Teknik SEO Yang Harus Dihindari

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: June 6th, 2008

Konflik kepentingan antara artistik dan konsep marketing versus SEO hampir selalu muncul dalam setiap pengembangan website. Kebanyakan mudah dicarikan jalan keluarnya, tetapi ada juga yang lumayan rumit. Bahkan ada yang kemudian terpaksa kita terima sebagai kelemahan website kita, sehingga kita perlu “berkorban” lebih banyak pada hal yang lain untuk mengkompensasinya.

Mingkin kita bisa berkorban dengan copywriting, sehingga isi website kita lebih banyak. Menulis lebih banyak artikel dengan link ke website kita, sehingga website kita mendapatkan backlink lebih banyak. Ada juga yang mengambil jalan pintas dengan mengaplikasikan apa yang populer sebagai black-hat SEO. Pada prinsipnya praktek black-hat SEO ini adalah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan ranking yang tinggi, umumnya dilakukan dengan cara “mengelabui” mesin pencari, membuat mesin pencari menganggap website sebagai sumber informasi yang relevan dan bernilai tinggi, sehingga layak mendapat ranking yang tinggi.

Banyak pelaku bisnis online bahkan yang berskala besar dengan sengaja melakukan praktek ini, menyebabkan websitenya mendapatkan ranking yang tinggi untuk kata kunci yang ditargetkan, meskipun sebenarnya isi websitenya sama sekali tidak relevan dengan kata kunci tersebut. Umumnya mereka memang mengejar keuntungan sesaat, begitu “tertangkap” mereka sudah siap dengan website yang lain.

Jika tujuan anda dalam berbisnis online adalah jangka panjang, hindarilah teknik seperti ini. Karena meskipun mungkin berhasil, anda hanya akan menikmati keberhasilan itu sesaat saja. Segera setlah mesin pencari mendeteksi “penipuan” yang anda lakukan, bukan hanya penurunan ranking yang anda dapatkan sebagai hukuman.

Berikut adalah beberapa teknik yang sering dipakai. Saya sengaja memakai istilah dalam Bahasa Inggris, karena memang sangat populer. Paling tidak ini dapat membantu anda jika ingin melalukan riset online untuk lebih mendalaminya.

Domain Cloaking

Selintas mungkin anda melihat teknik ini sebagai gagasan yang cemerlang. Konsepnya adalah dengan membuat dua versi yang berbeda dari tiap halaman website. Jika halaman website tersebut diakses pengunjung biasa, akan ditampilkan halaman yang cantik dan menarik. Tetapi jika halaman website tersebut diakses oleh robot mesin pencari, akan ditampilkan isi yang saking doiptimasinya untuk keperluan SEO, mungkin menjadi sangat tidak menarik dan tidak bisa dimengerti oleh  pengunjung biasa. Jadi singkatnya teknik ini mengejar ranking yang tinggi di SEO dengan tetap memberikan tampilan yang menarik bagi pengunjung biasa.

Secara teknis modal utamanya adalah serangkaian program yang dapat mendeteksi pengunjung, apakah pengunjung biasa atau robot mesin pencari. Jika terdeteksi bahwa yang berkunjung adalah robot mesin pencari, akan di arahkan ke halaman khusus yang dioptimasi habis-habisan. Masalahnya adalah saking banyaknya pelaku, sekarang kebanyakan mesing pencari sudah memiliki kemampuan untuk mendeteksi praktek ini. Tidak ada lagi tenggang sukses untuk dinikmati sebelum “tertangkap”. Begitu terdeteksi bukan cuman satu halaman tapi seluruh website akan di black-list. Bukan hanya batal dibaca dan diindeks, tetapi halaman lain dari website yang sama dan sebelumnya telah terindeks pun akan dikeluarkan. Lebih parah lagi, website tersebut tidak akan pernah dikunjungi lagi. Jadi meskipun anda menyadari telah “tertangkap” dan kemudian insyaf dan memeprbaiki website anda, sudah terlambat.

Duplicate Content

Dalam membangun sebuah website, isi dalam bentuk teks dari website sering menjadi hambatan yang sangat serius. Jika anda sendiri bukan penulis, mungkin anda harus membuang uang dalam jumlah besar untuk membayar penulis. Jika anda ingin memiliki website yang memiliki 100 halaman, maka anda harus menulis sebanyak sebuan novel. Jika anda bukan Mira W yang mampu menuangkan imajinasinya dalam kata-kata, atau Hermawan Kartajaya yang mampu menuangkan pemikirannya dalam bentuk makalah atau buku, apa yang akan anda lakukan?

Banyak yang mengambil jalan singkat dengan mencuri isi website website lain untuk mengisi websitenya sendiri. Sadar Bung! Google, Yahoo, dan MSN diciptakan di Amerika, bukan di Indonesia atau China. Mesin pencari sangat menghargai hak cipta. Ini praktek yang sangat berbahaya. Lebih jauh, meskipun anda tidak melanggar hak cipta misalnya karena anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil, mesin pencari tetap tidak menyukai praktek ini. Karena mereka tidak ingin menampilkan deretan hasil pencarian yang ternyata setelah dikunjungi isinya sama semua.

Untuk menjamin hal ini, mesin pecnari melengkapi diri dengan sistem pendeteksi yang relatif canggih. Diantaranya dengen mendeteksi “kesegaran” isi. Jika robot menemukan halaman website yang isinya sama dengan beberapa yang telah ditemukannya sebelumnya, akan dipilih siapa yang pertama memilikinya. Sisanya akan dianggap sebagai duplikat, nilainya akan diturunkan atau bahkan tidak diindeks sama sekali.

Umumnya mesin pencari mengkategorikan duplicate content menjadi 4 kelompok:

1. Artikel dengan distribusi luas. Satu artikel dapat muncul dalam banyak website yang memiliki topik yang terkait. Umumnya ditulis oleh orang yang memang ingin tulisannya dipublikasikan seluas-luasnya. Beberapa contoh diantaranya press release, atikel mengenai pengalaman tertentu, dll. Meskipun tidak mengandung konflik hak cipta karena penulisnya memang ingin tulisannya diduplikasi, tetapi betapapun pentingnya suatu tulisan, jika ratusan kali muncul di berbagai website, tetap ada kemungkinan dianggap sebagai duplikasi dan kemungkinan diindeks semakin kecil.

2. Deskripsi produk untuk toko online. Biasanya produsen memngijinkan toko online yang menjual produknya, mengambil deskripsi produk dari websitenya, untuk ditampilkan di website toko online tsb. Hampir semua deskripsi produk tidak diindeks oleh mesin pencari kecuali yang ditampilkan pada website produsen. Ini merupakan bentuk komitmen mesin pencari pada pemakai. Mesin pencari memang dirancang untuk “meloncati” deskripsi produk. Meskipun demikian efeknya hanya sampai disitu saja, tidak menyebabkan website toko online ybs. mendapatkan “hukuman” seperti dikeluarkan dari indeks.

3. Duplikasi halaman website. Tanpa tujuan negatif, kadang-kadang terjadi duplikasi halaman website, misalnya jika ifromasi yang sama diakses dari halaman yang berbeda. Misalnya jika anda memiliki halaman website berisi resensi buku berjudul The Linux Book, topik isinya mengenail Sistem Operasi Linux, ditulis oleh David Elboth, diterbitkan oleh Prentice Hall. Ada kemungkinan konstruksi website menyebabkan rensensi buku tesebut bisa anda akses sebagai halaman berbeda jika anda mengaksesnya dari daftar topik, penulis, atau penerbitnya. Umumnya ini hanya menyebabkanmesin pencari hanya meng-indeks yang pertama ditemukan.

4.  Isi “curian”. Adalah praktek dimana halaman website diisi dengan bahan yang diambil dari website lain, umumnya tanpa ijin pemiliknya, mungkin dengan sedikit sentuhan ulang sehingga nampak berbeda. Mesin pencari memiliki kemampuan untuk mendetksinya. Praktek ini sangat berbahaya, bukan cuma halaman tersebut tidak diindeks, bisa juga menyebabkan secara keseluruhan website tidak diindeks dan tidak dikunjungi lagi. Saya menyarankan untuk tidak mengambil langkah ini meskipun anda mendapatkan ijin dari pemilik website yang isinya anda ambil. Alasannya sederhana saja: dari mana robot mesin pencari tahu kalau anda mendapat ijin?

Hidden Pages

Maksudnya adalah halaman yang dioptimasi buat mesin pencari, dan hanya ditujukan agar “dilihat” oleh mesin pencari, tetapi “disembunyikan” dari pengunjung biasa.  Teknik”menyembunyikan” nya bisa berbagai macam. Paling mudah adalah dengan membuat link yang tidak menarik mata pengunjung dari homepage menuju halaman dimaksud.

Jika anda memilikinya dan kebetulan belum mendapatkan “hukuman” dari mesin pencari, segeralah buang. Karena hanya tinggal masalah waktu saja sebelum mesin pencari menemukannya.

SEO dan Bahasa Pemrograman

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: April 7th, 2008

Salah satu aspek yang sering terlewatkan ketika kita menyusun strategi SEO adalah bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun website. Masing-masing bahasa pemrograman memiliki karakteristik yang spesifik. Misalnya HTML menggunakan sekumpulan protokol tertentu untuk mengendalikan tampilan visual yang muncul di halaman browser, sementara PHP menggunakan kumpulan protokol yang sama sekali berbeda. Kebanyakan orang akan langsung mengasosiasikan bakasa pemrograman website dengan HTML. Kenyataannya ada banyak bahasa pemrograman lainnya yang juga sering dipergunakan dalam membangun website, dan masing-masing memerlukan strategi SEO yang sesuai.

JavaScript

JavaScript adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan perancang website membuat komponen website yang dinamis, meskipun demikian sering tidak disukai mesin pencari. Pada kenyataannyapada kebanyakan kasus JavaScript menghentikan perjalanan crawler dalam menjelahi isi website. Jika ini terjadi, akibatnya ranking yang rendah atau malah sama sekali tidak di-index.

Untuk mengakalinya, banyak perancang website menggunakan teknik eksternalisasi semua kode JavaScript yang dipergunakan pada halaman website. Dengan eksternalisasi, kode JavaScript dijalankan dari lokasi yang berebeda dengan halaman websitenya sendiri. Teknik eksternalisasi ini cukup sederhana:

  1. Kopi semua kode JavaScript kemudian tempatkan pada satu file baru.
  2. Beri nama file tersebut dengan ekstensi .js. Misalnya namafile.js.
  3. Upload ke server web.
  4. Buat referensi dari halaman website untuk mengakses kode JavaScript dari file eksternal. Bentukannya adalah sebagai berikut: <script language=”JavaScript” type=”text/javascript” src=”namafile.js></script>

Kadang-kadang ada orang yang menggunakan JavaScript untuk menyembunyikan teks atau link dari mesin pencari. Meskipun banyak crawler terhenti oleh keberadaan JavaScript, mereka dapat mengidentifikasi dan membaca isi yang disembunyikan. Pastiakn anda tidak menggunakan teknik ini, karena beresiko dianggak sebagai upaya mengelabui (spam) mesin pencari.

Flash

Flash adalah salah satu teknologi yang banyak dibenci pemakai, terutama karena meskipun mampu memberikan tampilan yang memukau, Flash memakan banyak “tenaga” dan penyebabkan halaman web lambat dibuka. Pada banyak kasus pengunjung akan terjebak untuk menunggu sangat lama tanpa bisa melakukan apapun sampai komponen Flash tereksekusi seluruhnya. Pemngunjung yang tidak sabar dan terburu-buru kemungkinan besara akan merasa sangat frustrasi.

Untuk SEO Flash merupakan mimpi buruk. Komponen flash dapat menghentikan perjalanan crawler mesin pencari dan tidak melanjutkannya lagi.

Satu-satunya cara efektuf untuk menghindari efek negatif penggunaan Flash adalah dengan tidak menggunakannya sama sekali. Meskipun demikian, ada situasi dimana penggunaan Flash memang diperlukan. Jika anda berada pada posisi demikian, cobalah dengan menyisipkan komponen flash pada halaman web dan tetap memberikan jalan bagi mereka yang memilih untuk tidak mengakses komponen tersebut. Ada banyak beda pendapat dalam penggunaan teknik ini. Jika tidak benar-benar diperlukan, penggunaan Flash sebaiknya dihindari.

ASP

Kebanyakan website tidak mengalami perubahan kecuali webmasternya melakan editing pada halaman websitenya, website seperti ini biasa disebut website statis. Jenis lain disebut website dinamis. Website dinamis berubah secara langsung sesuai dengan pilihan pemakai yang dinyatakan dengan mengisi sejenis formulir. Website seperti ini dibuat dengan menggunakan teknologi pemrograman khusus, salah satu diantaranya ASP. Pada dasarnya halaman website seperti ini tidak ada sampai pada saat pengunjung “menciptakannya” dengan mengisi formulir isian. Karena robot mesin pencari tidak dibekali kemampuan untuk mengisi formulir, otomatis halaman website tidak “tercipta”, karena itu dalam kebanyakan kasus, halaman website jenis ini tidak terindeks oleh mesin pencari.

Ada cara untuk menyasati situasi di atas. Diantaranya adalah dengan menyiapkan text-link menuju halaman tertentu tanpa harus mengisi formulir, sehingga mesin pencari dapat menemukan halaman website tanpa harus “menciptakan”nya terlebih dahulu.

Secara teknis URL website dinamis akan mengandung banyak parameter yang memuat isian pemakai pada formulir sebelumnya. Beberapa mesin pencari tidak dapat membaca URL jenis ini. Dengan teknik pemrograman tertentu, URL seperti ini dapat dikonversikan menjadi URL yang search-engine-friendly.

Pada prinsipnya meskipun seperti bahasa pemrograman lainnya implementasi ASP membawa karakteristik khusus, tidak berarti SEO tidak dapat dilakukan. Pendekatan SEO pada website statis tetap berlaku juga untuk website dinamis.

PHP

Robot mesin pencari pada dasarnya adalah program aplikasi, seperti aplikasi pada umumnya, memiliki banyak batasan, khusunya pada jenis halaman website yang bisa ditemukan dan dibacanya. PHP adalah salah satu bahasa pemrograman website yang - seperti halnya ASP - dapat dikategorikan di luar website statis pada umumnya. Tanpa teknik implementasi yang sesuai, PHP dapat menjadi hambatan bagi robot mesin pencari.  Teknik implementasi yang sesuai maksudnya adalah penggunaan PHP dengan tetap memikirkan kebutuhan mesin pencari. Misalnya, pada umumnya PHP cenderung membuat halaman website lebih lambat diakses, sehingga robot mesin pencari batal membaca. Pengetahuan yang cukup terhadap PHP dan SEO dapat mengeliminasi situasi seperti ini.

Satu teknik yang teruji untuk PHP adalah dengan membuat PHP menciptakan kode yang terbaca seperti HTML biasa.

Teknik Optimasi Elemen Gambar

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 31st, 2008

Gambar secara visual merupakan elemen yang sangat penting, meskipun tidak diperhitungkan oleh mesin pencari. Manfaat penggunaan gambar pada website memang tidak ada hubungannya dengan SEO, tetapi lebih ditujukan bagi pengunjung biasa. Bayangkan betapa membosankannya sebuah halaman website jika hanya berisi teks saja. Bagaimana pengunjung akan tertarik untuk membeli sebuah produk jika website hanya memuat penjelasan dalam bentuk teks, tanpa ada ilustrasi gambar. Bahkan dalam buku teks teknik yang rumit pun ilustrasi gambar diperlukan untuk membantu pemahaman pembaca.

Apakah gambar kemudian hanya akan bermanfaat untuk pengunjung biasa saja? Ada sati teknik SEO yang dapat dipergunakan agar elemen gambar juga memiliki fungsi dalam meningkatkan performa SEO website kita, yaitu dengan menempatkan alt tags di dalam img tags. Alt tags adalah tag HTML yang dipergunakan untuk menampilkan tulisan yang menggantikan gambar jika untuk satu dan lain hal (misalnya browser di-set untuk tidak menerima elemen gambar) tidak dapat ditampilkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyisipkan alt tags diantaranya:

  • Singkat.
  • Deskirpsi dari gambar.
  • Mengandung kata kunci.

Img tags adalah tag HTML yang dipergunakan untuk menampilkan gambar pada halaman website. Bentukan kodenya adalah sebagai berikut:
<img src=”images/logo.jpg” alt=”asternative text”>

Penjelasannya adalah sebagai berikut:  img src=”images/logo.jpg” adalah elemen gambar yang akan ditampilkan, berisi URL (alamat) file gambar yang dimaksud. alt=”asternative text” adalah teks alternatif yang hanya akan ditampilkan jika karena satu dan lain hal elemen gambar tidak dapat ditampilkan. Sedapat mungkin harus mengandung kata kunci.

Penggunaan alt tags pada elemen gambar penting untuk dua alasan:

Pertama, karena crawler mesin pencari hanya bisa mendeteksi tapi tidak membaca gambar.  Jika crawler menemukan gambar maka elemen tersebut akan dilewati untuk membaca teks selanjutnya. Karena itu diperlukan substitusi elemen teks yang dapat dibaca oleh mesin pencari untuk menggantikan elemen gambar. Disitulah peran alt tags. Jika teks pada alt tags mengandung kata kunci dan teks di sekitar elemen gambar tersebut juga mengandung kata kunci, maka hubungan semantik diantara kedua elemen tersebut akan meningkatkan nilai website kita.

Kedua, adalah memanfaatkan emsin pencari berbasis gambar seperti Google Images. Mesin pecnari berbasis gambar ini memang merupakan sesuatu yang baru, tapi tidak boleh dianggap remeh. Sama seperti mesin pencari biasa menemukan, membaca, dan meng-indeks halaman website, mesin pencari jenis ini menemukan dan mengindeks elemen gambar. Dalam hal ini, meskipun hasil pencarian yang ditampilkan berupa gambar, tapi cara mesin pencari mengidentifikasi file gambar tetap berpasis teks, yaitu dengan membaca Alt tags dan nama file.

Mesin pencari berbasis gambar ini sedang menanjak popularitasnya, sehingga jika kita memanfaatkannya secara maksimal, akan bisa memanfaatkan momentum untuk meningkatkan volume kunjungan ke website kita. Tetapi tanpa mengurangi nilai manfaatnya, seperti aspek-aspek lain dalam SEO, jangan berlebihan menggunakannya. Hal yang baikpun jika digunakan secara berlebihan akan membawa dampak buruk.

Isi Halaman yang Baik

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 26th, 2008

Isi halaman - dan isi website secara keseluruhan - merupakan elemen penting yang paling banyak memakan waktu - untuk merenungkan dan menulisnya. Isi halaman yang baik berawal dari kata kunci dan frasa kunci yang tepat. Pilihlah sebanyak-banyaknya TIGA kata atau frasa kunci yang relevan untuk satu halaman web. Mengapa hanya tiga? Bukankah semakin banyak kata kunci akan semakin menarik untuk mesin pencari? TIDAK. Paling tidak ada dua masalah yang akan terjadi akubat terlalu banyaknya kata kunci untuk satu halaman website. Pertama, makin banyak kata kunci akan mengurangi evektivitas masing-masing kata kunci tersebut secara individual. Jadi dua atau tiga kata/frase kunci untuk satu halaman adalah yang paling optimal. Masalah lainnya adalah relevansi. Semakin banyak kata kunci semakin sulit untuk mengarahkan fokus isi secara keseluruhan pada topik tertentu. Resikonya adalah “membingungkan” mesin pencari. Banyaknya kata/frase kunci yang kurang kuat relevansinya dengan topik halaman secara keseluruhan berpotensi dianggap pengelabuan (spamming) oleh mesin pencari.

Setelah anda menentukan dua atau tiga kata/frasa kunci yang akan dipakai sebagai fokus, pastikan bahwa kata/frasa kunci tersebut ada di dalam isi halaman. Banyak yang beranggapan semakin sering kata/frasa kunci muncul di dalam isi halaman akan semakin tinggi ranking halaman tersebut di mesin pencari. Hati-hati! Karena ini tidak sepenuhnya benar. Terlalu sering menyebut kata/frasa kunci di dalam isi halaman membawa resiko website anda mencoba mengelabui mesin pencari. Teknik pengelabuan ini disebut “keyword stuffing” dimana kata/frasa kunci disebut berulang kali di dalam isi halaman pada taraf yang tidak wajar.

Frekuensi munculnya kata kunci di dalam isi halaman disebut kepadatan kata kunci (keyword density). Hampir semua mesin pencari menganggap keyword density yang terlalu tinggi adalah hal yang tidak wajar dan “mencurigakan”. Google merupakan salah astu mesin pencari yang sangat ketat dalam aspek ini. 5-7% adalah angka yang harus dipertahankan. Kuran atau lebih dari rentang itu akan berpengaruh sangat buruk pada ranking website. Yahoo, MSN, dan kebanyakan mesin pencari lain mematok angka 5%. Lebih dari itu, maka halaman website akan dikeluarkan dari indeks.

Selain keyword density, faktor lain yang dominan untuk isi halaman adalah update dan fokus. Makin sering isi website dan isi halaman diperbaharui semakin baik. Inilah yang menyebabkan banyak website komersial saat ini memiliki BLOG, kaerna blog pada umumnya diupdate secara terus menerus, baik dengan tulisan baru maupun dengan komentar-komentar dari pengungjung dan pembaca. Isi website harus terfokus pada topik tertentu yang relevan dengan kata/frasa kunci yang ditargetkan. Ini juga merupakan salah satu kelebihan blog sehingga dianggap sebagai instrumen yang sangat SEO friendly, karena pada umumnya tulisan dan komentar-komentar akan terfokus pada topik tertentu.

Usahakanlah untuk secara konsisten menambahkan halaman baru ke dalam website anda yang isinya relevan dengan fokus website secara keseluruhan. Usahakan pula untuk menambah atau memperbaharui isi halaman-halaman yang sudah ada tanpa mengubah fokusnya. Tidak serta-merta berarti harus blog. Yang penting adalah isi yang secara konsisten terus diperbaharui.

Pastikan juga bahwa anda selalu memeriksa komponen link. Selain relevan, link juga harus berfungsi. Link yang terputus (halaman tujuannya tidak ditemukan) sangat dibenci oleh mesin pencari. Penggunaan database dan pemrograman untuk menghasilkan isi website yang dinamis memiliki lebih banyak kemungkinan terjadinya broken link, karena itu anda harus lebih berhati-hati dan harus lebih rajin melakukan pemeriksaan.

Hal terakhir yang layak anda pertimbangkan adalah forum interaktif. Pada tiap-tiap halaman website, berikan fasilitas kepada pengunjung untuk memberikan komentar. Komentar tersebut bisa berupa pendapat pribadi, pengalaman menggunakan produk yang ditayangkan, dan sebagainya. Selain memberikan anda isi halaman yang terus berkembang dan tetap terfokus, fasilitas ini juga menjaga hubungan yang berkelanjutan antara website dengan pengunjung.

Judul Halaman

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 19th, 2008

Judul halaman merupakan salah satu elemen kritis dari satu halaman website. Ketika crawler mesin pencari mengunjungi halaman website, judul adalah hal pertama yang dicari. Baru kemudian menganalisa elemen-elemen tekstual lainnya. Dalam analisa ini crawler mengukur relevansi antara judul dengan isi komponen tekstual lainnya. Sisi lainnya adalah ketika halaman website sudah di-index kemudian ditampilkan pada daftar hasil pencarian, judul akan merupakan elemen dominan yang ditampilkan mewakili website kita. Anchor text dari link menuju website kita dari daftar hasil pencarian adalah isi elemen judul.

Jadi perhatikan dua sisi. Pertama sisi mesin pencari agar crawler menemukan relevansi yang kuat antara judul dan komponen tekstual lainnya. Kedua judul itu perlu juga menarik untuk pengunjung. Bayangkan saja jika judul yang kita pilih disukai mesin pencari dan menempatkan website pada halaman pertama daftar hasil pencarian untuk kata kunci tertentu. Tetapi karena bunyi judul yang tidak menarik, calon pengunjung melewati website kita dan lebih memilih untuk meng-click link ke website pesaing kita. Sia-sialah kerja keras kita untuk mendaki puncak mesin pencari.

Beberapa pertimbangan penting dalam memilih judul halaman:

  • Kecuali perusahaan anda sama terkenalnya dengan Microsoft, jangan menggunakan nama perusahaan sebagai judul. Yang paling tepat adalah menggunakan kalimat singkat yang menggambarkan isi halaman secara keseluruhan. Ini akan membantu mengarahkan crawler mesin pencari untuk menghubungkan halaman website kita dengan kata kunci yang sesuai.
  • Usahakan untuk tidak melebihi 50 karakter termasuk spasi. Banyak mesin pencari kanya membaca judul sampai jumlah maksimum 50 karakter. Sebagian lain mungkin membaca lebih, tapi tidak akan menampilkan lebih dalam daftar hasil pencarian. Jadi selain memastikan bahwa judul terfokus dengan akurat, membatasi panjang udul memastikan bahwa judul kita tidak akan terpotong pada daftar hasil pencarian.
  • Pastikan kata kunci yang menjadi target utama masuk ke dalam judul, terutama jika domain anda tidak mengandung kata kunci.
  • Jangan mengulang kata kunci tertentu pada judul halaman. Pengulangan dalam jumlah kata yang sangat terbatas akan menyebabkan kepadatan yang sangat tinggi secara prosentase, dan beresiko dianggap sebagai upaya mengelabui (spam) mesin pencari. Jadi pastikan anda tidak mengulang kata kunci, apalagi jika itu hanya ditujukan untuk menarik mesin pencari.
  • Pertimbangkan untuk menggunakan karakter khusus untuk memberikan tekanan, misalnya tanda kurung (( )), tanda lebih besar/kecil <<>>, dll. Penggunaan karakter khusus ini akan menarik perhatian pengunjung, tetapi tidak berpengaruh negatif terkadap SEO.
  • Masukan kata yang mengundang orang untuk melakukan pembelian. Ada pepatah mengatakan “orang tidak akan membeli jika anda tidak menawarinya untuk membeli”. Meskipun pepatah ini datang dari pedagang tradisional, tetapi juga perlaku untuk perdagangan online. Jika anda ingin pengunjung membeli, tawarkanlah mereka untuk membeli, mulai dari judul yang mereka lihat di mesin pencari.

Judul halaman ditandai dengan <title> tag dalam kode konstruksi website. Format penggunaannya adalah sebagai berikut:
<title>Judul Halaman Website yang Relevan</title>

Jika anda tidak menggunakan title tag dengan benar, mesin pencari tidak akan mengenalinya. Hal ini pertama akan mempengaruhi hasil analisa. Jika kata kunci tidak ada pada judul (karena tidak ada judul) mesin pencari menganggap bahwa kata tersebut bukan perupakan hal yang penting bagi halaman website anda. Selain itu pada daftar hasil pencarian, jika halaman website anda ter-indeks, emsin pencari akan memilih sendiri kata-kata yang dianggapnya relevan dari isi tekstual halaman secara keseluruhan.

Entry Pages dan Exit Pages

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 13th, 2008

Entry pages adalah halaman yang pertama diakses ketika pengunjung datang ke website kita. Dalam kebanyakan kasus adalah homepage, tetapi tidak selalu demikian. Jika kita berhasil melakukan optimasi kalaman-halaman lain sehingga halaman-halaman tersebut secara individual memiliki ranking yang tinggi di mesin pencari, mungkin sebagian mengunjung akan masuk melalui “pintu samping”. Pengunjung bisa datang melalui jalan yang berbeda-beda (mesin pencari, bookmark, banner, iklan, mengetik URL, dll.) dan masuk melalui berbagai “pintu”.

Entry pages sangat penting dalam SEO, karana merupakan halaman yang pertama kali dilihat pengunjung ketika masuk ke website kita. Disinilah fase kritis dimana pengunjung memutuskan apakan akan menjelajah lebih lanjut di dalam website kita atau berlalu menuju website lain. Pada umumnya sebuah website terdiri dari sejumlah sub-website yang lebih kecil dan saling berhubungan dalam bentuk struktur navigasi website. Sebagai contoh jika website kita adalah toko buku online, maka website kita akan merupakan jaringan dari sub-sub website novel, fiksi ilmiah, pikologi, ekonomi dan manajemen, komputer dan elektronika, hobi, dan sebagainya. Masing-masing sub-website memiliki halaman utama, yang mungkin akan menjadi entry page untuk pengunjung yang memiliki ketertarikan terhadap isi yang spesifik dari sub-website tertentu.

Memahami mana saja halaman website yang kiranya akan menjadi entry page sangat penting sehingga kita dapat melakukan optimasi yang optimal untuk masing-masing website. Jika homepage dan main page pada masing-masing sub-website diptimasi secara optimal, maka website kita mungkin akan mendapatkan rangking yang tinggi untuk sejumlah kata atau frasa kunci yang relevan. Semakin banyak anda menambah sub-website yang dioptimasi dengan baik, semakin besar kemungkinan website anda akan mendapat ranking yang bagus untuk lebih banyak kata atau frasa kunci. Misalnya anda mengetahui bahwa - selain jenis buku - banyak orang melakukan pencarian buku dari penerbit tertentu. Kita dapat membangun sub website baru untuk - misalnya - buku-buku terbitan Elex Media. Deengan demikian website kita ebrpotensi untuk mendapatkan ranking yang tinggi untuk pencarian “buku komputer” dan “buku terbitan elex media”.

Karena entry pages merupakan bagian yag sangat penting dalam struktur suatu website, seyogyanya kita melakukan pemantauan yang intensif dengan menggunakan program khusus untuk melakukan analisa performa website, dengan demikian kita selalu yakin bahwa bahwa sebagai mesin uang website kita bekerja dengan sempurna. Salah satu program analisa yang lengkap dan gratris adalah Google Analytics yang bisa menunjukkan pada anda entry dan exit pages yang paling sering dilewati.

Exit pages adalah halaman terakhir yang dilihat pengunjung sebelum mereka meninggalkan website kita, baik dengan mengikuti link ke website lain dari halaman web kita, kembali ke mesin pencari untuk mengunjungi website lain dari daftar hasil pencarian, mengetikkan URL website lain, dan sebagainya. Mengapa exit page penting? Pertama adalah karena kita berkepentingan untuk menggiring pengunjung dari entry page tempat mereka masuk untuk keluar melalui exit page yang kita inginkan. Jika exit page ternyata adalah juga entry page, maka website kita gagal untuk menarik pengujung menjelajah lebih lanjut. Artinya mereka masuk ke website kita, dengan alasan tertentu tidak tertarik, dan langsung pergi lagi. Jika ini yang terjadi, kapan mereka akan memebeli?

Umumnya skenario yang kita harapkan seperti berikut:
Google >> search “buku komputer” >> main-page “buku komputer” >> subb-page “pemrograman internet” >> detail buku “mahir PHP dalam 24 jam” >> keranjang belanja >> pembayaran >> tanda terima.

Dari contoh di atas lita bisa melihat bahwa exit page yang kita harapkan adalah halaman “tanda terima”. Jika exit page pengunjung bukan halaman tersebut, artinya website kita gagal untuk menggiring pengunjung untuk melakukan pembelian. Jika semua pengunjung polanya seperti itu, artinya website kita secara komersial GAGAL meskipun upaya SEO yang kita lakukan berhasil.

Sangat baik jika website kita memiliki fasilitas yang disebut bread-crumb trail atau perekam jejak. Fasilitas ini fungsinya mencatat dalam bentuk link langkah-langkah yang ditempuh pengunjung sampai pencapai halaman tertentu. Dengan demikian pengunjung dapat menggunakannya sebagai jalan kembali jika diperlukan. Manfaat tambahannya adalah mempermudah crawler menganalisa website anda dengan adanya “jalur masuk” dan “jalur keluar” yang mudah ditelusuri.

Bread-crumb trail biasanya ditempatkan di bagian atas halaman dengan bentuk seperti:
HOME >> buku komputer >> pemrograman internet >> mahir PHP dalam 24 jam >> keranjang belanja >> pembayaran >> tanda terima
yang masing-masing merupakan text link. Dengan cara ini jika misalnya pengunjung mencari buku mengnai pemrograman internet dengan PHP, dan mendapati bahwa “mahir PHP dalam 24 jam” tidak sesuai dengan keinginannya, dia bisa “mundur” dengan meng-click “pemrograman internet” pada bread-crumb trail yang disediakan.

Mudah Difahami

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 5th, 2008

Selain memiliki isi yang bermanfaat bagi pengunjungnya, website harus mudah difahami oleh pengunjung. Meskipun website kita sarat dengan informasi penting atau produk yang sangat dibutuhkan, jika pada saat masuk ke homepage kita pengunjung kebingungan untuk berpindah ke halaman lain, dapat dipastikan dia akan berpindah ke website lain. Pemahaman para perancang website terhadap aspek ini bermacam-macam. Anda perlu berhati-hati jika berdiskusi dengan perancang website yang akan anda sewa untuk membangun website anda. Kebanyakan perancang website adalah seniman digital atau ahli komputer. Komunikasi pemasaran dan interaksi pelanggan sama sekali jauh dari cakupan disiplin ilmu yang mereka miliki.

Kemudahan website untuk difahami telah menjadi tuntutan pemakai sejak media internet mulai dipergunakan untuk tujuan komersial. Ketika pengunjung meng-clickalamat website kita dari daftar hasil pencarian mesin pencari, pengunjung ingin agar website bekerja untuk mereka. Mereka harus dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka cari, untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lain.

Kita harus mengasumsikan bahwa kesabaran pengunjung itu sangat terbatas. Mereka tidak akan marah - atau kalaupun marah kita tidak akan melihatnya - tapi mereka akan dengan mudah meninggalkan website kita. Mereka tidak mau menunggu lama sampai halaman kita yang dirancang dengan indah muncul di layar. Mereka menghargai keindahan. Tapi keindahan bukanlah hal yang mereka cari dengan berkunjung ke website kita, mereka mencari informasi. Jika mereka tidak menemukan informasi yang dicarinya, keindahan website tidak akan membuat mereka menunggu lebih lama sebelum pergi ke website lain. Mereka tidak mau menunggu lama sampau halaman terbuka, mereka tidak menginginkan grafik animasi yang canggih, dan lebih penting lagi mereka benci tersesat di dalam website. Ini semua merupakan elemen kemudahan pemakaian. Meskipun mesin pencari bukan manusia, kemudahan pemakaian juga perpengaruh pada SEO, terutama link dan waktu yang diperlukan untuk membuka halaman website.

Pada saat crawler mesin pencari berkunjung, dia akan menjelajahi website, mencari kata kunci, link, petunjuk-petunjuk kontekstual, meta dan HTML tag, dan semua elemen SEO lainnya. Crawler akan bergerak dari satu halaman ke halaman lainnya untuk meng-indeks apa yang ditemuinya untuk dimasukkan ke dalam database pencarian. Tapi jika pada saat masuk ke homepage crawler tertahan animasi flash yang anda buat, atau mengikuti link yang ternyata tidak ada isinya atau isinya tidak relevan, crawler akan mengidentifikasi dan mencatatnya. Ini jelas akan mempengaruhi ranking website anda.

Navigasi

Navigasi adalah jalan untuk bergerak di dalam website, dari satu halaman ke halaman lainnya. Ada dua jenis yang kita kenal, navigasi internal yang membawa pengunjung ke halaman lain di dalam website kita, dan navigasi eksternal yang membawa pengunjung ke website lain atau halaman tertentu di website lain. Kita harus memastikan bahwa kedua jenis navigasi ini bekerja dengan baik.

Cobalah telaah website-website yang memiliki rangking bagus di mesin pencari dan pelajari pola rancangan layout nya. Umumnya anda akan melihat satu kolom di sebelah kiri yang memuat navigasi berupa link dalam bentuk teks. Sebagian ada yang juga memiliki baris navigasi di bagian atas. Pada bagian lain berisi teks yang juga menyisipkan link ke halaman-halaman tertentu. Kebanyakan website ini memiliki pola layout yang kurang lebih sama. Membosankan? Mungkin. Apakah anda terinspirasi untuk membuat sesuatu yang berbeda? Jika ya, anda perlu sangat hati-hati. Pola ini diterapkan karena telah terbuti berhasil. Memiliki navigasi berbentuk teks yang terkumpul pada satu tempat akan memudahkan navigasi. Posisi di kiri atau di atas memiliki dua hal: Untuk pengunjung, otak manusia mengendalikan mata sedemikian ruka sehingga hal yang berada di sebelah kiri dan atas mendapat perhatian pertama. Jadi sebelum mulai memperhatikan bagian lain, mereka sudah bisa melihat dimana ada “pintu”. Untuk mesin pencari, secara tekstual kiri dan atas akan dibaca lebih dulu.

Tombol-tombol yang berupa gambar atau yang dikendalikan oleh kode program mungkin akan menyulitkan mesin pencar, bahkan mungkin sama sekali tidak dapat teridentifikasi. Itulah alasan mengapa banyak website, terutama yang memiliki navigasi berbasis gambar juga menyertakan navigasi berbasis teks. Pengunjung biasa akan senang menggunakan alat navigasi yang menarik secara visual, dan mesin pencari dapat diakomodasi oleh link berbasis teks.

Selain kolom dan baris navigasi, kebanyakan website yang memiliki ranking yang bagus di mesin pencari juga memiliki link berbasis teks ke halaman-halaman tertentu yang disisipkan di dalam teks. Link ini berupa teks yang relevan baik dengan halaman yang dituju, maupun dengan konteks kalimat di sekitarnya, dan merupakan kata kunci yang ditargetkan. Ini baik untuk SEO karena mesin pencari menemukan hubungan yang solid diantara halaman-halaman website.

Ini merupakan cara yang sangat efektif untuk mendongkrak performa SEO. Crawler mesin pencari datang mengunjungi website melalui homepage, menganalisa struktur navigasi melalui link, menganalisa isi halaman, menemukan hubungan yan kontekstual diantara keduanya. kemudian mengikuti link tersebut ke halaman lain yang ternyata memiliki hubungan kontekstual yang kuat baik dengan halaman sebelumnya maupun link yang menghubungkan keduanya, dan semuanya relevan dengan kata kunci yang ditargetkan. Secara ringkas begitulah mesin pencari menganalisa relevansi isi website kita dengan kata kunci yang kita targetkan.

Sediakanlah waktu yang cukup untuk memikirkan secara matang rancangan struktur navigasi di website kita yang tidak hanya nyaman bagi pemakai tapi juga mudah bagi mesin pencari. Jika anda berada pada situasi dimana menciptakan hal yang baik untuk mesin pencari tidak memungkinkan, pastikan anda masih bisa memberi kenyamanan pada pengunjung. Mengapa? Karena SEO merupakan komposit dari berbagai macam elemen yang saling menunjang, tapi pengunjung yang datang dan datang lagi, membeli dan membeli lagi merupakan tujuan utama. Mesin pencari melakukan segalanya untuk kepentingan pemakainya, dan website yang sering dikunjungi akan dianggap sebagai ssumber informasi yang penting dan karena itu layak mendapatkan ranking yang tinggi.

Prioritaskan Pengunjung

Ada banyak situasi dimana kita tidak bisa memenuhi selera pengunjung yang akan membeli produk kita dan crawler mesin pencari yang menentukan ranking, kedua-duanya,  secara maksimal.Selalu prioritaskan pengunjung, karena jika pengunjung senang, dia akan kembali. Dalam bisnis online, sangat mudah bagi pengujung untuk pergi ke website lain dan tidak pernah kembali lagi ke website kita. Perlu juga diingat bahwa keputusan membeli terkadang tidak terjadi pada kunjungan pertama. Karena itu pengunjung yang datang kembali sangat menentukan sukses bisnis online kita.

Anda mungkin akan mengemukanan argumen yang bertentangan seperti “untuk mendapatkan kunjungan kedua, kita harus mendapatkan kunjungan pertama terlebih dahulu, dan disitulah letak SEO dimana crawler memegang kunci”. Jadi mana yang terlebih dahulu hadir di muka bumi, telur atau ayam?

Ada solusi untuk menyiasatinya. Ketika anda merasa bahwa selera pengunjung berbeda dengan selera mesin pencari, utamakan pengunjung, dan buatlah SITEMAP untuk mesin pencari. Ada dua jenis sitemap. Pertama adalah ringkasan dari struktur navigasi website yang dibuat dalam bentuk teks link, tidak lain adalah peta ke semua halaman website. Gunakanlah kaidah-kaidah SEO standar dalam membuat sitemap, gunakan teks link, gunakan kata kunci yang relevan pada achor text, usahakan untuk mendapatkan relevansi yang kuat antara anchor text dengan isi halaman yang dituju.  Jangan lupa untuk membuat link berbasis teks dari homepage website ke halaman sitemap ini. Banyak dipercayai - dan karena itu sebaiknya diikuti - bahwa yang paling baik adalah menggunakan kata “sitemap” baik sebagai anchor text maupun nama filenya.

Jika crawler mesin pencari menemukan sitemap pada website kita, dia akan mengikuti seluruh link yang ada, kemudian mengunjungi, membaca, dan menganalisa satu per satu halaman yang dituju oleh setiap link pada sitemap.  Dengan deminkian semua halaman akan dibaca dan dimasukkan ke dalam indeks mesin pencari, dan akan muncul pada daftar hasil pencarian untuk kata kunci yang relevan. Seberapa tinggi rankingnya ditentukan seberapa baik optimisasi on-page dan off-page dari masing-masing halaman tersebut.

Selain untuk crawler mesin pencari, sitemap ini dapat juga bermanfaat untuk pengunjung biasa. Jika mereka menemukan kesulitan dalam memahami sistem navigasi dalam website anda, sitemap dapat membantunya dengan menunjukkan jalan dalam bentuk yang sangat sederhana.

Tipe sitemap yang kedua adalah sitemap XML yang memiliki format khusus yang sangat spesifik. Tipe sitemap iniditujukan hanya untuk crawler mesin pencari. Dalam format khusus, file sitemap XML pada dasarnya berisi link ke semua halaman yang ada di dalam website kita.

Domain v.s. SEO

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: March 4th, 2008

Ini salah satu topik populer terutama bagi pemula yang ingin memulai bisnis online. Pada umumnya orang akan menempatkan nama perusahaan, merk dagang, nama orang, atau kata tertentu yang memiliki arti khusus bagi diri sendiri atau usahanya. Tetapi mulai banyak orang yang mendengar teori dari para praktisi SEO mengenai hubungan antara nama domain dengan kesuksesan SEO. Sehingga muncul pertanyaan besar dari hampir semua orang yang berniat untuk terjun di bisnis online: apakah domain mempengaruhi SEO atau sama sekali tidak ada relevansinya?

Mungkin anda pernah mendengar ada perusahaan-perusahaan yang bersedia mebayar sangat mahal untuk sebuah domain. Domain business.com yang pada tahun 1999 dibeli seharga 7.5 juta dolar sekarang ditaksir bernilai lebih dari 300 juta dolar. Domain casino.com terjual seharga 5.5 juta dolar. Domain worldwideweb.com terjual seharga 5.3 juta dolar. Apa sesungguhnya yang membuat domain begitu penting? Jelas tidak akan ada perusahaan atau orang berama Business, Casino, atau World Wide Web.

Dari sudut pandang SEO, domain - atau nama website - kita sama pentingnya dengan elemen-elemen SEO lain. Cobalah lakukan pengujian ini. Bukalah Google yang merupakan mesin pencari dengan pangsa pasar paling besar saat ini. Carilah dengan kata kunci yang merupakan suatu topik tertentu, misalnya “mobil bekas”. Ketika Google memberukan daftar hasil pencarian, perhatikanlah domain dari website yang ada di halaman pertama, terutama lima teratas. Umumnya website yang berada pada urutan tersebut memiliki kata kunci yang dicari pada domainnya.

Jadi jika perusahaan anda bernama PT. ABC dan bisnis anda adalah jual beli mobil bekas, pertimbangkanlah untuk menggunakan domain mobilbekas.com daripada abc.com. Jika anda tetap ingin memasukan nama perusahaan ke dalam domain tersebut pertimbangkan untuk menggunakan abcmobilbekas.com.

Penggunaan nama domain yang mengandung kata kunci dikombinasikan dengan isi website yang relevan akan memberikan dampak positif yang sangat besar. Kesimpulannya: penggunaan domain yang mengandung kata kunci memberikan pengaruh positif yang signifikan pada performa SEO.

Hal lain yang perlu juga menjadi bahan pertimbangan dalam memilih domain diantaranya:

  • Jangan terlalu panjang. Meskipun untuk SEO panjang domain bukan merupakan suatu masalah, panjang domain perlu tetap diperhatikan. Untuk orang yang mengetahui perusahaan anda bukan melalui mesin pencari, mengingat kemudian mengetikan nama domain yang terlalu panjang pada browser mungkin akan membawa persoalan tersendiri.
  • Hindari pengunaan tanda penghubung (minus), garis bawah, dan karakter-karakter lain yang tidak ada artinya. Jika domain yang anda pilih ternyata sudah tidak tersedia lagi, jangan asal comot dengan menambahkan karakter tertentu atau angka-angka hanya agar tetap “mirip”. Cobalah cari lagi kata yang relevan, atau coba menambahkan kata kunci lain dari produk yang ditawarkan. Jika mobilbekas.com sudah tidak tersedia cobalah jualbelimobil.com daripada mobilbekas2.com.
  • Pergunakan extension (huruf di belakang titik) yang sesuai dengan peruntukannya. Jika website anda merupakan website bisnis komersial, usahakan untuk memakai domain yang diperuntukan untuk kebutuhan tersebut. .com atau .co.id. Pertama adalah kecenderungan orang untuk mengetikkan .com sehingga jika perusahaan anda menggunakan extension yang lain, cenderung lebih sulit diingat. Kedua mesin pencari dapat mendeteksi bahwa anda menyalahgunaan penggunaan extension dengan tujuan mendapatkan ranking yang tinggi.

Akhirnya harus tetap diingat bahwa domain hanya merupakan satu dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan SEO website kita. Sehingga nama domain saja tidak akan menjamin kesuksesan atau kegagalan. Jika anda yakin bahwa anda tidak bisa menggunakan nama domain yang mengandung kata kunci - misalnya karena domain yang relevan sudah tidak tersedia atau merk anta sudah terlanjur terkenal pada pemasaran tradisional - tidak perlu berkecil hati. Anda bisa menutupi hilangnya nama domain sebagai faktor pendukung dengan mengimplementasikan dengan benar strategi SEO yang tepat, memanfaatkan elemen-elemen lainnya.  

Hosting v.s. SEO

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: February 26th, 2008

Pertanyaan yang sering muncul ketika seseorang memutuskan untuk membangun website adalah mengenai hosting, yaitu tempat pada web server yang dipakai untuk menyimpan website kita. Dalam hal ini, kita tidak bisara soal teknis, seperti Linux v.s. Windows, dukungan terhadap penggunaan pemrograman server, ukuran ruang penyimpanan, pembatasan quota traffic, dll. tetapi lebih fokus pada sudut pandang SEO.

Apakah hosting mempengaruhi kinerja SEO? Secara lugas jawabannya adalah TIDAK. Tetapi tidak berarti hosting bukan merupakan faktor yang penting. Performa dari masing-masing elemen hosting dapat berpengaruh pada performa SEO website kita.

Perangkat Keras

Umumnya untuk website-website berskala kecil kita menggunakan sesuatu yang disebut shared hosting, dimana penyedia server menempatkan website kita pada perangkat keras yang sama dengan sejumlah pelanggan (website) lainnya. Dalam hal ini kita akan “berbagi” fasilitas. Perhatikannlah spesifikasi perangkat keras dan jumlah pelangan yang berbagi tempat dengan anda. Jika spesifikasi perangkat keras terlalu rendah dibandingkan beban pemakaian, website kita akan lebih lambat diakses.

Crawler mesin pencari hanya memberikan toleransi kecil untuk kecepatan akses, jika crawler mengunjung website anda, dan website anda rensponnya lambat, kemungkinan besar crawler akan mengabaikan website anda. Pemakai tidak lebih sabar dari crawler. Jika mereka mengunjungi website anda dan merasa bosan menunggu sampai halaman website anda terbuka, mereka akan pergi ke website lain.

Bandwidth

Banyak yang menterjemahkan istilah ini dengan lebar pita atau pita lebar. Saya memilih untuk tetap menggunakan kata dalam bahasa Inggris ini, karena memang merupakan istilah teknis yang sangat lazim, dan karena itu harus anda kenal.

Lebar pita dapat dianalogikan sebagai jalan menuju website kita. Makin lebar jalan, makin cepat kendaraan bisa melaju. Jadi, faktor ini mempengaruhi kecepatan akses.

Lokasi

Lokasi dimana server yang kita pakai ditempatkan sangat mempengaruhi kecepatan. Pelajari target pengunjung website anda. Jika taregt pengunjug berada di Indonesia, sebaiknya pakailah server yang berlokasi di Indonesia. Dengan demikian akses oleh pengunjung anda tidak harus melalui jalur internet Internasional yang lebih sibuk. Sebaliknya jika target pengunjung anda lebih banyak dari luar negri, sebaiknya pilihlah yang berlokasi di luar negri, seperti Amerika Serikat atau Eropa. Untuk server di Eropa, sebaiknya pilihlah yang berada di Inggris untuk menghindari kesulitan bahasa.

Dukungan Teknis

Seperti komputer yang ada di atas meja kerja kita, server juga mempunyai kemungkinan untuk mengalami gangguan, baik itu fisik (perangkat keras), perangkat lunak, maupun hal-hal yang mungkin diakibatkan oleh file-file atau program yang kita tempatkan. Akan jauh lebih baik jika penyedia hosting yang kita pakai memiliki tenaga ahli yang bisa kita hubungi setiap saat, 24/7/365. Bayangkan jika anda memakai hosting di Amerika Serikat, dimana waktunya terbalik dengan kita.

Perhatikan juga fasilitas tambahan seperti firewall, sistem back-up, sampai sistem tata udara, pencegahan banjir, dan penjegahan kebakaran di ruang server. Sedapat mungkin kita harus mendapatkan jaminan bahwa website kita tidak akan pernah mati. Jika website kita mati pada saat crawler mesin pencar berkunjung, upaya SEO kita berada dalam bahaya yang serius. Apalah artinya 10 - 20 dolar lebih mahal setiap bulannya dibandingkan potensi kerugian yang bisa ditimbulkan akibat website kita mati.

Akhirnya, carilah rekomendasi sebelum memilih hosting. Cobalah bergabung dengan forum-forum online yang membahas tentang masalah ini.

Elemen Halaman Website

Ditulis oleh: Teknik SEO Indonesia
Dipublikasikan pada: February 23rd, 2008

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui sebelum mulai merancang website, agar setelah selesai website kita dapat dengan mudah dikenali dan di-index oleh mesin pencari sesuai dengan kata kunci yang kita targetkan. Pengertian ini sangat penting untuk menghindari kekecewaan di belakang hari. Banyak orang yang membayar perancang website untuk menciptakan website yang cantik jelita tetapi ternyata gagal secara komersial, hanya gara-gara sang perancang hanya memperhatikan keindahan visual, tetapi tidak memahami “selera” mesin pencari.

Masing-masing mesin pencari memberikan bobot yang berbeda terhadap masing-masing elemen halaman website. Tetapi perlu diperhatikan bahwa ranking di mesin pencari (untuk kata kunci yang ditargetkan) sangat tergantung pada sejauh mana website memenuhi kriteria mesin pencari. Dengan distribusi bobot yang berebda-beda, elemen-elemen berikut merupakan elemen yang penting bagi semua mesin pencari: teks (termasuk kandungan kata kunci di dalamnya), tag (baik itu tag HTML maupun isi dari Meta-Tag), link di dalam website, dan popularitas (link dari website lain).

Teks

Teks merupakan elemen yang paling penting dari sebuah website, khususnya keberadaan kata kunci di dalam teks tersebut, menyangkut lokasi penempatan dan frekuensi penempatannya. Pentingnya kata kunci dalam teks ini telah menjadikan pemasaran berbasis kata kunci menjadi sebuah industri yang melibatkan uang dalam jumlah sangat besar. Kata kunci dan penenpatannya di dalam teks inilah yang memberikan perbedaan pada website, ketika website di-index oleh mesin pencari dan kemudian dimasukan ke dalam daftar hasil pencarian pada saat pengunjung mesin pencari melakukan pencarian.

Kata kunci harus cocok dengan kata dan frasa yang sekiranya akan dipakai calon pengunjung ketika melalukan pencarian melalui mesin pencari. Untuk memastikan efektivitas kata kunci yang kita pilih untuk dijadikan target, diperlukan analisa yang mendalam mengenai perilaku pasar dari produk yang ditawarkan oleh website kita. Biasanya diperlukan riset untuk mengidentifikasi kata kunci yang akan ditargetkan, dan dilakukan pengujian untuk memastikan efektivitasnya sebelum benar-benar dipergunakan.

Jika kita memilih kata kunci yang salah untuk ditargetkan, maka akan sia-sialan semua kerja keras SEO kita, karena bahkan setelah kita berhasil mendapatkan ranking yang bagus untuk kata kunci yang kita targetkan, keberhasilan ini tidak menghasilkan kunjungan. Kenapa? Karena target pasar kita melakukan pencarian melalui mesin pencari dengan kata kunci yang berbeda dari yang kita targetkan, dimana - tentu saja - website kita tidak akan muncul.

Tag

Ada dua jenis Tag yang penting diperhatikan dalam SEO, Meta Tag dan HTML Tag. Secara teknis Meta Tag sebetulnya adalah HTML Tag juga, hanya memiliki penempatan khusus. Yang paling menting dari Meta Tag adalah Tag Keywords dan Tag Description.

Tag Keywords adalah tempat dimana kita menyatakan kepada mesin pencari, untuk kata kunci apa sajakah halaman website kita relevan, dan karena itu harus ditampilkan dalam daftar hasil pencarian. Bentukan dari Tag Keywords adalah sbb:
<meta name=”keywords” content=”SEO, search engine optimization, online marketing, Google pagrank”>

Tag Description adalah tempat untuk menyatakan uraian secara singkat mengenai isi dari suatu halaman web. Bentukannya adalah sbb:
<meta name=”description” content=”Panduan mengenai search engine optimization agar website kita mendapatkan ranking yang baik di Google dan mesin pencari lainnya.”>

Tidak semua mesin pencari menggunakan Meta tags sebagai kriteria penentuan ranking. Karena itu selain Meta tag website juga harus memanfaatkan HTML Tag lainnya. Beberapa HTML Tag lain yang penting dan karena itu harus dipergunakan adalah Title tag, Top Heading tag <H1>, dan Anchor tag.

Title tag dipergunakan untuk memberikan judul halaman web. Bentukannya adalah sbb:
<title>Judul Halaman Web</title>

Setelah Title tag dipasang pada halaman web, judul tersebut akan ditampilkan pada baris paling atas pada jendela mesin pencari (pojok kiri atas, di luar isi jendela). Pada browser generasi baru yang memiliki fasilitas Tab, judul ini juga akan muncul pada Tab.

Heading tag juga merupakan aspek penting yang dianalisa mesin pencari. Heading tag terdiri dari 7 tingkatan dari <H1> sampai <H7> dimana <H1> adalah yang paling tinggi dan paling penting. Kata kunci utama yang kita targetkan harus muncul pada <H1>. Bentukannya adalah sbb:
<H1>Heading Tingkat Tertinggi</H1>

Anchor tag adalah tulisan yang jika di-click akan membawa pengunjung ke halaman web lainnya (baik itu di dalam website kita sendiri maupun pada website lain). Bentukannya adalah sbb:
<a href=”http://www.website-tujuan.com/”>Teks Link</a>

“Teks Link” pada contoh di atas merupakan elemen yang sangat penting. Anda mungkin pernah melihat pada suatu website, tulisan yang bergaris bawah, yang jika di-click akan membawa anda pada halaman web lain yang isinya relevan dengan tulusan yang anda click tersebut. Itu adalah contoh penggunaan Anchor tag yang tepat. Itulah yang dicari mesin pencari saat crawlernya menganalisa suatu website.

Link

Dalam konteks SEO, link pada halaman website harus relevan dengan isi halaman secara keseluruhan, dan harus terhubung ke website atau halaman yang befungsi. Link yang terhubung ke website atau halaman website yang tidak bekerja (misalnya karena URL nya salah, website yang dituju down, dll.) akan berakibat buruk pada pencapaian posisi di mesin pencari. Link merupakan faktor penentu yang dari dulu sampai sekarang masih tetap penting. Banyaknya upaya pengelabuan yang dilakukan oleh para webmaster dan pemilik website tidak membuat elemen ini ditinggalkan tetapi justru makin disempurnakan.

Salah satu cara yang dipakai untuk mengelabui mesin pencari dengan memanfaatkan elemen ini disebut Link Farms, yaitu website atau halaman website yang dipenuhi oleh link, dengan tujuan agar website atau halaman web tersebut mendapatkan posisi yang tinggi pada mesin pencari. Saat ini mesin pencari sudah memiliki mekanisme yang cukup canggih untuk mengeliminasi hal ini. Link Farms bukan hanya tidak lagi bermanfaat, tetapi penggunanya akan mendapat pengurangan nilai atau bahkan sama sekali dikeluarkan dari mesin pencari.

Popularitas

Banyak mesin pencari memasukan kriteria ini ke dalam formula penentuan rankingnya. Popularitas adalah banyaknya pengunjung yang datang ke suatu website melalui hasil pencarian pada mesin pencari. Semakin sering anda pengunjung datang dengan meng-click pada mesin pencari, semakin tinggi ranking website kita.

Ini merupakan faktor yang sulit, seperti menentukan mana yang lebih dulu hadir di dunia ini, antara telur dan ayam. Bagaimana anda bisa mendapatkan popularitas yang tinggi jika anda belum memiliki ranking yang tinggi. Sementara website yang telah memiliki ranking yang tinggi justru akan semakin kuat posisinya karena popularitasnya yang tinggi.

Ada banyak yang bisa kita lakukan untuk menyiasatinya. Kapan-kapan akan saya coba bahas lebih detail satu per satu. Yang paling mudah jika anda memiliki dana cukup adalah dengan Pay Per Click seperti Google Adwords. Anda juga dapet memanfaatkan jaringan sosial, direktori online, iklan, newsletter, dll.

Hal Lain

Ada beberapa hal lain yang juga perlu mendapat perhatian dan penjadi bagian dalam strategi SEO kita. Misalnya teks isi website akan dibaca dan dianalisa oleh mesin pencari dan karena itu harus memuat kata kunci dalam jumlah dan komposisi yang tepat. Cukup banyak untuk menarik crawler mesin pencari, tetapi tidak terlalu banyak sehingga tidak dianggap sebagai upaya pengelabuan yang dikenal dengan Keyword Stuffing, yang dapat berakibat dikeluarkannya website kita oleh mesin pencari.

Tag alternatif (Alt Tag) pada komponen gambar dan link juga dapat membatu kita. Alt Tag pada gambar dipergunakan untuk menampilkan keterangan mengenai gambar yang kita pasang pada halaman web. Teks ini tidak akan muncul secara visual kecuali jika browser yang dipakai pengunjung tidak dapat menampilkan elemen gambar. Alt Tag pada link dipergunakan untuk memberikan penjelasan lebih dari sekedar apa yang tertulis sebagai Anchor Text. Pada browser yang mendukung fasilitas ini, pengunjung akan dapat membaca tulisan ini dengan menempatkan mouse pada Anchor Text (mouse over).

Tulisan Terbaru

Jaringan Sosial