol di papan atas ranking website-website [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F11%2F09%2Fsquidoo%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/11/squidoo.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-648" title="squidoo" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/11/squidoo-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Tidak mengherankan jika anda bersikap skeptis dengan kehadiran <a href="http://squidoo.com">Squidoo.com</a>. Ketika kita dibanjiri website-website berpola Web 2.0 yang menjanjikan berbagai keunggulan yang ujung-ujungnya hanya membuang-buang waktu saja, reaksi tersebut tidaklah berlebihan.</p>
<p>Tapi mungkin anda akan berubah fikiran jika memperhatikan statistiknya. Dibangun oleh salah seorang pionir imternet marketing, Squidoo secara konsisten bercokol di papan atas ranking website-website yang paling banyak dikunjungi. Dengan jutaan pengunjung setiap tahunnya, Squidoo tidak boleh dilewatkan begitu saja jika kita serius di dunia internet marketing.</p>
<p>Kemudahan pemakaian dan potensi traffic yang besar merupakan beberapa keunggulan Squidoo.</p>
<p><strong>Jadi Apa Itu Squidoo?</strong></p>
<p>Squidoo.com merupakan website yang populer dan banyak dikunjungi mereka yang mencari informasi. Dalam internet marketing, itu artinya pasar potensial. Karena itu apakah anda seorang pengusaha online mencari pembeli, blogger yang mencari pembaca, atau pemasar afiliasi yang ingin memperluas jangkauan, sebaiknya anda tidak melewatkan Squidoo begitu saja.</p>
<p>SEO didirikan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Seth_Godin">Seth Godin</a>. Jangan sebut anda internet marketer kalau anda tidak tau siapa dia. Rancangannya relatif sederhana, Squidoo terdiri dari kumpulan website mini yang dibuat oleh pemakai. Dalam terminologi Squidoo, website mini ini disebut lensa. Ada jutaan lensa dalam Squidoo dan jumlah ini terus bertambah. Topiknya tidak terbatas. Semua orang boleh membuat lensa tentang apa saja, dan karena itu Squidoo memiliki beragam informasi untuk semua orang.</p>
<p>Bagi internet marketer, berikut adalah beberapa alasan mengapa anda harus memanfaatkan Squidoo:</p>
<p><strong>Squidoo adalah pasar potensial.</strong> Ratusan ribu orang mengunjungi Squidoo setiap hari untuk mencari informasi tertentu. Squidoo merupakan salah satu website yang paling banyak dikunjungi di seluruh jagat maya. Selalu bercokol di papan atas Alexa.com.</p>
<p><strong>Content Squidoo bisa mendapat ranking tinggi dalam waktu singkat.</strong> Dengan popularitasnya yang sangat tinggi, konten yang kita publikasikan melalui Squidoo terindex dengan cepat oleh Google dan search engine lainnya. Dengan kata lain search engine langsung bereaksi begitu anda mempublikasikan konten baru melalui Squidoo. Dengan aliran trafficnya yang sangat besar, Squidoo memungkinkan konten yang kita publikasikan mendapatkan ranking yang tinggi dengan cepat.</p>
<p><strong>Anda dapat membangun infastruktur afiliasi di Squidoo.</strong> Kelebihan Squidoo bukan hanya dalam mengalirkan aliran traffic ke website kita. Kita juga bisa membangun &#8220;website&#8221; yang berfungsi penuh di dalam Squidoo. Seperti membangun sebuah website yang anda pakai untuk menjajakan produk-produk afiliasi, anda dapat membuat hub di Squidoo dan tidak perlu pusing dengan domain, hosting, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Anda bisa menghasilkan uang melalui Squidoo.</strong> Squidoo memungkinkan kita memasang iklan baik dari Google maupun jaringan lainnya dimana penerimaannya akan dibagi dua antara Squidoo dan pemilik lensa. Anda dapat mengambil uangnya untuk anda sendiri atau disalurkan untuk amal.</p>
<p>Semua manfaat itu tersedia GRATIS.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/11/09/squidoo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Panda Sudah Berlaku Global</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/08/16/google-panda-sudah-berlaku-global/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/08/16/google-panda-sudah-berlaku-global/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 03:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[panda]]></category>
		<category><![CDATA[ranking]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[Para praktisi dan pemerhati SEO tentu sudah pernah mendengar dan sedikit banyak mengetahui apa yang disebut Google Panda. Google Panda adalah perubahan algoritma komprehensif yang dilakukan Google dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian. Selain mempengaruhi ranking dari banyak website, pengembangan algoritma ini mengubah paradigma SEO secara radikal. Google sendiri terus menyempurnakan Google Panda. Banyak [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/' rel='bookmark' title='Google Panda Mengubah Paradigma SEO'>Google Panda Mengubah Paradigma SEO</a> <small>Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F08%2F16%2Fgoogle-panda-sudah-berlaku-global%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/matt-cutts-google-panda.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-643" style="margin: 5px;" title="matt-cutts-google-panda" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/matt-cutts-google-panda.jpg" alt="" width="274" height="221" /></a>Para praktisi dan pemerhati SEO tentu sudah pernah mendengar dan sedikit banyak mengetahui apa yang disebut Google Panda. Google Panda adalah perubahan algoritma komprehensif yang dilakukan Google dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil pencarian. Selain mempengaruhi ranking dari banyak website, pengembangan algoritma ini mengubah paradigma SEO secara radikal.</p>
<p>Google sendiri terus menyempurnakan Google Panda. Banyak pemerhati meyakini bahwa Google sekarang menggunakan Panda versi 2.3. Apa perbedaan masing-masing versi, tentu hanya Google yang tahu, pengamat dan praktisi hanya dapat menganalisa dari apa yang mereka pantau. Tetapi yang penting kita ketahui adalah bahwa Google telah memberlakukan update Panda ke seluruh dunia dengan berbagai bahasa.</p>
<p>Panda diperkenalkan di Amerika Serikat untuk pencarian berbahasa Inggris pada bulan Februari. Sesaat setelah itu, Google memberlakukannya ke seluruh dunia khusus untuk pencarian berbahasa Inggris. Minggu ini Google memberlakukannya untuk semua bahasa kecuali Jepang, Cina, dan Korea dimana Google masih perlu melakukan penyempurnaan.</p>
<p>Untuk kebanyakan bahasa, efeknya diyakini tidak akan terlalu besar. Diperkirakan hanya antara 6% sampai 9% pencarian akan terpegaruh. meskipun demikian, pencarian yang terpengaruh akan menunjukan perubahan hasil yang cukup kentara. Untuk pencarian berbahasa Inggris, pengaruhnya diperkirakan mencapai 12%, jauh lebih besar dari bahasa lain. Karena untuk pencarian berbahasa Inggris Google sudah memberlakukannya dari beberapa bulan lalu, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan yang membawa efek lebih besar sudah terjadi.</p>
<p>&#8220;Hasil evaluasi yang kami lakukan secara ilmiah terhadap data yang kami kumpulkan menunjukkan peningkatan kualitas hasil pencarian yang menyeluruh,&#8221; kata salah satu petinggi Google, Amit Singhal seperti dilansir searchenginejournal.com. &#8220;Respon dari pengguna terhadap Panda juga sangat baik,&#8221; lanjut Amit.</p>
<p>Seperti biasa, nampaknya Google sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan memperbaiki berbagai masalah yang ditemui sejak Panda diperkenalkan. Jadi sekarang tinggal PR kita untuk beradaptasi dengan baik dengan Panda.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/' rel='bookmark' title='Google Panda Mengubah Paradigma SEO'>Google Panda Mengubah Paradigma SEO</a> <small>Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/08/16/google-panda-sudah-berlaku-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperbaiki Landing Page untuk Meningkatkan Konversi</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 08:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[conversion]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Landing page adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung saat mengunjungi website kita. Dalam kebanyakan kasus, homepage merupakan landing page utama sebuah website. Meskipun demikian sering kali, sengaja ataupun tidak, halaman website lain berfungsi sebagai landing page. Sebagai contohmisalnya kita mengelola website smartphone.com untuk mejual produk-produk smart phone. Di dalamnya dibuat kategori berdasarkan platform, katakan saja [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F08%2F08%2Fmemperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/sales-conversion1.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-638" style="margin: 5px;" title="sales-conversion1" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/sales-conversion1-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Landing page adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung saat mengunjungi website kita. Dalam kebanyakan kasus, homepage merupakan landing page utama sebuah website. Meskipun demikian sering kali, sengaja ataupun tidak, halaman website lain berfungsi sebagai landing page.</p>
<p>Sebagai contohmisalnya kita mengelola website smartphone.com untuk mejual produk-produk smart phone. Di dalamnya dibuat kategori berdasarkan platform, katakan saja ada iPhone, BlackBerry, dan Android. Karena di pasaran smart phone berbasis Android diproduksi oleh beberapa merk, di bawah kategori platform Android terdapat sub-kategori merk, misalnya Samsung, HTC, Motorolla, Sony Ericsson, LG, dan Nexian. Baru setelah itu ada halaman detail dari masing-masing produk.</p>
<p>Mungkin pengunjung yang datang dari search engine dengan mengetik keyword &#8220;smart phone&#8221; mereka akan mendapati homepage sebagai landing page. Tetapi jika mereka mengetikkan &#8220;smartphone android&#8221; mereka mungkin akan mendapatkan halaman kategori platform Android sebagai landing page. Lebih jauh, jika mereka mencari dengan keyword &#8220;samsung galaxy s2&#8243; halaman detail produk dari smart phone berbasis Android merk Samsung dengan tipe Galaxy S2 akan menjadi landing page.</p>
<p>Dengan ilustrasi di atas, anda bisa melihat bahwa landing page tidak hanya homepage. Semua halaman website yang bisa diakses langsung oleh pengunjung bisa menjadi landing page dan karena itu harus dirancang dengan sangat matang agar dapat menjalankan fungsinya sebagai landing page dengan efektif. Sebagian orang kadang membuat landing page khusus untuk kampanye pemasaran tertentu yang traffic pengunjungnya langsung di arahkan ke halaman tersebut, misalnya melalui AdWords atau bahkan iklan tradisional.</p>
<p>Sebagai halaman yang pertama dilihat pengunjung saat memasuki website kita, peran landing page sangat menentukan dalam mengubah (konversi) pengunjung menjadi pembeli. Halaman yang secara visual tidak menarik, tidak memberikan informasi yang jelas dan bermanfaat, navigasinya membingungkan, akan cenderung &#8220;mengusir&#8221; pengunjung kembali ke search engine dan mengunjungi website kompetitor.</p>
<p>Dalam terminologi marketing kita mengenal sesuatu yang disebut &#8220;call to action&#8221;. Call to action adalah titik dimana pengunjung website melakukan apa yang kita ingin mereka lakukan, misalnya tombol BOOK NOW pada website hotel. Call to action tidak selalu membeli. Pada homepage website, call to action mungkin tidak &#8220;ujug-ujug&#8221; membeli tapi misalnya tombol &#8220;SEARCH&#8221; pada sebuah website e-commerce.</p>
<p>Menempatkan call to action merupakan faktor yang sangat kritis untuk mendapatkan konversi. Tetapi menempatkan call to action to tempat yang tepat saja tidaklah cukup. Semua komponen di dalam halaman harus dirancang sedemikian rupa untuk menarik pengunjung kemudian mengarahkannya menuju call to action.</p>
<p>Waktu pengunjung website anda sangatlah berharga. Bukan karena mereka orang sibuk dan punya banyak urusan lain tetapi karena waktu yang tersedia dari saat mereka membuka landing page kita sampai memutuskan untuk mengikuti call to action yang kita pasang sangat-sangat pendek. Sebuah riset mengenai waktu yang tersedia bagi sebuah halaman website untuk menarik perhatian pengunjung hanya 8 detik. Jika anda gagal untuk menarik perhatian mereka dan mengarahkannya menuju call to action dalam 8 detik, pengunjung tersebut akan segera berlalu menuju website lain.</p>
<p>Apa yang dapat anda lakukan agar website anda dapat memaksimalkan waktu yang hanya 8 detik itu?</p>
<p><strong>1. Singkat dan Padat</strong></p>
<p>Seperti halnya materi promosi pemasaran pada berbagai media lain,  materi yang ringkas tapi &#8220;menggigit&#8221; merupakan pendekatan yang paling efektif dalam membuat landing page yang efektif. Materi yang bertele-tele berpotensi mengganggu perhatian pengunjung dan menggelincirkannya keluar dari jalur konversi menuju call to action. Pastikan bahwa semua materi, konten pada halaman web, relevan dengan produk atau jasa yang anda tawarkan pada halaman tersebut serta &#8220;call to action&#8221; pada tahap sebelumnya yang membawa mereka pada landing page anda.</p>
<p><strong>2. Layout Sederhana</strong></p>
<p>Riset menunjukkan bahwa mayoritas (36%) landing page yang memiliki performa baik terdiri dari satu kolom. Hanya 14% dari landing page yang dinilai memiliki performa baik terdiri dari 2 kolom. Hanya 1% yang memiliki 3 kolom. Model berbentuk kotak atau postcard yang memenuhi satu halaman layar monitor juga menunjukkan performa yang jauh lebih baik.</p>
<p><strong>3. Batasi Jumlah Link</strong></p>
<p>Kita sering tertarik untuk menjejalkan link sebanyak-banyaknya ke dalam satu halaman. Biasanya dengan pertimbangan agar jika mereka tidak tertarik dengan produk, jasa, atau informasi yang ditampilkan pada halaman itu, mereka akan memilih tawaran anda yang lain alih-alih berlalu dan mencari website lain.</p>
<p>Pada kenyataanya, 49% landing page yang efektif hanya memiliki satu link. Logikanya, anda justru mengacaukan fokus perhatian penhunjung dengan berbagai pilihan lain sehingga bukannya yakin dengan pilihan mereka dan mengikuti call to action, mereka justru ragu-ragu, bingung, dan kemudian merasa perlu untuk surfing lebih banyak lagi sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>Selain 49% yang memiliki hanya 1 link, semakin banyak link, tingkat kesuksesannya semakin menurun sbb: 12% memiliki 2 link, 13% memiliki 3 link, 7%  memiliki 4 link. Memang agak membingungkan karena studi tersebut juga menunjukkan bahwa 19% memiliki 5 link atau lebih. Tapi dengan mudah anda bisa membandingkan bahwa 19%, meskipun naik dari 12%, 13%, dan 7%, dibandingkan dengan 49% yang hanya memiliki 1 link, tidaklah cukup material.</p>
<p>Fully 49% of all landing pages both in the B2B and B2C arena   contained just one link, as it seems that this preference is  incorporated into  landing pages in order to keep the message clear and  the desired action  obvious. The placement of multiple links can be seen  to dilute the essential  impact, as 12% utilize 2 links, 13% have 3  links, and 7% feature 4 links.  Surprisingly a total of 19% of all  landing pages have 5 or more links which  would instinctively seem  counter-intuitive.</p>
<p><strong>4. Hindari Scroll</strong></p>
<p>90% website yang sukses menuai konversi memiliki satu karakteristik yang sama, mereka menempatkan call to action pada posisi yang langsung terlihat jelas begitu halaman terbuka di layar monitor. Mungkin anda sering melihat landing page atau halaman web yang berisi penjelasan panjang lebar, dengan banyak gambar, analisa, diagram, dll. yang dirancang untuk meyakinkan konsumen, kemudian menempatkan call to action di ujung bawah.</p>
<p>Dari satu sisi, anda bisa saja benar dengan mempertimbangkan orang harus diyakinkan terlebih dahulu, baru diarahkan menuju call to action. Tapi jangan lupa, tidak banyak orang yang bersedia meluangkan waktu membaca penjelasan dan memperhatikan presentasi visual sebelum mengambil keputusan. Banyak riset pengambilan keputusan membuktikan bahwa intuisi memegang peran penting dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Hal terbaik adalah menempatkan call to action pada bagian yang bisa dilihat di layar monitor tanpa harus scroll. Bagi mereka yang mengambil keputusan cepat, mereka segera tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka yang menyediakan waktu untuk membaca dan menganalisa terlebih dahulu, tahu kemana pereka harus perki ketika akhirnya mengambil keputusan.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersiap untuk Google+</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/08/02/bersiap-untuk-google/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/08/02/bersiap-untuk-google/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 06:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[google+ google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=628</guid>
		<description><![CDATA[Dengan raihan 10 juta pengguna dan 20 juta pengunjung hanya dalam waktu 21 hari, Google+, platform social media baru besutan sang raksasa search engine, kita bisa membayangkan besarnya potensi yang dimilikinya. Para pemilik merk yang sudah mengidentifikasi dan kemudian memanfaatkan Facebook, YouTube, dan Twitter mulai mengambil ancang-ancang untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya. Sampai saat ini, Google+ [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/06/09/menyusun-strategi-social-media-yang-efektif/' rel='bookmark' title='Menyusun Strategi Social Media yang Efektif'>Menyusun Strategi Social Media yang Efektif</a> <small>Sebuah laporan riset yang dirilis socialmediaexaminer.com menunjukkan bahwa pada tahun...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/' rel='bookmark' title='Google Panda Mengubah Paradigma SEO'>Google Panda Mengubah Paradigma SEO</a> <small>Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F08%2F02%2Fbersiap-untuk-google%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/google-plus.png"><img class="alignleft size-full wp-image-631" title="google-plus" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/google-plus.png" alt="" width="256" height="256" /></a>Dengan raihan 10 juta pengguna dan 20 juta pengunjung hanya dalam waktu 21 hari, Google+, platform social media baru besutan sang raksasa search engine, kita bisa membayangkan besarnya potensi yang dimilikinya. Para pemilik merk yang sudah mengidentifikasi dan kemudian memanfaatkan Facebook, YouTube, dan Twitter mulai mengambil ancang-ancang untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya.</p>
<p>Sampai saat ini, Google+ sendiri memang belum mempunyai kesiapan untuk mengakomodasi pengguna komersial. Kabar burung memberitakan bahwa Google+ business pages akan segera tersedia, kendati untuk sementara mungkin hanya akan diberikan kepada beberapa ratus merk yang akan diundang untuk berpartisipasi pada masa pengujian awal, salah satu diantaranya Ford.</p>
<p>Tetapi hal ini tidak mengurungkan langkah perusahaan-perusahaan pemegang merk untuk segera menceburkan diri dengan mendaftarkan akun dengan mengunakan merk atau nama perusahaan sebagai nama. Sesuai janjinya, Google mulai menghapus akun-akun seperti ini mulai akhir minggu lalu. Meskipun demikian, seperti dikutip oleh ClickZ, mengantisipasi membludaknya peminat, Google berjanji akan memperkenalkan fasilitas untuk akun bisnis pada musim gugur mendatang.</p>
<p>Meskipun untuk sementara ini pebisnis yang ingin memanfaatkan Google+ harus menahan diri, sebaiknya kita mulai mempersiapkan strategi yang matang sehingga kita bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya begitu Google+ membuka pintu untuk pengguna komersial. Salah satu yang perlu diingat disini adalah strategi yang biasa kita pakai dengan platform social media lain belum tentu efektif untuk Google+ karena pada dasarnya pemakai platform social media lain yang beralih ke Google+ melakukannya karena menginginkan pengalaman yang berbeda.</p>
<p>Kita perlu strategi yang tangguh untuk Google+. Meskipun fasiltas untuk itu belum mulai tersedia, sudah waktunya kita muai merancang pola pemasaran kita di Google+. Apa saja yang harus kita lakukan?</p>
<p>Brands need a concrete strategy for Google+. Though it’s early, it’s not too early to start mapping out a Google+ marketing roadmap.</p>
<p><strong>1. Lakukan Community Research</strong></p>
<p>Identifikasilah &#8220;brand influencer&#8221; kampanye pemasaran kita pada platform social media yang sudah ada, kemudian lihatlah apakah mereka sudah menjadi pengguna aktif Google+. Hal ini penting karena sia-sia menginvestasikan uang dan waktu pada platform dimana kita belum memiliki &#8220;brand influencer&#8221;. Sama saja seperti kita memasang baliho di pinggir jalan yang tidak pernah dilewati orang.</p>
<p><strong>2. Jadilah Pengguna Aktif Google+</strong></p>
<p>Mungkin ini sesuatu yang ironis, tapi nyata. Banyak eksekutif pemasaran yang menggawangi strategi pemasaran korporat dan berbicara dengan jargon-jargon papan atas seperti &#8220;social ROI&#8221;, &#8220;engagement strategy&#8221;, &#8220;social sharing&#8221;, dan lain-lain ternyata tidak pernah terlibat dalam komunitas social media. Lalu bagaimana mereka memahami apa yang mereka bicarakan? Wallahu alam. Tapi yang jelas, di kepala saya, itu nggak masuk akal. Jadi, supaya anda mengenal medan dengan baik, terjunlah.</p>
<p><strong>3. Buatlah Strategi Komunitas</strong></p>
<p>Sebelum anda mulai menyasar para pengguna Google+ sebagai target kampanye pemasaran anda, susunlah strategi komunitas yang tepat. Rencana operasi anda setidaknya harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:</p>
<ul>
<li>Apa metode komunikasi yang paling potensial pada platform ini? Dalam bahasa platform social media yang sudah ada kita mungkin mengenal posts, promotions, paid ads, contests, updates, dll.</li>
<li>Apakah perbedaan yang paling esensial antara platform ini dengan platform-platform lain yang sudah ada sebelumnya seperti Facebook atau Twitter?</li>
<li>Siapa kelompok sasaran yang bisa anda tuju pada platform ini? Kenali mereka. Apakah mereka sama dengan para pemakai Facebook. Apakah mereka juga tetap aktif di Facebook? Apakah topik yang mereka bicarakan di platform ini berbeda dengan yang mereka bicarakan di Facebook?</li>
</ul>
<p><strong>4. Susunlah Parameter Keberhasilan</strong></p>
<p>Identifikasi bagaimana anda dapat mengukur keberhasilan pada platform Google+, baik itu dalam hal pemasaran maupun ikatan antara perusahaan, merk, dan produk anda dengan kelompok sasaran. Buatlah daftar indikator apa saja yang bisa diukur, bagaimana cara mengukurnya, dan besaran dimana anda dapat mengukur apakah anda sukses atau gagal. Pada platform lama kita biasa bicara jumlah fans, click, like, comment, share, dll.</p>
<p>Memang belum ada kabar apakah Google+ akan menawarkan program paid ads. Tapi melihat apa yang ditawarkan Facebook dan bagaimana Google selama ini mengkapitalisasi layanan search engine miliknya, kemungkinan besar pada waktunya program ini akan muncul. Seperti AdWords, paid ads ini punya parameter-parameter keberhasilan yang berbeda pula.</p>
<p><strong>5. Rencana Implementasi</strong></p>
<p>Pada saat Google+ akhirnya membuka pintu untuk penggunaan komersial, dapat dipastikan bahwa pemakai akan dibanjiri konten yang dipompakan para pengguna komersial. Bersikaplah tenang dan hati-hati. Jangan bertindak berlebihan dengan memompakan konten sebanyak-banyaknya karena bagaimanapun ini tetap platform sosial. Salah-salah pengguna malah merasa terganggu dan akhirnya berbalik menjauh. Mulailah pelan-pelan. Pantau terus-menerus dan sesuaikan konten dengan reaksi yang anda lihat.</p>
<p>Manfaatkan platform social media yang sudah ada untuk memperkenalkan keberadaan anda di Google+.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/06/09/menyusun-strategi-social-media-yang-efektif/' rel='bookmark' title='Menyusun Strategi Social Media yang Efektif'>Menyusun Strategi Social Media yang Efektif</a> <small>Sebuah laporan riset yang dirilis socialmediaexaminer.com menunjukkan bahwa pada tahun...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/' rel='bookmark' title='Google Panda Mengubah Paradigma SEO'>Google Panda Mengubah Paradigma SEO</a> <small>Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/08/02/bersiap-untuk-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Panda Mengubah Paradigma SEO</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 02:13:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[panda]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan Maret 2011 ini. Efek langsungnya adalah hasil pencarian yang terkocok, banyak website yang rangkingnya anjlok, banyak juga yang tiba-tiba naik. Efek psikologisnya tidak kalah besar dari efek teknisnya, banyak pebisnis online yang menggantungkan hidupnya dari Google ketar-ketir memikirkan periuk nasinya. Apa yang harus kita pebisnis [...]
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/' rel='bookmark' title='Kejarlah Keyword Kompetitif'>Kejarlah Keyword Kompetitif</a> <small>Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F07%2F04%2Fgoogle-panda-mengubah-paradigma-seo%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/07/google-panda-kick.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-624" title="google-panda-kick" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/07/google-panda-kick-300x252.jpg" alt="" width="300" height="252" /></a>Panda merupakan update terhadap algoritma Google yang diluncurkan pada bulan Maret 2011 ini. Efek langsungnya adalah hasil pencarian yang terkocok, banyak website yang rangkingnya anjlok, banyak juga yang tiba-tiba naik. Efek psikologisnya tidak kalah besar dari efek teknisnya, banyak pebisnis online yang menggantungkan hidupnya dari Google ketar-ketir memikirkan periuk nasinya.</p>
<p>Apa yang harus kita pebisnis online lakukan untuk menyelamatkan periuk nasi kita? Pada prinsipnya SEO nggak jauh-jauh filosofinya, ikuti apa yang diinginkan search engine, dalam hal ini Google. Apa yang diinginkan Google setelah diluncurkannya update Panda? Kita harus mengubah paradigma SEO kita.</p>
<p>Panda merupakan buah tangan seorang insinyur Google bernama Navneet Panda yang memiliki keahlian dalam algoritma machine learning, teknik mengajari komputer. Di dunia search engine, para insinyur berusaha mengajari komputer mana website yang baik sehingga layak mendapatkan ranking tinggi dan mana website yang buruk dan harus mendapatkan ranking rendah. Algoritma yang dikembangkan Navneet Panda membuat kemampuan machine learning Google meningkat drastis.</p>
<p>Google berusaha memindahkan pola pikir manusia ke dalam logika komputasi. Dalam sebuah wawancara, Amit Singhal dan Matt Cutts mencontohkan beberapa pertanyaan yang muncul di benak kita ketika kita berhadapan dengan satu website. &#8220;Apakah anda percaya untuk membeli produk yang ditawarkan di website itu dan membayar dengan kartu kredit anda?&#8221; &#8220;Apakah anda yakin akan kebenaran informasi medis yang ada di website itu sehingga anda dapat memutuskan yang terbaik untuk masalah kesehatan yang sedang dihadapi anak anda?&#8221; Atau pertanyaan yang lebih sederhana seperti &#8220;Apakah anda suka dengan desain website itu?&#8221; Semua pertanyaan bermuara pada kepercayaan, kredibilitas, kualitas.</p>
<p>Dengan berbagai parameter tersebut, sistem memisahkan website yang disukai orang dan yang kurang disukai orang, kemudian dengan berbagai parameter lain mengurutkannya. persoalannya parameter-parameter yang dipergunakan sebagai penentu bukan lagi parameter-parameter lama yang dulu diyakini banyak praktisi SEO. Dengan teknologi machine learning, sistem Google terus-menerus &#8220;belajar&#8221; dan &#8220;mengasah kemampuan&#8221; untuk memilih dan memilah, mana website yang disukai orang dinaikan rankingnya, mana website yang tidak disukai orang diturunkan rankingnya.</p>
<p>Jadi pada dasarnya merupakan hal baru yang membutuhkan pendekatan SEO yang berbeda. Selama bertahun-tahun ini kita sudah banyak makan asam garam dengan teknis SEO yang kini boleh dibilang teknik SEO klasik. Membangun konten yang baik, membuatnya bisa diakses dengan mudah oleh search engine, melakukan riset keyword, memasukkan keyword ke dalam konten, mendapatkan link, dan seterusnya. Sekarang kita dituntut untuk memikirkan hal yang sama sekali berbeda. Kit harus memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung yang menjelajahi website kita. Kita harus membangun merk yang dicintai dan dipercaya.</p>
<p>Panda secara tiba-tiba meningkatkan profil pekerjaan SEO menjadi online marketing strategist. Sekarang apapun yang anda lakukan dengan website anda di ranah maya sekarang dapat mempengaruhi SEO. Sekarang Google tidak lagi mengukur berapa banyak link yang diterima oleh suatu website, atau parameter-parameter lain yang dulu kita percayai sebagai faktor dominan.</p>
<p>Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?</p>
<p>Pertama, design dan user experience. Sebetulnya sudah sejak dulu pakar SEO menekankan pentingnya design dan user experience untuk menarik lebih banyak link, orang-orang yang tertarik untuk mengkontribusikan konten, parameter-parameter social media seperti share dan tweets, dan sebagainya. Tapi pada saat itu efek yang dihasilkannya bersifat sekunder. Sekarang efeknya berubah menjadi bersifat primer. Website yang penuh dengan iklan, struktur link yang rumit, sampai rancangan visual yang kuno dapat mempengaruhi performa website. Jangan lupa juga bahwa Google mengatakan, meskipun anda memiliki website yang bagus, jika ada bagian dari website tersebut yang jelek, akan mempengaruhi penilaiannya terhadap website itu secara keseluruhan.</p>
<p>Kualitas konten sangat sangat berpengaruh. Dulu pakar SEO sering menekankan untuk memiliki konten yang baik, unik, dan bermanfaat. Sekarang itu saja sudah tidak cukup lagi. Ada sangat banyak orang &#8211; jauh lebih banyak dari jumlah posisi pada halaman pertama suatu topik &#8211; yang membangun konten berkualitas untuk websitenya, dengan tata bahasa yang benar, kesalahan penulisan dikoreksi dengan teliti, dan konsisten dengan topik.</p>
<p>Anda mungkin berfikir &#8220;Saya akan memiliki 10,000 halaman tentang hotel di seluruh dunia, saya akan menyewa copywriter untuk menulis konten yang SEO-friendly, untuk masing-masing halaman minimal 100 kata&#8221;. Anda berfikir anda akan mendapatkan ranking yang tinggi? Salah besar! Anda justru mungkin akan mendapatkan penalty dari Google. Panda dirancang untuk menyingkirkan website yang kontennya diarahkan untuk tujuan SEO. Konten yang bak dan unik saja tidak cukup, anda harus memastikan bahwa konten tersebut menarik untuk pengunjung, membuat pengunjung ingin membaca dan membaginya melalui jaringan social media.</p>
<p>Seorang pengunjung yang sedang mencari hotel murah di Bali menemukan halaman web kita tentang pariwisata di Bali dan dia berfikir &#8220;Gile bener, tulisannya bagus, topiknya menarik, ada lucu-lucunya, foto-fotonya menarik, ada video aktivitas liburan, keren abis&#8221;. Dia tidak menemukan apa yang dicarinya di halaman web kita itu, tapi dia sudah terlanjur jatuh cinta. Dia bookmark di Delicious, dia like di share di Facebook, dia kirim link ke pamannya yang kebetulan juga sedang merencanakan liburan. Dia menemukan ada tombol social media di halaman itu, kemudian dia like di Facebook, dia follow di Twitter. Seperti itu kira-kira gambaran target optimasi kita sekarang. 100% berbeda dengan SEO yang kita kenal selama ini, minimal keyword disebut 3 kali, keyword mesti ada di title tag, di description tag, kontennya harus relevan dengan keyword, link dari website lain berpagerank tinggi dengan anchor text yang mengandung keyword, dll.</p>
<p>Optimasi lain yang diperlukan berhubungan dengan pengunjung dan metrik aktivitasnya, perbandingan antara website kita dengan website lain yang memiliki topik yang sama. Design, layout, konten, struktur, dan semua elemen lain harus dapat membuat pengunjung untuk betah berlama-lama di website kita. Berapa lama pengunjung berada di website kita? Apa malah begitu masuk langsung keluar lagi? Berapa banyak halaman web yang diakses pada saat dia datang ke website kita? Apa malah masik landing page langsung ngabur lagi? Dulu kita bicara traffic, semakin tinggi traffic semakin baik. Banyak diantara kita bahkan membeli traffic, atau ikut dalam traffic generation program dimana kita harus mengunjungi website lain supaya kita mendapatkan kunjungan. Sekarang, traffic yang tinggi bsa jadi malah menjadi bumerang. Jika pengunjung banyak tapi begitu masuk langsung keluar lagi, website kita akan dinilai sebagai website yang buruk, tidak layak dikunjungi.</p>
<p>Bukan hanya apakah pengunjung langsung pergi lagi ketika masuk ke website kita, kemana tujuan mereka pergipun menjadi perhatian. Pengunjung yang pergi meninggalkan website kita dengan mengikuti link yang ada di website kita, jauh lebih baik daripada pengunjung yang balik lagi ke Google dan mengulang pencarian, atau kembali ke halaman hasil pencarian dan mencoba website lain. Mengapa? Karena jika pengunjung mengikuti link di website kita, kita setidaknya dinilai memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengunjung. Jika pengunjung kembali ke Google, artinya mereka tidak puas dengan website kita. Lagi-lagi, dulu kita sangat pelit memberikan link. Sekarang memberikan link justru bisa menyelamatkan kita dari penilaian buruk google.</p>
<p>Kualitas dan keanekaragaman pengunjung sekarang juga menjadi faktor penting. Apakah pengunjung website kita hanya datang dari Indonesia saja atau dari seluruh dunia. Bagaimana riwayat masing-masing pengunjung. Website mana saja yang dikunjunginya sebelum masuk ke website kita. Website mana saja yang dikunjunginya setelah keluar dari website kita. Kualitas website-website tersebut di mata Google.</p>
<p>Google memiliki semua cara yang dia butuhkan untuk dapat mengidentifikasi informasi-informasi tersebut. Informasi-informasi itu kemudian diumpankan ke algoritma machine learning. Sebelum memproses informasi tersebut untuk menilai website, sistem mereka menggunakan informasi tersebut untuk menyempurnakan &#8220;pengetahuan&#8221;nya terlebih dahulu. Karena itu memang kalau kita perhatikan, update Google setelah panda direlease memang lebih lambat.</p>
<p>Dulu kita sering mendengar orang bertanya &#8220;Website saya kena sandbox, nggak keluar-keluar juga.&#8221; Sekarang kita mulai mendengar &#8220;Website saya kena Google panda, sudah diutak-atik sana-sini tapi masih belum keluar-keluar juga.&#8221; Persoalannya memang lain. Pertama, update lebih lambat, jadi memang menunggu update juga lebih lama, dan ranking website kita tidak akan berubah sebelum update. Tapi meskipun ketemu waktunya update, website kita tidak akan naik lagi rankingnya hanya dengan mengutak-atik parameter-parameter SEO model lama. Kecuali kita bisa merubah perilaku pengunjung anda, ranking kita tidak akan naik. Salah satu contoh parameter dan cara melihatnya, cobalah masuk ke Google Analytics dan perhatikan apakah lama waktu per kunjungan di website anda meningkat? Jika tidak, jangan harap ranking anda akan membumbung kembali.</p>
<p>Untuk mereka yang terbiasa dan mendapatkan hasil yang baik dengan pendekatan SEO lama, tentu Update Panda ini merupakan pukulan berat, karena website yang rankingnya jatuh, tidak lagi bisa diselamatkan dengan cara lama. Untuk menyelamatkan website yang rankingnya jatuh akibat Update Panda, anda harus memulai dari nol, dengan paradigma baru, dengan cara yang sangat berbeda. Tapi sesungguhnya Google hanya mempertegas filosofi yang telah dipegang teguh sejak lama. Google ingin memberikan hasil pencarian yang berkualitas, hanya website-website yang berkualitas yang dapat memperoleh ranking yang baik.</p>
<p>Pada dasarnya, para pemilik website yang menomorsatukan pengunjung, memprioritaskan konsumen, akan tetap bertahan. Mereka yang jatuh, harus mulai mengubah filosofi keberadaannya di ranah maya. Sama dengan toko tradisional yang harus menempatkan kepuasan konsumen pada prioritas tertinggi, website juga harus menempatkan pengunjung pada prioritas tertinggi.</p>
<p>I know this is frustrating. I know it&#8217;s a  tough issue. In fact, I think that there are sites that have been  really unfairly hit. That sucks and they shouldn&#8217;t be and Google needs  to work on this. But I also know that I don&#8217;t think Google is going to  be making many changes. I think they are very happy with the way that  Panda has gone from a search quality perspective and from a user  happiness perspective. Their searchers are happier, and they are not  seeing as much junk in the results. Google likes the way this is going. I  think we are going to see more and more of this over time. It could  even get more aggressive. I would urge you to work on this stuff, to  optimize around these things, and to be ready for this new form of SEO.</p>
<p>Thanks everyone for watching. Look forward to some great comments,  questions, feedback in the post. I will see you again next week for  another edition of Whiteboard Friday. Take care.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/' rel='bookmark' title='Kejarlah Keyword Kompetitif'>Kejarlah Keyword Kompetitif</a> <small>Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/07/04/google-panda-mengubah-paradigma-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlukah Belajar Pemrograman?</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/06/29/perlukah-belajar-pemrograman/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/06/29/perlukah-belajar-pemrograman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 08:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[programming]]></category>
		<category><![CDATA[web developer]]></category>
		<category><![CDATA[web programmer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=616</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah diskusi yang saya hadiri, sempat terjadi perdebatan ketika seorang praktisi SEO menyatakan bahwa seorang praktisi SEO setidaknya harus menguasai dua bahasa pemrograman. Perdebatan mulai menghangat ketika beberapa orang yang menyatakan sependapat dengannya karena merasa memiliki keterampilan tersebut terpukul dengan pernyataan &#8220;HTML tidak termasuk bahasa pemrograman&#8221;, kata si pembuka perdebatan. &#8220;JavaScript boleh dibilang bahasa [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F06%2F29%2Fperlukah-belajar-pemrograman%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/06/web-programmer.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-617" style="margin: 10px;" title="web-programmer" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/06/web-programmer.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Dalam sebuah diskusi yang saya hadiri, sempat terjadi perdebatan ketika seorang praktisi SEO menyatakan bahwa seorang praktisi SEO setidaknya harus menguasai dua bahasa pemrograman. Perdebatan mulai menghangat ketika beberapa orang yang menyatakan sependapat dengannya karena merasa memiliki keterampilan tersebut terpukul dengan pernyataan &#8220;HTML tidak termasuk bahasa pemrograman&#8221;, kata si pembuka perdebatan. &#8220;JavaScript boleh dibilang bahasa pemrograman, tapi kalau anda hanya menggunakannya untuk membuka pop-up window, ya sama saja&#8221;, lanjutnya.</p>
<p>Lalu benarkah penguasaan bahasa pemrograman yang sesungguhnya dapat membantu kesuksesan kita dalam hal SEO? Jika benar, mengapa harus lebih dari satu?</p>
<p>Pada prinsipnya, yang kita perlukan bukanlah menggunakan bahasa tersebut untuk membuat program. &#8220;Kita bisa saja mempelajari sebuah bahasa pemrograman tetapi tidak sungguh-sungguh memahami program itu sendiri&#8221;, seorang programmer kawakan berargumen. Dengan mempelajari lebih dari satu bahasa pemrograman, kita bisa memahami bahwa dibalik &#8220;tata-bahasa&#8221; yang berbeda ada struktur logika yang sama. Itulah yang sesungguhnya perlu kita fahami.</p>
<p>Anda mungkin memang tidak harus membangun website sendiri, tapi jika anda memahami bahasa pemrograman, anda akan lebih mudah berkomunikasi dengan web developer yang anda sewa. Tanpa anda pernah mengalaminya sendiri, akan sangat sulit bagi anda untuk memahami mengapa perubahan kecil yang anda minta ternyata makan waktu lama untuk diimplementasikan.</p>
<p>&#8220;Banyak orang menyepelekan tapi sesungguhnya pemrograman itu bukanlah sesuatu yang mudah&#8221;, mantan programmer yang sekarang menjadi pebisnis online berkomentar dalam sebuah diskusi. &#8220;Ketidak-tahuan anda mungkin membuat anda memaksa web developer anda melakukan sesuatu yang sepertinya mudah tapi ternyata secara teknis sulit, dan sesungguhnya jika anda ingin membayar mereka untuk melakukan sesuatu yang super rumit, sekalian suruh saja mereka membuat Facebook dan anda akan menjadi sangat kaya&#8221;, imbuhnya.</p>
<p>Anda bisa lebih bijaksana jika anda memiliki pemahaman yang cukup. Ketika anda tahu persis apa yang bisa, sulit, atau bahkan tidak bisa dilakukan, anda dapat memanfaatkan tenaga web developer anda dengan lebih produktif. Anda bisa turut memikirkan, memberikan saran, untuk solusi pemrograman yang diperlukan untuk melaksanakan apa yang anda inginkan. Anda bisa menilai dengan tepat waktu yang dibutuhkan web developer anda untuk melaksanakan perintah anda.</p>
<p>Di kalangan komunitas programmer ada istilah yang mengatakan &#8220;The best way to communicate with your developers is to speak the same language&#8221;.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/06/29/perlukah-belajar-pemrograman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyusun Strategi Social Media yang Efektif</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/06/09/menyusun-strategi-social-media-yang-efektif/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/06/09/menyusun-strategi-social-media-yang-efektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 07:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=608</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah laporan riset yang dirilis socialmediaexaminer.com menunjukkan bahwa pada tahun 2010, 67% pemasar merencanakan untuk meningkatkan pemanfaatan social media termasuk blog, Twitter, dan Facebook. Meskipun anda mungkin bukan merupakan salah satu responded riset itu, saya yakin anda berada pada kelompok yang 67%. Tetapi untuk mengintegrasikan social media ke dalam rencana pemasaran dan komunikasi yang menyeluruh, [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F06%2F09%2Fmenyusun-strategi-social-media-yang-efektif%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/06/bali-social-media.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-609" style="margin: 5px;" title="bali-social-media" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/06/bali-social-media-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Sebuah laporan riset yang dirilis socialmediaexaminer.com menunjukkan bahwa pada tahun 2010, 67% pemasar merencanakan untuk meningkatkan pemanfaatan social media termasuk blog, Twitter, dan Facebook. Meskipun anda mungkin bukan merupakan salah satu responded riset itu, saya yakin anda berada pada kelompok yang 67%. Tetapi untuk mengintegrasikan social media ke dalam rencana pemasaran dan komunikasi yang menyeluruh, diperlukan strategi yang tepat. Jika tidak, bisa jadi ranah social media justru menenggelamkan kita.</p>
<p>Jadi bagaimana kita meyusun strategi ini? Salah satu hal yang penting anda sadari sebelum mulai melangkah adalah bahwa sasaran utama keterlibatan kita dalam social media BUKAN MENJUAL. Jika anda menceburkan diri ke kolam social media hanya karena orang lain juga melakukannya, atau alih-alih menjalin hubungan anda ingin berjualan disana, sebaiknya lupakan saja.</p>
<p><strong>1. Tentukan Sasaran</strong></p>
<p>Pemanfaatan social media yang efektif membutuhkan kolaborasi yang didalamnya terdapat pembagian yang jelas. Medelegasikan hanya pada departemen tertentu &#8211; pemasaran, PR, komunikasi, dll. &#8211; bukan pendekatan yang tepat. Hal yang lebih menting adalah memahami sasaraan dan bagaimana sasaran tersebut terintegrasi ke dalam sasaran perusahaan secara keseluruhan.</p>
<p><strong>2. Riset Terus Menerus</strong></p>
<p>Sebelum anda menceburkan diri, mulailah dengan mengenal secara bertahap sehingga anda tahu persis apa yang bisa anda harapkan dari keterlibatan anda di komunitas social media. Ada dua hal yang harus anda lakukan disini, yaitu:</p>
<p>(a) Pilihlah website social media yang anda yakini bisa menjembatani hubungan anda dengan kelompok sasaran. Biasanya di urutan atas daftar anda akan terdapat Twitter, Facebook, LinkedIn, sejumlah blog, forum, baru disusul oleh yang lain.</p>
<p>(b) Lakukan riset lebih mendalam di masing-masing website dalam list yang anda buat tadi untuk memastikan relevansinya. Coba lakukan pencarian untuk merk dan produk anda, merk dan produk pesaing, dan keyword sasaran. Pantau lalu-lintas komunikasi yang terjadi di sekitar merk, produk, dan keyword anda sehingga anda bisa menentukan sekaligus memahami perilaku kelompok sasaran anda.</p>
<p><strong>3. Buat Daftar Kontak dan Konten</strong></p>
<p>Jika kita menjalankan keterlibatan kita di komunitas social media dengan tepat, jaringan akan tumbuh secara alami dengan sendirinya. Mulailah membangun jaringan dengan melibatkan diri di dalam percakapan yang relevan dan anda fahami. Anda bisa melakukannya misalnya dengan mengikuti blog-blog yang relevan dengan bidang anda atau mengidentifikasi kemudian melibatkan diri dalam percakapan yang melibatkan orang-orang yang berpengaruh serta relevan dengan bidang anda.</p>
<p><strong>4. Bangun Jaringan dengan Melibatkan Diri Dalam Percakapan</strong></p>
<p>Setelah anda merasa cukup dengan riset dan pemantauan yang anda lakukan, mulailah melibatkan diri dalam percakapan dengan memberi komentar di blog dan forum, memberi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di Yahoo! atau LinkedIn, melibatkan diri dalam kelompok diskusi yang relevan, melibatkan diri dalam percakapan Twitter, dll.</p>
<p>Mulailah membangun jaringan dengan mengikuti atau berteman dengan tokoh-tokoh yang berpengaruh di bidang anda. Jangan terpaku dengan orang-orang yang memiliki ribuan follower. Banyak orang yang sangat berpengaruh tetapi jumlah followernya tidak terlalu banyak.</p>
<p><strong>5. Perkuat Terus Jaringan Anda</strong></p>
<p>Jangan bersembunyi di balik avatar, muncul dan berkomunikasilah sebagai sosok yang nyata. Selain interaksi yang intensif di dunia maya, libatkan diri anda di dalam forum-forum dan event-event nyata. Selain membantu anda menambah wawasan, bertemu secara fisik akan memperkuat hubungan anda dengan orang-orang yang mungkin tadinya hanya anda temui melalui social medial.</p>
<p><strong>6. Ukur Pencapaian Anda</strong></p>
<p>Seperti hal-hal lain dalam bisnis, anda juga harus memantau pencapaian anda, mengukur keberjasilan anda. Kemudian korelasikanlah pencapaian tersebut dengan sasaran yang anda buat di awal.</p>
<p>Beberapa yang biasa dijadikan ukuran adalah:</p>
<p>(a) Peningkatan pengenalan merk di dunia social media. Beberapa parameter yang bisa dijadikan ukuran diantaranya follower Twitter, like di Facebook, komentar, berapa serin kita disebut di dalam percakapan, dan sebagainya.</p>
<p>(b) Peningkatan sentimen positif. Disini kita perlu mencatat penyebutan merk atau produk kita dengan konotasi yang negtif maupun positif. Berfikir dan bertindaklah bijak. Seperti di dunia nyata, di ranah social media kita juga mendapati kejadian-kejadian dimana sesuatu yang positif justru disikapi orang negatif.</p>
<p>(c) Peningkatan dari hubungan sosial menjadi hubungan bisnis. Pantaulah orang-orang yang terhubung dengan anda. Selalu perhatikan kemungkinan menjalin hubungan bisnis yang saling menguntungkan jika ada kesempatan.</p>
<p>(d) Peningkatan traffic ke website. Seiring meningkatnya kredibilitas anda, merk dan produk, serta perusahaan anda di dunia social media, website anda akan mendapatkan peningkatan kunjungan oleh pengunjung-pengunjung yang datang melalui website social media.</p>
<p><strong>7. Analisa, adaptasi, sempurnakan.</strong></p>
<p>Keterlibatan kita di ranah social media bukan sesuatu yang kita lakukan jangka pendek. Karena itu, seperti bisnis yang memiliki iterasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, disini juga kita juga harus melakukan hal yang sama, menganalisa kampanye social media yang sudah kita lakukan, mengadaptasi temuan-temuan positif ke dalam proses, serta menggunakannya untuk terus melakukan penyempurnaan.</p>
<p>Eksperimen dan pengujian terus menerus akan semakin menyempurnakan langkah kita dalam kampanye social media yang kita lakukan. Semakin jauh anda terlibat anda semakin terbiasa, semakin mengenal, dan semakin memahami apa seharusnya anda lakukan dan yang tidak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/06/09/menyusun-strategi-social-media-yang-efektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejarlah Keyword Kompetitif</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 03:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[wonder wheel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=603</guid>
		<description><![CDATA[Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO menyarankan anda untuk mencari keyword yang tidak terlalu kompetitif. Dengan menjual teori niche marketing, long-tail strategy, dan lain-lain, mereka menyarankan anda untuk merunduk, menjadi pecundang yang tidak berani bertempur di medan yang keras. Jangan membiarkan diri anda terus menjadi pecundang hanya karena malas bekerja keras [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F05%2F04%2Fkejarlah-keyword-kompetitif%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p>Berapa sering anda mendengar para praktisi, konsultan, atau pakar SEO menyarankan anda untuk mencari keyword yang tidak terlalu kompetitif. Dengan menjual teori niche marketing, long-tail strategy, dan lain-lain, mereka menyarankan anda untuk merunduk, menjadi pecundang yang tidak berani bertempur di medan yang keras.</p>
<p>Jangan membiarkan diri anda terus menjadi pecundang hanya karena malas bekerja keras dan tidak sanggup bekerja cerdas. Untuk mereka yang bekerja keras dan cerdas, peluang untuk melesat ke papan atas untuk keyword yang kompetitif masih terbuka lebar, mengalirkan luapan traffic yang sebagian terkonversi menjadi penjualan.</p>
<p>Ingatlah prinsip dasar search engine. Mereka terus bekerja keras mengembangkan sistem untuk memberikan para penggunanya hasil pencarian yang terbaik, sumber informasi yang relevan dengan keyword yang mereka umpankan. Jadi faktor terpenting jika anda ingin website anda diangap sebagai sumber informasi yang relevan adalah on-page optimization. Faktor-faktor penunjang on-page optimization diantaranya urutan URL, title, konten, dan teknik pemrograman.</p>
<p>Sekarang mari kita bicara sedikit mengenai langkah-langkah sederhana yang ampuh untuk mengalirkan &#8220;link-juice&#8221; ke halaman-halaman tertentu di dalam website kita. Teknik seperti ini efektif untuk menembus papan atas search engine untuk keyword kompetitif dan mengalirkan traffic berkualitas dalam jumlah besar.</p>
<p>1. Pilihlah keyword impian anda.</p>
<p>Pergunkan keyword research tool untuk membuat daftar keyword yang komprehensif, kemudian pilihlah sedikitnya 5 keyword yang dapat mengalirkan traffic dalam jumlah besar ke website anda. Jangan ragu-ragu, jangan malu-malu. Pilihlah keyword yang paling berpotensi mengalirkan traffic yang besar, meskipun kompetisinya sangat keras.</p>
<p>Sebagai contoh, misalnya anda mengelola website travel agent yang menjual &#8220;bali holiday&#8221;. Urutan keyword yang anda pilih mungkin sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>bali accommodation</li>
<li>bali travel</li>
<li>bali hotel</li>
<li>bali holiday package</li>
<li>bali holiday deals</li>
</ul>
<p>2. Sebar keyword tersebut di dalam website.</p>
<p>Pastikan bahwa keyword-keyword di atas tersebar di banyak halaman di di dalam website anda. Di bagian deskripsi produk, di bagian berita, di bagian blog dan sebagainya. Jangan asal sebar. Konten halaman dimana keyword-keyword tersebut ditempatkan harus relevan dengan dengan keyword ybs. Pastikan anda melakukan on page optimization dengan optimal.</p>
<p>3. Buat satu &#8220;landing page&#8221; untuk masing-masing keyword tadi di website anda.</p>
<p>Landing page adalah halaman khusus yang dibuat untuk membantu mereka yang melakukan pencarian. Mereka akan langsung mendapatkan bagian dari website anda yang relevan dengan apa yang mereka cari. Jika mereka mencari &#8220;bali accommodation&#8221;, mereka akan lebih terbantu jika mereka langsung menemukan halaman yang berisi akomodasi di Bali daripada homepage yang memuat berbagai produk-produk lain juga.</p>
<p>Biasanya posting blog tidak cukup untuk kebutuhan ini. Buatlah halaman khusus dengan konten yang secara spesifik relevan dan memuat produk-produk yang relevan pula.</p>
<p>4. Buat Internal Linkback</p>
<p>Dari semua keyword yang tersebar di dalam website anda (lihat langkah no. 2) buatlah link menuju landing page yang disiapkan khusus untuk keyword tersebut. Landing page akan berfungsi sebagai titik pusat strategi keyword yang anda lakukan.</p>
<p>5. Perkaya Linkback</p>
<p>Sekarang waktunya memperbesar variasi link back yang anda buat dengan keyword-keyword tambahan yang juga relevan. Untuk yang satu ini, anda tidak perlu membuat landing page baru. Yang anda harus lakukan adalah mencari keyword-keyword lain yang relevan dengan keyword utama yang anda buatkan landing page.</p>
<p>Buatlah konten yang relevan dengan keyword-keyword tambahan yang sudah anda tentukan. Buatlah link dengan keyword tambahan itu sebagai anchor text menuju landing page yang terkait.</p>
<p>Supaya anda tidak salah pilih menentukan keyword tambahan yang relevan dengan masing-masing keyword, anda bisa bertanya langsung pada fihak yang berwenang menentukan apakan keyword-keyword itu dianggap relevan atau tidak. Siapa lagi kalau bukan Google. Karena meskipun segenap hati dan perasaan kita menganggap relevan, kalau Google mengatakan tidak, ya apalah artinya. Google berkuasa.</p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/05/wonder-wheel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-605" title="wonder-wheel" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/05/wonder-wheel.jpg" alt="" width="500" height="408" /></a></p>
<p>Untungnya Google sudah membuatkan tool yang bisa membantu kita mengukur relevansi keyword dengan mudah dan cepat. Namanya Wonder Wheel. Cobalah dan anda pasti akan dengan mudah menguasainya.</p>
<p>6. Langkah Tambahan</p>
<p>Langkah terakhir adalah sabar dan tawakal. Meskipun frekuensi crawling search engine &#8211; terutama Google &#8211; sudah semakin tinggi, perlu waktu lama untuk membangun &#8220;kepercayaan&#8221;. Lambat laun keyword tambahan yang tingkat kompetisinya lebih rendah akan mulai naik. Menyusul kemudian keyword-keyword yang anda pilih. Dari pengalaman saya, setidaknya perlu 2 bukan untuk mulai melihat hasil.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/05/04/kejarlah-keyword-kompetitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

