<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknik SEO Indonesia &#187; Web Design</title>
	<atom:link href="http://www.seobali.com/category/web-design/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.seobali.com</link>
	<description>Teknik SEO, Online Marketing, Web Design, segala yang anda butuhkan untuk bisnis online yang sukses. SEO Indonesia mampu menguasai dunia maya.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jan 2012 09:50:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Memperbaiki Landing Page untuk Meningkatkan Konversi</title>
		<link>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 08:41:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[conversion]]></category>
		<category><![CDATA[layout]]></category>
		<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=634</guid>
		<description><![CDATA[Landing page adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung saat mengunjungi website kita. Dalam kebanyakan kasus, homepage merupakan landing page utama sebuah website. Meskipun demikian sering kali, sengaja ataupun tidak, halaman website lain berfungsi sebagai landing page. Sebagai contohmisalnya kita mengelola website smartphone.com untuk mejual produk-produk smart phone. Di dalamnya dibuat kategori berdasarkan platform, katakan saja [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2011%2F08%2F08%2Fmemperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/sales-conversion1.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-638" style="margin: 5px;" title="sales-conversion1" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2011/08/sales-conversion1-150x150.png" alt="" width="150" height="150" /></a>Landing page adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung saat mengunjungi website kita. Dalam kebanyakan kasus, homepage merupakan landing page utama sebuah website. Meskipun demikian sering kali, sengaja ataupun tidak, halaman website lain berfungsi sebagai landing page.</p>
<p>Sebagai contohmisalnya kita mengelola website smartphone.com untuk mejual produk-produk smart phone. Di dalamnya dibuat kategori berdasarkan platform, katakan saja ada iPhone, BlackBerry, dan Android. Karena di pasaran smart phone berbasis Android diproduksi oleh beberapa merk, di bawah kategori platform Android terdapat sub-kategori merk, misalnya Samsung, HTC, Motorolla, Sony Ericsson, LG, dan Nexian. Baru setelah itu ada halaman detail dari masing-masing produk.</p>
<p>Mungkin pengunjung yang datang dari search engine dengan mengetik keyword &#8220;smart phone&#8221; mereka akan mendapati homepage sebagai landing page. Tetapi jika mereka mengetikkan &#8220;smartphone android&#8221; mereka mungkin akan mendapatkan halaman kategori platform Android sebagai landing page. Lebih jauh, jika mereka mencari dengan keyword &#8220;samsung galaxy s2&#8243; halaman detail produk dari smart phone berbasis Android merk Samsung dengan tipe Galaxy S2 akan menjadi landing page.</p>
<p>Dengan ilustrasi di atas, anda bisa melihat bahwa landing page tidak hanya homepage. Semua halaman website yang bisa diakses langsung oleh pengunjung bisa menjadi landing page dan karena itu harus dirancang dengan sangat matang agar dapat menjalankan fungsinya sebagai landing page dengan efektif. Sebagian orang kadang membuat landing page khusus untuk kampanye pemasaran tertentu yang traffic pengunjungnya langsung di arahkan ke halaman tersebut, misalnya melalui AdWords atau bahkan iklan tradisional.</p>
<p>Sebagai halaman yang pertama dilihat pengunjung saat memasuki website kita, peran landing page sangat menentukan dalam mengubah (konversi) pengunjung menjadi pembeli. Halaman yang secara visual tidak menarik, tidak memberikan informasi yang jelas dan bermanfaat, navigasinya membingungkan, akan cenderung &#8220;mengusir&#8221; pengunjung kembali ke search engine dan mengunjungi website kompetitor.</p>
<p>Dalam terminologi marketing kita mengenal sesuatu yang disebut &#8220;call to action&#8221;. Call to action adalah titik dimana pengunjung website melakukan apa yang kita ingin mereka lakukan, misalnya tombol BOOK NOW pada website hotel. Call to action tidak selalu membeli. Pada homepage website, call to action mungkin tidak &#8220;ujug-ujug&#8221; membeli tapi misalnya tombol &#8220;SEARCH&#8221; pada sebuah website e-commerce.</p>
<p>Menempatkan call to action merupakan faktor yang sangat kritis untuk mendapatkan konversi. Tetapi menempatkan call to action to tempat yang tepat saja tidaklah cukup. Semua komponen di dalam halaman harus dirancang sedemikian rupa untuk menarik pengunjung kemudian mengarahkannya menuju call to action.</p>
<p>Waktu pengunjung website anda sangatlah berharga. Bukan karena mereka orang sibuk dan punya banyak urusan lain tetapi karena waktu yang tersedia dari saat mereka membuka landing page kita sampai memutuskan untuk mengikuti call to action yang kita pasang sangat-sangat pendek. Sebuah riset mengenai waktu yang tersedia bagi sebuah halaman website untuk menarik perhatian pengunjung hanya 8 detik. Jika anda gagal untuk menarik perhatian mereka dan mengarahkannya menuju call to action dalam 8 detik, pengunjung tersebut akan segera berlalu menuju website lain.</p>
<p>Apa yang dapat anda lakukan agar website anda dapat memaksimalkan waktu yang hanya 8 detik itu?</p>
<p><strong>1. Singkat dan Padat</strong></p>
<p>Seperti halnya materi promosi pemasaran pada berbagai media lain,  materi yang ringkas tapi &#8220;menggigit&#8221; merupakan pendekatan yang paling efektif dalam membuat landing page yang efektif. Materi yang bertele-tele berpotensi mengganggu perhatian pengunjung dan menggelincirkannya keluar dari jalur konversi menuju call to action. Pastikan bahwa semua materi, konten pada halaman web, relevan dengan produk atau jasa yang anda tawarkan pada halaman tersebut serta &#8220;call to action&#8221; pada tahap sebelumnya yang membawa mereka pada landing page anda.</p>
<p><strong>2. Layout Sederhana</strong></p>
<p>Riset menunjukkan bahwa mayoritas (36%) landing page yang memiliki performa baik terdiri dari satu kolom. Hanya 14% dari landing page yang dinilai memiliki performa baik terdiri dari 2 kolom. Hanya 1% yang memiliki 3 kolom. Model berbentuk kotak atau postcard yang memenuhi satu halaman layar monitor juga menunjukkan performa yang jauh lebih baik.</p>
<p><strong>3. Batasi Jumlah Link</strong></p>
<p>Kita sering tertarik untuk menjejalkan link sebanyak-banyaknya ke dalam satu halaman. Biasanya dengan pertimbangan agar jika mereka tidak tertarik dengan produk, jasa, atau informasi yang ditampilkan pada halaman itu, mereka akan memilih tawaran anda yang lain alih-alih berlalu dan mencari website lain.</p>
<p>Pada kenyataanya, 49% landing page yang efektif hanya memiliki satu link. Logikanya, anda justru mengacaukan fokus perhatian penhunjung dengan berbagai pilihan lain sehingga bukannya yakin dengan pilihan mereka dan mengikuti call to action, mereka justru ragu-ragu, bingung, dan kemudian merasa perlu untuk surfing lebih banyak lagi sebelum mengambil keputusan.</p>
<p>Selain 49% yang memiliki hanya 1 link, semakin banyak link, tingkat kesuksesannya semakin menurun sbb: 12% memiliki 2 link, 13% memiliki 3 link, 7%  memiliki 4 link. Memang agak membingungkan karena studi tersebut juga menunjukkan bahwa 19% memiliki 5 link atau lebih. Tapi dengan mudah anda bisa membandingkan bahwa 19%, meskipun naik dari 12%, 13%, dan 7%, dibandingkan dengan 49% yang hanya memiliki 1 link, tidaklah cukup material.</p>
<p>Fully 49% of all landing pages both in the B2B and B2C arena   contained just one link, as it seems that this preference is  incorporated into  landing pages in order to keep the message clear and  the desired action  obvious. The placement of multiple links can be seen  to dilute the essential  impact, as 12% utilize 2 links, 13% have 3  links, and 7% feature 4 links.  Surprisingly a total of 19% of all  landing pages have 5 or more links which  would instinctively seem  counter-intuitive.</p>
<p><strong>4. Hindari Scroll</strong></p>
<p>90% website yang sukses menuai konversi memiliki satu karakteristik yang sama, mereka menempatkan call to action pada posisi yang langsung terlihat jelas begitu halaman terbuka di layar monitor. Mungkin anda sering melihat landing page atau halaman web yang berisi penjelasan panjang lebar, dengan banyak gambar, analisa, diagram, dll. yang dirancang untuk meyakinkan konsumen, kemudian menempatkan call to action di ujung bawah.</p>
<p>Dari satu sisi, anda bisa saja benar dengan mempertimbangkan orang harus diyakinkan terlebih dahulu, baru diarahkan menuju call to action. Tapi jangan lupa, tidak banyak orang yang bersedia meluangkan waktu membaca penjelasan dan memperhatikan presentasi visual sebelum mengambil keputusan. Banyak riset pengambilan keputusan membuktikan bahwa intuisi memegang peran penting dalam pengambilan keputusan.</p>
<p>Hal terbaik adalah menempatkan call to action pada bagian yang bisa dilihat di layar monitor tanpa harus scroll. Bagi mereka yang mengambil keputusan cepat, mereka segera tahu apa yang harus mereka lakukan. Mereka yang menyediakan waktu untuk membaca dan menganalisa terlebih dahulu, tahu kemana pereka harus perki ketika akhirnya mengambil keputusan.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2011/08/08/memperbaiki-landing-page-untuk-meningkatkan-konversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Redirect 301, Teknik Redirection yang Search Engine Friendly</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 02:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[directory]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[redirect]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Kadang-kadang untuk alasan tertentu kita terpaksa memindahkan konten website, misalnya dari satu diretori ke direktori.  Sebgai contoh kita ingin mengubah target keyword kita dan ingin agar keyword tersebut ada dalam URL dari www.tokosaya.com/pakaian-bordir/ menjadi www.tokosaya/bordir-tasik/. Jika kita memindahkan begitu saja, kita akan kehilangan manfaat SEO yang selama ini telah dimiliki halaman-halaman pada directory lama. Halaman [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2010%2F03%2F22%2Fredirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/03/redirect-301.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-457" title="redirect-301" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/03/redirect-301-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kadang-kadang untuk alasan tertentu kita terpaksa memindahkan konten website, misalnya dari satu diretori ke direktori.  Sebgai contoh kita ingin mengubah target keyword kita dan ingin agar keyword tersebut ada dalam URL dari www.tokosaya.com/pakaian-bordir/ menjadi www.tokosaya/bordir-tasik/.<span id="more-456"></span></p>
<p>Jika kita memindahkan begitu saja, kita akan kehilangan manfaat SEO yang selama ini telah dimiliki halaman-halaman pada directory lama. Halaman lama yang sudah terindeks search engine akan hilang, sementara saat search engine menemukan halaman baru, malah mungkin akan dianggap duplicate content. Halaman-halaman lama juga mungkin sudah mendapatkan banyak referensi berupa link dari website-website lain yang manfaatnya akan hilang akibat perpindahan ini.</p>
<p>Cara yang mungkin kita gunakan adalah redirect, mengarahkan pengunjung yang datang ke halaman lama menuju halaman baru. Tapi kita semua tahu bahwa search engine tidak menyukai redirection. Benarkah demikian? Ternyata TIDAK. Ada redirect yang dihalalkan search engine yaitu Redirect 301, yang merupakan satu tindakan korektif paling penting ketika kita harus merelokasi konten. Tapi agar search engine friendly, teknik penggunaannya harus tepat.</p>
<blockquote><p>Redirect 301 adalah tindakan korektif paling tepat ketika kita harus merelokasi konten,  tapi teknik penggunaannya harus tepat.</p></blockquote>
<p>Anda mungkin tahu ada beberapa metode redirection lain misalnya dengan menggunakan JavaScript, menggunakan instruksi pemrograman seperti Response.Redirect pada PHP, atau menggunakan meta tag refresh redirect. Metode-metode tersebut memang bekerja untuk pengunjung biasa, tapi diabaikan oleh untuk search engine. Search engine hanya akan mengikuti redirect jika secara eksplisit dinyatakan bahwa status redirectionnya 301.</p>
<p>Bukan hanya soal crawler yang mau mengikutinya, dengan mengunakan Redirect 301, search engine &#8211; setidaknya Google &#8211; akan memindahkan rangking yang dimiliki halaman lama ke halaman baru. Jadi jika halaman lama sudah memiliki ranking yang baik, dengan Redirect 301 Google akan memindahkan ranking tersebut ke halaman yang baru, sehingga pada SERP halaman yang baru akan muncul menggantikan halaman lama.</p>
<p>Tanpa Redirect 301, halaman lama akan tetap nangkring di SERP sampai search engine menyingkirkannya karena crawler melaporkan redirect pada kunjungan terakhirnya. Sementara halaman baru harus merangkak kembali dari awal, itupun kalau tidak berhadapan dengan masalah duplicate content jika search engine masih menyimpan konten lama di dalam databasenya.</p>
<p>Pada blog WordPress, konten berubah secara dinamis karena kita kadang-kadang menghapus posting, merelokasi konten, atau mengubah permalink. Operasi-operasi tersebut memang sangat mudah dilakukan, tapi konsekuensinya bisa fatal jika kita tidak menangani Error 404 dengan benar. Anda mungkin pernah mengalami penurunan ranking yang cukup drastis setelah merelokasi konten atau mengubah permalink. Ini tidak akan terjadi jika anda menggunakan Redirect 301 dengan tepat.</p>
<p>Anda bisa Googling untuk mencari cara penggunaan Redirect 301 yang benar, atau stay tuned disini, kalau sempat saya akan menulis artikel bagaimana menggunakan Redirect 301.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Design yang Dapat Kita Pelajari dari Apple</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/02/06/web-design-wesite-design-apple/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/02/06/web-design-wesite-design-apple/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 05:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini kurang lebih adalah terjemahan bebas dari artikel yang sempat saya baca baru-baru ini. Banyak orang berusaha mengikuti design yang populer untuk bisa menarik perhatian pasar, tidak terkecuali dalam hal tampilan website. Sayangnya hanya ada sedikit anggota kelompok istimewa yang justru menciptakan trend yang diikuti orang. Tulisan ini menganalisa hal-hal positif yang bisa kita [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2010%2F02%2F06%2Fweb-design-wesite-design-apple%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p>Tulisan ini kurang lebih adalah terjemahan bebas dari artikel yang sempat saya baca baru-baru ini. Banyak orang berusaha mengikuti design yang populer untuk bisa menarik perhatian pasar, tidak terkecuali dalam hal tampilan website. Sayangnya hanya ada sedikit anggota kelompok istimewa yang justru menciptakan trend yang diikuti orang. Tulisan ini menganalisa hal-hal positif yang bisa kita tiru dari salah satu trend-setter terkemuka dalam hal web design, Apple.<span id="more-415"></span></p>
<p><strong>1. KISS &#8211; Keep it Simple, Stupid!</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-web-design-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-416" title="apple-web-design-1" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-web-design-1.jpg" alt="" width="510" height="497" /></a></p>
<p>Coba anda Lihat halaman web ini http://www.microsoft.com/office/2010/en/default.aspx. Apa kesan yang anda dapet? Secara visual halaman web ini sangat ramai. Homepage memang seharusnya memberikan informasi lengkap tentang perusahaan kita, memajang produk kita dengan informasi yan detail, sebanyak mungkin fasilitas yang bisa dipergunakan pengunjung, dan logo yang besar, benarkah demikian? Menurut Apple: SALAH.</p>
<p>Coba kunjungi homepage Apple dan jangan pikirkan apa yang anda lihat, pikirkan apa yang tidak anda lihat. Homepage apple hanya memajang beberapa produk terbaru dan pengelompokan produk-produk berdasarkan kategori yang mudah difahami sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang kita perlukan dengan mudah. Memang sebagai perusahaan dengan reputasi sebesar Apple, pengunjung memang mungkin tidak perlu informasi mengenai perusahaan. Tapi kita bisa menangkap konsepnya, design yang minimalis tapi menarik dengan mengedepankan kemudahan pemakaian.</p>
<p>Bayangkan anda mengemudikan mobil memasuki airport. Sepanjang perjalanan anda disuguhi lima atau enam papan dengan peta yang menunjukan lokasi berbagai fasilitas yang tersedia, dari mulai terminal sampai jalur akses untuk orang cacat. Perancangnya tentu befikir bahwa dia harus memberikan informasi selengkap mungkin kepada pengunjung. Memang tidak salah, tapi bayangkan anda harus memperhatikannya sambil mengemudikan mobil dengan kecepatan 30-40 km/jam. Bandingkan dengan Sky Harbor di Phoenix, Arizona, salah satu airport yang paling mudah dijelajahi di dunia. Begitu datang terpampang tulisan “Hello, welcome to Sky Harbor. There are three terminals”. Kemudian setelah anda masuk anda akan mendapat beberapa petunjuk lagi, mana departure mana arrival, kemudian pesawat mana terbang dari terminal yang mana.</p>
<p>Apple mengadopsi pendekatan yang sama ke dalam rancangan interface websitenya. Alih-alih memajang semua yang mereka punya dengan harapan pengunjung mendapatkan informasi yang selengkap-lengkapnya, Apple menggunakan informasi-informasi pendek yang memandu pengunjung untuk mendapatkan informasi yang mereka perlukan. Sekarang lihat kembali rancangan website anda sendiri dan bayangkan bagaimana anda bisa memecah informasi yang begitu banyak menjadi potongan-potongan kecil sehingga pengunjung tidak dibuat pusing duluan.</p>
<p><strong>2. Tampilkan Gambar Produk yang Mengesankan</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-website-design-imac.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-417" title="apple-website-design-imac" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-website-design-imac.jpg" alt="" width="510" height="302" /></a></p>
<p>Ketika orang merancang website dengan elemen grafik yang indah, Apple hanya menampiklan elemen grafik yang mereka anggap penting, produk mereka. Coba saja masuk ke website Apple, begitu masuk pandangan mata kita pasti akan langsung terfokus pada produk yang mereka tampilkan.</p>
<p>Ada beberapa elemen yang bisa membuat produk menjadi nampak memukau. Yang pertama dan utama tentu foto produk yang berkualitas tinggi, disini kita bicara soal fotografi dan olah foto digital. Mungkin hanya mereka sendiri yang tahu persis bagaimana prosesnya, tapi nampaknya foto-foto produk yang ditampilkan di website Apple merupakan kombinasi antara fotografi, modelling 3 dimensi, dan tentu saja Photoshop.</p>
<p>Kemudian mereka memberikan porsi yang cukup besar untuk menampilkan foto itu pada halaman website. Ini juga penting, karena foto hebat akan berkurang kesannya jika ditampilkan dalam ukuran kecil. Perhatikan juga Apple kadang-kadang memajang foto yang memuat beberapa produk sekaligus yang ditata dengan sangat menarik.</p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webmaster-kacang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-418" title="apple-webmaster-kacang" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webmaster-kacang.jpg" alt="" width="510" height="321" /></a>Pelajaran yang harus kita ambil disini adalah: kanya memotret produk kita saja tidaklah cukup, kita harus membuat foto tersebut mengesankan. Apakah itu sebuah Lexus versi terbaru atai sekantong kacang, kita harus mengusahakan yang terbaik untuk memperoleh foto yang hebat. Jika anda berfikir Apple bisa menghasilkan foto yang hebat karena memiliki produk teknologi tinggi, anda salah. Seniman digital yang berbakat dan berpengalaman bisa membuat foto produk yang sangat sederhana sekalipun menjadi sangat mengesankan.</p>
<p><strong>3. Perhatikan Kontras</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-website-navigation1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-420" title="apple-website-navigation" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-website-navigation1.jpg" alt="" width="510" height="168" /></a></p>
<p>Hal lain yang membuat foto produk Apple tampil menawan adalah halaman dimana foto tersebut dipasang. Kombinasi mata dan otak kita cenderung menyukai kontras yang tinggi. Katanya itu yang membuat kita suka memandang cakrawala dari ketinggian. Itu salah satu alasan wowwwwww kita ketika melihat foto iPhone hitam berkilau di atas latar putih bersih. Kita harus selalu mencari kombinasi kontras yang tepat dalam setiap rancangan kita dengan menggunakan berbagai elemen yang bisa kita kendalikan seperti warna, unuran font, ketebalan garis, dan sebagainya.</p>
<p>Apple tidak hanya memikirkan kontras untuk foto-foto mereka, tapi juga elemen lain yang ingin dibuat menarik, seperti misalnya tombol download berukuran besar. Coba jelajahi website Apple dan perhatikan, mereka selalu menggunakan tombol biru besar yang memancing fokus mata untuk aktivitas-aktivitas yang mereka ingin anda lakukan seperti download atau buy.</p>
<p><strong>4. Perhatikan Detail</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-small.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-421" title="apple-webdesign-small" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-small.jpg" alt="" width="510" height="90" /></a></p>
<p>Apple sangat identik dengan perhatiannya sampai pada hal-hal terkecil sekalipun. Setiap bagian dari website mereka diancang dengan sempurna. Mereka sepertinya tidak pernah menggunakan ungkapan &#8220;gak bakal ada yang merhatiin koq&#8221; atau &#8220;udah cukup bagus lah&#8221;. Anda harus sadari biasanya justru perhatian yang diberikan pada detail yang paling kecil itulah yang membedakan antara karya design yang hebat dengan yang biasa-biasa saja.</p>
<p>Mau lihat contoh buruk? Coba lihat logo social media pada website Microsoft. Sama sekali tidak mengganggu fungsinya, tapi sangat mengganggu mata kita.</p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-websitedesign-twitter.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-422" title="apple-websitedesign-twitter" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-websitedesign-twitter.jpg" alt="" width="510" height="337" /></a></p>
<p>Jika anda memerlukan tapi tidak bisa mendapatkan logo-logo tersebut dalam kualitas yang memadai, sediakanlah waktu untuk membuat ulang dengan gambar vektor. Designer-designer Microsoft terlalu malas untuk mencari logo yang kualitasnya lebih baik, apalagi bersisah payah menggunakan Magic Wand tool Photoshop untuk menggambar ulang. Coba anda jelajahi website Apple, apakah anda bisa menemukan hal seperti itu?</p>
<p><strong>5. Hindari Flash</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-anti-flash.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-425" title="apple-webdesign-anti-flash" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-anti-flash.jpg" alt="" width="510" height="326" /></a></p>
<p>Saya sendiri bukan termasuk golongan anti-Flash, tapi kenyataannya jumlah mereka terus bertambah. Salah satu tokoh diantara golongan tersebut adalah Steve Jobs, bos Apple. Mungkin anda tertarik dengan pernyataan Steve yang dirilis Wired baru-baru ini:</p>
<blockquote><p>Tentang Adobe: Mereka malas. Mereka punya potensi besar untuk melakukan hal-hal menarik, tapi mereka memilih untuk tidak melakuaknnya. Mereka tidak melakukan pendekatan seperti Apple. Apple tidak mendukung karena Flash justru menimbulkan gangguan. Ketika sebuah komputer Mac crash, lebih banyak kasus gara-gara Flash. Lagian ke depan tidak ada orang yang akan menggunakan Flash karena dunia bergerak ke arah HTML5.</p></blockquote>
<p>Kalau saya atau anda yang membuat pernyataan itu, mungkin memang tidak ada artinya, tapi Steve adalah salah satu tokoh yang cukup disegani di dunia teknologi. Konten Flash pada website sangat tergantung pada keberadaan versi terbaru plug-in pemutarnya. Sementara itu HTML5 dan CSS3 menjanjikan pengalaman multimedia interaktif dengan kode yang mengikuti standar baku.</p>
<p>Sebagai pengembang website, sya yakin anda tidak akan menyesal jika anda bergabung dengan kelompok Apple. Kita tidak perlu bertindak apa-apa selain tidak menggunakan elemen flash pada website yang kita bangun, dan anda akan terhindar dari banyak potensi masalah dari orang-orang yang tidak bisa melihat konten Flash.</p>
<p><strong>6. Bersahabat</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-friendly.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-426" title="apple-webdesign-friendly" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-webdesign-friendly.jpg" alt="" width="510" height="203" /></a></p>
<p>Selama bertahun-tahun keberadaannya Apple membangun kredibilitas sebagai produk yang bersahabat. Mereka mendobrak tradisi yang biasanya mengidentikan teknologi dengan eksklusivitas. Salah satu contoh yang bisa kita lihat ada pada iklan &#8220;Get a Mac&#8221;. Disitu Mac digambarkan sebagai manusia biasa sedangkan PC digambarkan sebagai sosok pengusaha. Pesan yang terkandung sangat esensial, Mac berusaha mendekatkan diri dengan semua kalangan, termasuk remaja dan lansia.</p>
<p>Apple membuka pintu seluas-luasnya untuk semua orang. Sebagai contoh, sekarang siapapun bisa menghubungi dan membuat janji dengan Applo store terdekat untuk konsultasi gratis atas masalah atau pertanyaan konsumen.</p>
<p>Kesan ini diperkuat dengan menampilkan foto-foto orang yang bersahabat dengan senyum terkembang. Apple store menampilkan foto-foto besar pegawainya dengan kata-kata  “come on in, we’re happy to help.” Foto-foto yang sama bisa anda temui saat menjelajahi website Apple.</p>
<p>Apple sukses membangun keseimbangan antara dinginnya teknologi dengan pendekatan interpensonal yang hangat dan bersahabat. Apapun yang anda jual, coba pertibangkan manfaat dari pendekatan yang bersahabat, dan pikirkan apa yang dapat anda lakukan untuk mewujudkannya. Mungkin sesuatu yang sangat sederhana seperti kata &#8220;Hello&#8221; sebagai pembuka, bisa membawa perubahan besar.</p>
<p><strong>7. Layout dengan Grid yang Tegas</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-web-design-layout.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-431" title="apple-web-design-layout" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-web-design-layout.jpg" alt="" width="510" height="568" /></a></p>
<p>Gambar di atas mestinya sudah cukup menjelaskan. Setiap halaman website Apple mengikuti struktur grid yang tegas, entah itu halaman yang sederhana atau lebih rumit, struktur gridnya tetap diikuti dengan konsisten. Apa hasilnya? Lihat seberapa banyak informasi yang ditampilkan pada halaman di atas. Tapi meskipun banyak informasi yang ditampilkan, halamannya tetap terlihat sederhana dan menarik.</p>
<p>Memecah informasi menjadi potongan-potongan yang lebih sederhana akan mengurangi efek rumit secara visual. Perhatikan bahwa setiap sel memiliki gambar sendiri yang dijadikan fokus mata selain teks. Model visual ini diterapkan secara konsisten sebagai tema sentral.</p>
<p><strong>8. Berikan Petunjuk yang Mudah Difahami</strong></p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-magic-mouse-ad.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-432" title="apple-magic-mouse-ad" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/02/apple-magic-mouse-ad.jpg" alt="" width="510" height="262" /></a></p>
<p>Untuk mendukung pesan yang menyatakan bahwa permukaan mouse merupakan permukaan multi-touch, Apple memberikan ilustrasi berupa panah-panah biru yang menunjukkan gerakan jari. Bahkan jika kalimat di atasnya dihilangkan, ilustrasi tersebut sudah cukup untuk membantu orang memahami maksudnya, sehingga bisa menggunakan mouse tersebut.</p>
<p>Apple bahkan memberikan lebih dari ilustrasi, pada setiap produk baik hardware maupun software, Apple memberikan video untuk menunjukkan cara kerja dan penggunaannya. Dengan informasi yang lengkap, beban kerja technical support menjadi jauh lebih ringan. Beberapa teman yang baru pindah dari PC ke Apple sering menjadikan saya &#8220;technical support&#8221; mereka, dan saya biasanya menyarankan mereka untuk melihat video-video tersebut.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/02/06/web-design-wesite-design-apple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Landing Page v.s. Konversi</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/01/07/landing-page-versus-konversi/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/01/07/landing-page-versus-konversi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 08:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[Web Design]]></category>
		<category><![CDATA[conversion]]></category>
		<category><![CDATA[landing page]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Landing page adalah halaman yang diakses pertama kali ketika pengunjung mengakses website anda. Landing page tidak selalu harus homepage. SEO yang efektif memungkinkan pengunjung dapat datang ke halaman mana saja yang relevan dengan hasil pencariannya. Kita juga bisa sengaja menghubungkan halaman lain selain homepage dengan PPC atau banner exchange misalnya. Karena itu landing pages bisa [...]
No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<iframe class="me-likey" src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http%3A%2F%2Fwww.seobali.com%2F2010%2F01%2F07%2Flanding-page-versus-konversi%2F&amp;layout=button_count&amp;show_faces=false&amp;width=150&amp;height=24&amp;action=like&amp;font=arial&amp;colorscheme=light" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width:150px; height:24px"></iframe><p style="text-align: center;"><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/01/online-sales.jpg"><img class="size-full wp-image-383 aligncenter" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="online-sales" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/01/online-sales.jpg" alt="" width="450" height="273" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Landing page adalah halaman yang diakses pertama kali ketika pengunjung mengakses website anda. Landing page tidak selalu harus homepage. SEO yang efektif memungkinkan pengunjung dapat datang ke halaman mana saja yang relevan dengan hasil pencariannya. Kita juga bisa sengaja menghubungkan halaman lain selain homepage dengan PPC atau banner exchange misalnya. Karena itu landing pages bisa banyak, idealnya semua halaman website adalah landing page, meskipun normalnya homepage memang merupakan landing page utama.<span id="more-382"></span></p>
<p>Istilah konversi dalam hal ini ditujukan pada transisi dari pengunjung website menjadi pembeli. Semakin tinggi prosentase pengunjung website yang melakukan pembelian &#8211; atau apapun yang anda ingin dilakukan pengunjung seperti mendaftar, mengunduh, dan sebagainya &#8211; semakin tebal dompet anda. Sia-sia kita membangun website dan mendatangkan pengunjung ke website kita jika mereka tidak membeli. Karena itu setelah memiliki website dan mendatangkan traffic dengan berbagai cara, SEO, PPC, affiliate marketing, email marketing, dan sebagainya, konversi merupakan tantangan selanjutnya.</p>
<p>Para pemula biasanya menghadapi masalah dengan tidak adanya pengunjung ke website yang sudah susah payah mereka bangun. Jawaban populer untuk masalah ini diantaranya SEO dan PPC, yang jika sukses dilaksanakan akan mendatangkan aliran pengunjung ke website mereka. Umumnya keluhan kedua kemudian muncul, setelah susah payah SEO atau membuang duit untuk PPC, pengunjung yang berbonding-bondong masuk ternyata tidak membeli &#8230; tidak ada konversi.</p>
<p>Kondisi ekonomi global, margin keuntungan yang rendah, dan rendahnya daya beli masyarakat dunia bukanlah alasan sesungguhnya mengapa pengunjung tidak membeli. Lagian kalau mereka tidak sanggup membeli, mereka tidak akan berkunjung ke website kita untuk mencari produk yang kita tawarkan. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi konversi adalah landing page. Sering kita kebingungan memilih apa yang ingin kita tampilkan dan menjadikan landing page, terutama homepage sebagai landing page utama, seperti tempat sampah. Pengunjung website umumnya tidak berlama-lama di homepage, dan jika dalam kunjungan singkatnya itu dia dijejali dengan sejumlah focus of interest yang berbeda-beda, pop up, animasi, tulisan berkedip, dan sebagainya, dia akan memilih keluar lagi alih-alih mencurahkan perhatiannya untuk memperhatikan satu-persatu dengan lebih seksama.</p>
<p>Pengunjung yang mengakses landing page kemudian keluar lagi tanpa mengakses halaman-halaman lainnya disebut bounce. Perbandingan antara jumlah pengunjung yang bounced terhadap keselurugan jumlah pengunjung sering disebut bouce rate. Apakah mereka yang tidak bouced, artinya kemudian mengakses halaman lain kemudian akan membeli? Belum tentu, tapi kemungkinannya masih ada, sementara yang bounced sudah jelas-jelas tidak membeli.</p>
<p>Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk menjadikan landing page anda mesin koversi yang efektif. Tapi sebelumnya anda perlu ingat, produk yang anda tawarkan juga harus kompetitif. Sama halnya dengan media pemasaran tradisional, kualitas, harga, layanan purna jual, dan sebagainya tetap akan menjadi faktor akhir penentu keputusan membeli.</p>
<p><strong>1.    Call to action</strong><br />
Buatlah agar mengunjung dengan mudah mengetahui apa yang anda ingin mereka lakukan dan mengetahui bagaimana cara melakukannya. Jika anda mejual banyak jenis produk dan karena itu memandang perlu adanya fasilitas pencarian, membuat beberapa produk &#8220;special offer&#8221; dengan call to action &#8220;BUY NOW&#8221; bukanlah ide yang buruk. Jika pada halaman landing page anda belum ada elemen ini, tambahkanlah, dan anda akan melihat perubahan yang cukup signifikan.</p>
<p><strong>2.    Konten harus mudah difahami </strong><br />
Konten yang lengkap mungkin memang diperlukan, tapi anda juga harus membuatnya mudah difahami dengan cepat. Pecah-pecahlah informasi menjadi bagian-bagian yang mudah difahami. Jika penjelasan detail yang panjang diperlukan, buatlah ringkasan terlebih dahulu, sehingga pengunjung tidak harus membaca berhalaman-halaman hanya untuk menyimpulkan bahwa produk tersebut tidak cocok untuk kebutuhannya.</p>
<p><strong>3.    Batasi pilihan</strong><br />
Mungkin anda befikir memberikan banyak pilihan akan membuat pengunjung anda lebih tertarik, tapi anda harus berhati-hati dengan arah ketertarikan mereka, membeli atau melirik pilihan lain. Giringlah pengunjung hanya pada satu pilihan, membeli. Mungkin anda akan membantah saya dengan mengatakan &#8220;Tapi bagaimana jika pengunjung ingin melihat banyak pilihan sehingga bisa mebyat perbandingan&#8221;. Tidak, mereka tidak menginginkan perbandingan. Mereka ingin membeli, jangan halangi keinginan mereka dengan membuat pikirannya terbagi-bagi.</p>
<p><strong>4.    Sederhanakan tampilan</strong><br />
Jangan buang-buang waktu, tenaga, dan uang anda untuk membuat landing page yang super keren dengan bergagai elemen animasi, flash dengan tulisan berseliweran kesana kemari, dan sebagainya, yang ujung-ujungnya hanya akan mengganggu perhatian pengunjung. Buat halaman sesederhana mungkin sehingga pengunjung hanya tertarik dengan satu hal, tombol &#8220;BUY NOW&#8221;.</p>
<p><strong>5.    Sederhanakan prosedur</strong><br />
Jika proses pembelian bertele-tele, pembeli mungkin akan membatalkannya, dan anda kehilangan potensi konversi pada saat-saat terakhir. Pastikan pengunjung hanya perlu memasukan data yang memang benar-benar diperlukan. Buatlah sistem yang sebanyak mungkin mengumpulkan data sendiri. Jika mereka berada pada halaman yang menampilkan detail satu produk tertentu, jangan suruh mereka untuk mengisi data produk apa yang ingin dibeli dan berapa harganya.</p>
<p><strong>6.    Hindari jargon</strong><br />
Teori mengajarkan bahwa koran ditulis untuk bisa difahami oleh anak kelas 6 SD. Begitu pulalah anda harus membuat landing page anda. Hindari kata-kata pemasaran yang berbunga-bunga dan istilah-istilah teknis yang membingungkan. To the point dengan bahasa yang sederhana.<br />
<strong><br />
7.    Bangkitkan kepercayaan</strong><br />
Mulailah dengan website yang profesional, tidak ada kesalahan pengetikan, tidak ada link yang putus, tidak ada gambar yang tidak muncul, tidak ada informasi yang kadaluwarsa, dan sebagainya. Tampilkan logo yang bisa meningkatkan kredibilitas and seperti penghargaan, keanggotaan asosiasi profesional, tanda lulus akreditasi, dan sebagainya. Pastikan pengunjung merasa bahwa selain memilih produk yang tepat, mereka juga membeli dari penjual yang tepat.</p>
<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://yarpp.org'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/01/07/landing-page-versus-konversi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

