<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknik SEO Indonesia &#187; Teknik SEO</title>
	<atom:link href="http://www.seobali.com/tag/teknik-seo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.seobali.com</link>
	<description>Teknik SEO, Online Marketing, Web Design, segala yang anda butuhkan untuk bisnis online yang sukses. Indonesia mampu menguasai dunia maya.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 03:56:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Teknik SEO Kadaluwarsa</title>
		<link>http://www.seobali.com/2009/12/29/teknik-seo-kadaluwarsa/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2009/12/29/teknik-seo-kadaluwarsa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 03:09:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[black hat seo]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Search Engine Optimization yang sekarang lebih populer dalam singkatannya, SEO, sudah mengalami evolusi yang cukup panjang sejak awal popularitasnya di sekitar tahun 1990an. Saat itu algoritma search engine masih sangat sederhana dan orang yang menyadari potensi search engine sebagai media pemasaran masing relatif sedikit. Di sisi lain orang yang melek internet juga masih sedikit, apalagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Redirect 301, Teknik Redirection yang Search Engine Friendly'>Redirect 301, Teknik Redirection yang Search Engine Friendly</a> <small>Kadang-kadang untuk alasan tertentu kita terpaksa memindahkan konten website, misalnya...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><a rel="attachment wp-att-373" href="http://www.seobali.com/2009/12/29/teknik-seo-kadaluwarsa/teknik-seo-kadaluwarsa/"><img class="alignleft size-full wp-image-373" style="margin: 5px;" title="teknik-seo-kadaluwarsa" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2009/12/teknik-seo-kadaluwarsa.jpg" alt="teknik-seo-kadaluwarsa" width="220" height="213" /></a>Search Engine Optimization yang sekarang lebih populer dalam singkatannya, SEO, sudah mengalami evolusi yang cukup panjang sejak awal popularitasnya di sekitar tahun 1990an. Saat itu algoritma search engine masih sangat sederhana dan orang yang menyadari potensi search engine sebagai media pemasaran masing relatif sedikit. Di sisi lain orang yang melek internet juga masih sedikit, apalagi mereka yang menyadari keberadaan search engine sebagai metode pencarian yang efektif dan efisien.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Seiring dengan perkembangan dimana sekarang hampir semua orang mencari informasi yang mereka perlukan melalui search engine, berbagai jenis usaha, dari bisnis pribadi rumahan sampai korporasi besar, menyadari potensi besar search engine untuk mengalirkan uang. Selain meningkatkan kapasitas dan efektivitas sistem mereka untuk menjelajahi dan menyimpan sebanyak mungkin konten website dan memberikan hasil pencarian berkualitas, search engine juga bekerja keras menciptakan metode untuk mengurangi praktek-praktek SEO yang tidak etis, kita kenal sebagai black hat SEO.<span id="more-372"></span></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Kompetisi menjadi semakin ketat dan algoritma search engine menjadi semakin dinamis. SEO menjadi semakin menantang. Mendongkrak website ke papan atas search engine menjadi semakin sulit. Banyak teknik SEO yang dulu efektif sekarang sudah kehilangan manfaatnya. Sebagai praktisi SEO anda selayaknya terus memantau perkembangan untuk mendapatkan teknik terbaru yang lebih efektif untuk kondisi terkini. Teknik-teknik lama yang sudah kadaluwarsa sebaiknya dilupakan saja, karena lebih banyak waktu dan tenaga yang terbuang daripada manfaatnya.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Berikut adalah beberapa teknik lama yang sudah saatnya kita lupakan. Jika ada &#8220;pakar&#8221; SEO yang mengajarkan anda untuk melakukannya sekarang, sebaiknya dia juga anda lupakan saja.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><strong>1. Memanfaatkan Meta Tags.</strong></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Search engine terkemuka saat ini hanya memandang konten tekstual yang nyata sebagai dasar penentuan ranking. Nyata dalam hal ini adalah bisa dilihat dan dibaca pengunjung biasa. Teks yang tidak terbaca pengunjung, seperti Meta Tags, sudah menjadi bulan-bulanan para pelaku black-hat SEO di masa lalu, dan karena itu diabaikan search engine.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Satu-satunya Meta Tags yang masih bermanfaat adalah description. Search engine memakainya bukan untuk menentukan ranking anda, tapi ditampilkan sebagai deskripsi dalam daftar hasil pencarian.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><strong>2. Duplikasi Konten</strong></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Meduplikasi konten yang sama di dalam beberapa halaman yang berbeda dengan tujuan untuk meningkatkan page views merupakan salah satu teknik SEO yang sudah tidak dilirik lagi oleh search engine. Search engine malah menjatuhkan hukuman yang cukup berat terhadap website-website yang melakukan praktek duplikasi konten.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><strong>3. Membeli Link</strong></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Praktek membeli link masih banyak dilakukan sampai saat ini, salah satu alasannya adalah karena orang masih melihat efek positifnya terhadap ranking. Tapi search engine bekerja keras untuk mengeliminasi efek dari link yang didapat dengan membeli. Search engine lebih memilih link yang organik, sebagai referensi yang mengkonfirmasi kualitas website kita sebagai sumber informasi. Link yang kita beli sama sekali tidak memiliki faktor ini.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Google, dan pastinya akan diikuti search engine lain, terus mengembangkan sistem yang lebih canggih untuk mendeteksi link yang dibeli melalui pendekatan kontekstual, dimana link yang dianggak tidak wajar akan disisihkan. Google juga mempekerjakan orang-orang untuk meneliti hasil pencarian dan menemukan praktek-praktek jual beli link. Website yang ditemukan menjual link akan ditandai, dan setelah itu link yang kita dapat dari website yang sudah ditandai tidak akan ada manfaatnya lagi.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><strong>4. Keyword Stuffing</strong></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Keyword stuffing adalah teknik dimana kita menjejalkan sebanyak-banyaknya keyword ke dalam konten website dengan harapan search engine melihatnya sebagai sumber informasi dengan releansi tinggi terhadap keyword tersebut.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Penempatan keyword yang terlalu banyak di dalam konten website akan menyebabkan konten tersebut tidak lagi bermakna bagi pengunjung. Search engine modern telah memiliki sistem yang cukup canggih untuk menelaah bahasa. Sekarang search engine bukan hanya mengabaikan tapi menghukum website yang ditemukan mempraktekan teknik ini.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;"><strong>5. Link Trading</strong></p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Link trading, atau pertukaran link, kehilangan efektivitasnya sama halnya dengan membeli link, karena link yang didapat dari pertukaran tidak menggambarkan kualitas website yang sesungguhnya. Link didapat dengan cara barter, bukan referensi terhadap sesuatu yang berkualitas. Karena itu search engine bekerja keras untuk menghilangkan efek link seperti ini terhadap ranking.</p>
<p style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 10pt; font-weight: normal;">Tidak berarti anda harus sama sekali menghentikan praktek pertukaran link ini, tapi anda harus lebih selektif dan bijaksana. Anda hanya perlu bertukar link dengak website yang relevan dan memberikan manfaat bagi pengunjung website anda sendiri, bukan untuk mendpatkan ranking yang tinggi. Link dengan website yang tidak relevan bukan hanya diabaikan search engine tapi mungkin menyebabkan website anda terkena hukuman.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Redirect 301, Teknik Redirection yang Search Engine Friendly'>Redirect 301, Teknik Redirection yang Search Engine Friendly</a> <small>Kadang-kadang untuk alasan tertentu kita terpaksa memindahkan konten website, misalnya...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2009/12/29/teknik-seo-kadaluwarsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Anchor Text</title>
		<link>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 07:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[anchor text]]></category>
		<category><![CDATA[keyword]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/</guid>
		<description><![CDATA[Anchor text adalah teks pada halaman website yang jika diklik akan membawa kita ke tempat lain, bisa lokasi tertentu pada halaman yang sama, bisa halaman lain pada website yang sama, atau halaman di website lain. Pada umumnya anchor text berupa tulisan berwarna biru dan bergaris bawah. Jika kita menggerakan mouse melewati teks tersebut, maka bentuk [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anchor text adalah teks pada halaman website yang jika diklik akan membawa kita ke tempat lain, bisa lokasi tertentu pada halaman yang sama, bisa halaman lain pada website yang sama, atau halaman di website lain. Pada umumnya anchor text berupa tulisan berwarna biru dan bergaris bawah. Jika kita menggerakan mouse melewati teks tersebut, maka bentuk cursor akan berubah. Jika di klik akan membawa kita ke lokasi lain. Dengan canggihnya teknologi pengembangan website, teks warna biru dan bergaris bawah sudah tidak merupakan patokan lagi karena ada teknik-teknik yang bisa mengendalikan tampilannya.<span id="more-28"></span></p>
<p>Dalam teknik SEO penggunaan kata kunci sebagai anchor teks wajib hukumnya. Hal yang penting dari anchor text adalah penggunaanya memungkinkan kita mendapatkan dua manfaat sekaligus dari keyword yang kita pilih.  Ketika crawler mesin pencari membaca anchor teks tersebut di halaman website, dia akan mendeteksi bahwa teks tersebut mengandung link. Link tesebut memberikan indikasi kepada mesin pencari mengenai isi halaman yang dituju dan relevansinya dengan halaman dimana anchor text tersebut berada. Jadi jika kita menggunakan keyword pada anchor text, kita akan mendapatkan dua manfaat ranking keyword untuk halaman tempat anchor text tersebut berada, dan ranking keyword untuk halaman tujuannya.</p>
<p>Tentu ada pengecualian dari konsep tersebut. Dalam SEO selalu ada pengecualian. Penggunaan keyword dalam anchor text yang berlebihan justru dapat menyebabkan mesin pencari mengurang ranking website kita, atau bahkan sama sekali memblokir website kita dari hasil pencarian secara keseluruhan. Optimasi yang berlebihan jika kita berulang-ulang menggukan anchor text dengan keyword yang sama, tanpa ada variasi.</p>
<p>Teknik yang sering dipakai adalah jika kita memilih keyword yang terdiri dari dua kata, maka kita menggunakan masing-masing kata dalam anchor text yang berbeda sendiri-sendiri, dan dilakukan secara berulang-ulang, dengan tujuan agar mesin pencari memberikan ranking yang tinggi untuk keyword tersebut. Dengan mata pengunjung, biasanya ini jadi terlihat janggal. Meskipun sempat ada banyak kisah sukses dengan menggunakan teknikSEO seperti ini, untuk saat ini sebaiknya dihindari, karena algoritma mesin pencari telah memiliki kemampuan untuk mendeteksi hal seperti ini.</p>
<p>Praktek yang paling tepat adalah dengan menempatkan anchor text yang menggunakan keyword, dalam paragraf yang memiliki isi yang relevan. Dalam hal ini, nilai anchor text sama  pentingnya dengan teks pada paragraf di sekitarnya. Perhatikan juga bahwa halaman atau website yang dituju juga harus relevan, sedapat mungkin keyword yang dipergunakan pada anchor text terkandung dalam &lt;title&gt; halaman tujuan. Dengan demikian secara keseluruhan ketiga komponen tersebut bisa saling mendukung. Meskipun teknis SEO seperti ini dipercayai merupakan pendekatan yang paling tepat, perkecualiannya tetap sama, penggunaan yang berlebihan mungkin justru akan menjadi bumerang.</p>
<p>Contoh implementasi teknik SEO ini dapat diliat pada blog. Umumnya pada tulisan yang ditampilkan di halaman blog akan ada anchor text yang mengandung kata kunci, yang menuju ke halaman lain yang isinya relevan dan judulnya mengandung kata kunci. Penenpatannya dapat dalam bentuk referensi kontekstual dalam kalimat, maupun dengan daftar-daftar tertentu, misalnya daftar tulisan paling populer, atau daftar tulisan yang paling banyak dikomentari.  Isi dari daftar-daftar tersebut memiliki link ke halaman lain yang isinya relevan. Hal lain yang dapat dimanfaatkan adalah dengan menyusun sitemap. Sitemap umumnya merupakan daftar judul halaman yang merupakan achor text, juka di click akan membawa ke halam yang judulnya terdaftar disitu. Dari sisi SEO, disitulah letak manfaat sitemap.</p>
<p>Kesimpulannya meskipun keyword dan anchor text nampak seperti sesuatu yang sama sekali berbeda, pada kenyataanya keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, terutama jika dilihat dari sinergi keduanya dalam mendongkrak ranking website kita.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2008/09/18/penggunaan-anchor-text/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
