Archive for the ‘Teknik SEO’ Category

Memanfaatkan Keyword Organik

By: Teknik SEO Indonesia
Published: October 27th, 2008

Sekedar mengingatkan, keyword organik adalah keyword yang secara alamiah muncul di dalam isi website kita dan berkontribusi pada kinerja website di search engine. Mendapatkan suntikan performa dari keyword organik seperti ini merupakan rejeki nomplok yang mungkin dapat menjadi mesin uang tanpa kita perlu banyak membuang waktu dan tenaga. Pada umumnya kenaikan keyword organik pada search engine sangat lambat, memerlukan waktu setidaknya enam bulan, tetapi biasanya cukup stabil tanpa perlu banyak upaya tambahan untuk mempertahankannya. Karena bisnis pada umumnya tidak dapat menunggu begitu lama - belum tentu juga berhasil - orang biasanya memanfaatkan kampanye PPC (pay per click). Read the rest of this entry »

Keyword Density

By: Teknik SEO Indonesia
Published: October 3rd, 2008

Karena istilah ini sangat populer di antara mereka yang berkecimpun dalam teknik SEO, saya memilih untuk menterjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Secara ringkas keyword density dapat dijabarkan sebagai rasio frekuensi munculnya keyword di dalam satu halaman web, berapa kali kata kunci tertentu muncul (disebut) dalam satu halaman web. Jika anda memiliki halaman web yang berisi 1000 kata dalam bentuk teks dan kata kunci yang sedang diukur muncul pada halaman itu sebanyak 10 kali, maka keyword density-nya 1%. Ukuran tadi berbicara untuk keyword berupa satu kata tunggal, bukan frasa.

Kecuali (mungkin) Seygey Brin atau Larry Pages - duo pemilik Google - tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa angka keyword density yang paling tepat untuk satu website tertentu. Kebanyakan praktisi teknik SEO memberikan perkiraan antara 5 sampai 7% sebagai angka yang tepat, namun banyak juga yang meyakini angka yang lebih kecil atau lebih besar dari kisaran tersebut. Sayangnya tidak ada satu angka yang disepakati secara umum sebagai patokan baku.

Karena tidak adanya aturan yang standar, ataupun mungkin hanya sekedar patokan, para pengelola websiteterpaksa mengambil angka tertentu yang diperkirakannya sebagai angka yang “tepat”. Dilema disini adalah jika kita memiliki angka keyword density yang terlalu tinggi, maka kemungkinan besar mesin pencari akan menganggap sebaga sesuatu yang sering disebut sebagai “keyword stuffing”, dan karenanya website kita akan mendapatkan ranking yang buruk, atau malah sama sekali dikeluarkan. Tetapi jika terlalu rendah, mesin pencari mungkin menganggap isi halaman web kita tidak cukup relevan dengan keyword yang ditargetkan.

Meskipun tidak ada patokan tertentu, cukup mudah bagi kita untuk membandingkan website-website milik pesaing yang sukses mendapatkan ranking yang bagus untuk keyword yang kita targetkan. Cukup dengan melihat source code, kemudian membuat perbandingan secara manual. Hampir semua browser menyediakan fasilitas untuk melihat source code suatu halaman web.

Untuk Internet Explorer dari Microsoft dapat mengikuti langkah-langkah ini:

  • Buka Internet Explorer, kemudian buka mesin pencari yang anda anggap paling relevan sebagai acuan upaya SEO anda. Misalnya Google.
  • Search dengan kata kunci yang anda targetkan, kemudian kunjungi salah satu website yang memiliki ranking yang baik.
  • Click View dari menu utama di kiri atas browser. Drop-down list untuk kelompok View akan muncul.
  • Click View Source, maka window baru yang berisi teks berupa tulisan dan kode-kode html akan muncul.

Untuk Firefox dari Mozilla dapat mengikuti langkah-langkah ini:

  • Buka Firefox, kemudian buka mesin pencari yang anda anggap paling relevan sebagai acuan upaya SEO anda. Misalnya Google.
  • Search dengan kata kunci yang anda targetkan, kemudian kunjungi salah satu website yang memiliki ranking yang baik.
  • Click View, kelompok instrusksi di bawah View akan muncul dalam bentuk drop-down.
  • Pilih Page Source untuk membuka kode di window baru.

Ada sedikit perbedaan tampilan source di Internet Explorer dan Firefox, browser lain mungkin memiliki perbedaan juga, tapi pada dasarnya informasi yang terkandung di dalamnya kurang lebih sama. Agak sulit memang membaca isi source ini karena teks yang terkandung didalamnya bercampur dengan kode-kode HTML. Mungkin perlu beberapa saat sampai anda mulai terbiasa, tapi waktu yang anda buang disini tidak akan sia-sia. Ini adalah cara yang paling baik untuk mengetahui keyword yang dipakai oleh website yang sukses, density-nya, dan penempatannya.

Memilih Keyword Yang Tepat

By: Teknik SEO Indonesia
Published: September 30th, 2008

Tidak bisa dipungkiri, keyword adalah tonggak keberhasilan (atau kegagalan) SEO maupun pemasaran online secara keseluruhan. Keyword memiliki peran penting untuk menentukan dimana website kita akan tertangking oleh mesin pencari, yang pada akhirnya menentukan apakah calon pengunjung menemukan website kita atau tidak. Karena itu ketika menentukan keyword yang akan menjadi target SEO, sangat penting untuk memastikan bahwa kita memilih keyword yang tepat. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita tau apakah satu keyword tertentu tepat sementara keyword yang lain tidak tepat untuk website kita.

Pemilihan keyword yang tepat untuk website kita akan menentukan apakah website kita akan tenggelam diantara jutaan website lain, atau menjadi pilihan pertama untuk dikunjungi ketika seseorang melakukan pencarian melalui mesin pencari. Secara garis besar ada dua jenis keyword. Yang pertama adalah keyword merk, yaitu keyword yang secara langsung berhubungan atau mengandung merk dagang di dalamnya. Banyak pengunjung website melakukan pencarian dengan menggunakan merk dagang, terutama untuk produk-porduk yang namanya sudah sangat dikenal orang, misalnya daripada melakukan pencarian dengan “bali hotel” mungkin orang akan langsung melakukan pencarian dengan “sheraton bali”. Jika anda memiliki produk dengan nama yang terkenal, atau anda menjual produk jenis ini melalui website anda, maka keyword merk penting untuk anda perhatikan.

Jenis keyword yang kedua adalah keyword generik, yang secara luas dapat diartikan sebagai keyword yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan nama perusahaan atau nama dagang tertentu yang anda pasarkan. Jika anda mengelola hotel murah kelas melati di Kuta dengan nama “Hotel Kamboja” misalnya, mungkin anda tidak bisa berharap mendapat pengunjung apalagi pembeli yang datang melalui pencarian dengan nama hotel tersebut sebagai keyword. Dalam hal ini, keyword generik lebih berperan, misalnya “bali budget hotel” atau “hotel in kuta”.

Namun demikian, meskipun mentargetkan untuk keyword yang mengandung nama perusahaan atau merek dagang tidak akan membawa banyak pengunjung, kita tetap perlu untuk mentargetkan kata kunci yang berhubungan atau mengandung nama perusahaan, merk dagang, bidang usaha, kategori produk, dan sebagainya. Jika kita tidak memilikinya, mungkin orang lain akan mengambil manfaat. Misalnya jika “Hotel Kamboja” disukai tamu-tamunya, melalui informasi dari mulut ke mulut atau yang lebih modern seperti forum online, namanya akan semakin dikenal. Sebuah travel agen mungkin mentargetkan satu halaman websitenya untuk keyword “Hotel Kamboja”, dan orang-orang yang mengetahui dan kemudian melalukan pencarian dengan keyword tersebut akan memesan hotel melalui travel agen tersebut, sehingga anda sebagai pengelola hotel harus membayar komisi.

Ketika anda memulai proses pemilihan keyword, sebaiknya mulailah dengan berdiksusi untuk mengumpulkan calon keyword yang berhubungan dengan bdiang usaha atau jenis produk anda. Setiap usaha atau produk memiliki kosa kata tertentu, dan ini perlu anda gali. Berfikirlah sebagai pembeli. Coba untuk tidak berfikir “jika saya mau menjual produk ini, apa yang akan saya sebut”, tapi “jika saya ingin membeli produk yang saya jual, apa yang akan saya sebut”. Mulailah dengan kata kunci yang memiliki cakupan luas, meskipun mungkin karena terlalu luas tidak terlalu banyak mendatangkan pengunjung. Kemudian baru dipersempit menjadi keyword yang lebih spesifik, tetapi mendatangkan pengunjung yang punya ketertarikan membeli lebih besar.

Sebagai contoh anda menjual produk berupa susu rendah lemak yang dikhususkan untuk mereka yang ingin menurunkan berat badan. Katakanlah anda mulai dengan “susu”. Ini relevan dengan produk yang anda jual, tapi cakupannya yang terlalu luas mungkin menyebabkan jumlah pengunjung yang datang dengan melakukan pencarian untuk keyword tersebut, belum tentu membeli. Mungkin ternyata mereka perlu susu bayi, susu berkalsium tinggi untuk orang dewasa, susu untuk ibu-ibu menyusui, sampai susu untuk anjing peliharaan. Mulailah dengan mempersempit “susu untuk dewasa” apakah ini sudah cukup sempit, mungkin belum karena masih ada jenis-jenis lain. Mungkin orang mencari susu untuk pria dewasa yang ingin menjaga kesehatan tulang, wanita dewasa yang sedang menyusui, wanita dewasa yang ingin menurunkan berat badan, dll. Sampai kemudian anda menemukan “susu diet” sebagai keyword yang tepat. Semua yang melalukan pencarian dengan kata kunci tersebut, tertarik dengan jenis produk yang anda jual.

Penggunaan Anchor Text

By: Teknik SEO Indonesia
Published: September 18th, 2008

Anchor text adalah teks pada halaman website yang jika diklik akan membawa kita ke tempat lain, bisa lokasi tertentu pada halaman yang sama, bisa halaman lain pada website yang sama, atau halaman di website lain. Pada umumnya anchor text berupa tulisan berwarna biru dan bergaris bawah. Jika kita menggerakan mouse melewati teks tersebut, maka bentuk cursor akan berubah. Jika di klik akan membawa kita ke lokasi lain. Dengan canggihnya teknologi pengembangan website, teks warna biru dan bergaris bawah sudah tidak merupakan patokan lagi karena ada teknik-teknik yang bisa mengendalikan tampilannya.

Dalam teknik SEO penggunaan kata kunci sebagai anchor teks wajib hukumnya. Hal yang penting dari anchor text adalah penggunaanya memungkinkan kita mendapatkan dua manfaat sekaligus dari keyword yang kita pilih.  Ketika crawler mesin pencari membaca anchor teks tersebut di halaman website, dia akan mendeteksi bahwa teks tersebut mengandung link. Link tesebut memberikan indikasi kepada mesin pencari mengenai isi halaman yang dituju dan relevansinya dengan halaman dimana anchor text tersebut berada. Jadi jika kita menggunakan keyword pada anchor text, kita akan mendapatkan dua manfaat ranking keyword untuk halaman tempat anchor text tersebut berada, dan ranking keyword untuk halaman tujuannya.

Tentu ada pengecualian dari konsep tersebut. Dalam SEO selalu ada pengecualian. Penggunaan keyword dalam anchor text yang berlebihan justru dapat menyebabkan mesin pencari mengurang ranking website kita, atau bahkan sama sekali memblokir website kita dari hasil pencarian secara keseluruhan. Optimasi yang berlebihan jika kita berulang-ulang menggukan anchor text dengan keyword yang sama, tanpa ada variasi.

Teknik yang sering dipakai adalah jika kita memilih keyword yang terdiri dari dua kata, maka kita menggunakan masing-masing kata dalam anchor text yang berbeda sendiri-sendiri, dan dilakukan secara berulang-ulang, dengan tujuan agar mesin pencari memberikan ranking yang tinggi untuk keyword tersebut. Dengan mata pengunjung, biasanya ini jadi terlihat janggal. Meskipun sempat ada banyak kisah sukses dengan menggunakan teknikSEO seperti ini, untuk saat ini sebaiknya dihindari, karena algoritma mesin pencari telah memiliki kemampuan untuk mendeteksi hal seperti ini.

Praktek yang paling tepat adalah dengan menempatkan anchor text yang menggunakan keyword, dalam paragraf yang memiliki isi yang relevan. Dalam hal ini, nilai anchor text sama  pentingnya dengan teks pada paragraf di sekitarnya. Perhatikan juga bahwa halaman atau website yang dituju juga harus relevan, sedapat mungkin keyword yang dipergunakan pada anchor text terkandung dalam <title> halaman tujuan. Dengan demikian secara keseluruhan ketiga komponen tersebut bisa saling mendukung. Meskipun teknis SEO seperti ini dipercayai merupakan pendekatan yang paling tepat, perkecualiannya tetap sama, penggunaan yang berlebihan mungkin justru akan menjadi bumerang.

Contoh implementasi teknik SEO ini dapat diliat pada blog. Umumnya pada tulisan yang ditampilkan di halaman blog akan ada anchor text yang mengandung kata kunci, yang menuju ke halaman lain yang isinya relevan dan judulnya mengandung kata kunci. Penenpatannya dapat dalam bentuk referensi kontekstual dalam kalimat, maupun dengan daftar-daftar tertentu, misalnya daftar tulisan paling populer, atau daftar tulisan yang paling banyak dikomentari.  Isi dari daftar-daftar tersebut memiliki link ke halaman lain yang isinya relevan. Hal lain yang dapat dimanfaatkan adalah dengan menyusun sitemap. Sitemap umumnya merupakan daftar judul halaman yang merupakan achor text, juka di click akan membawa ke halam yang judulnya terdaftar disitu. Dari sisi SEO, disitulah letak manfaat sitemap.

Kesimpulannya meskipun keyword dan anchor text nampak seperti sesuatu yang sama sekali berbeda, pada kenyataanya keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, terutama jika dilihat dari sinergi keduanya dalam mendongkrak ranking website kita.

Kata Kunci - Keyword

By: Teknik SEO Indonesia
Published: July 31st, 2008

Kata kunci atau dalam terminologi SEO lebih dikenal sebagai keyword merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SEO itu sendiri. Tidak ada kesempatan dimana orang berdiskusi mengenai SEO tanpa menyebut kata yang satu ini. Saking populernya, mulai saat ini saya akan menggunakan istilah keyword. Seberapa pentingnyakah keyword dalam teknik SEO?

Secara sederhana keyword berfungsi untuk mendaftarkan dan menyusun halaman website di dalam database mesin pencari untuk keperluan pencarian. Mesin pencari akan menyimpan data mengenai halaman tertentu di dalam database berdasarkan keyword. Pada saat seseorang melakukan pencarian, mesin pencari menggunakan keyword untuk menentukan apakah halaman website tersebut perlu ditampilkan sebagai salah satu halaman yang dicari. Meskipun selintas kedengaran seperti sederhana, dengan milyaran halaman website dari seluruh dunia, dibutuhkan sistem yang sangat canggih untuk memungkinkan hasil pencarian diberikan hanya dalam hitungan detik saja.

Dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang mumpuni untuk dapat memilih keyword yang yang sesuai dengan suatu halaman website sehingga dapat memperoleh ranking yang tinggi pada mesin pencari, dan mendapatkan pengunjung yang diharapkan. Pengelola website-website komersial berskala besar mengucurkan dana dalam jumlah besar untuk membayar konsultan hanya untuk mendapatkan keyword yang tepat.Menggunakan keyword yang populer dengan efektif membuat website lebih mudah ditemukan oleh pengunjung potensial, alih-alih terkubur di halaman-halaman belakang daftar hasil pencarian, begitu jauh sehingga orang tidak mau bersusah payah untuk membuka halaman demi halaman lebih jauh lagi.

Ada beberapa sistem untuk membantu kita menemukan kata kunci yang sesuai, yang tersedia secara online. Penggunaansistem tersebut dengan benar dapat membantu kita dalam melakukan riset untuk mencari kata kunci yang tepat. Memahami manfaat kata kunci, dimana bisa menemukannya, bagaimana memilihnya, dan menggunakannya dengan tepat pada halaman website kita akan menentukan sukses tidaknya sebuah website.

Dua sisi yang perlu diperhatikan dalam memilih kata kunci adalah (1) kata kunci harus mencerminkan isi halaman website kita secara keseluruhan (2) kata tersebut adalah kata yang akan dituliskan calon pengunjung potensial pada mesin pencari jika membutuhkan informasi atau produk yang terkandung pada halaman website. Kata tersebut kemudian akan terus kita pakai dalam proses SEO. Penempatan yang tepat dari kata kunci dipilih pada halaman website kita akan menentukan apakah halaman website tersebut akan ditampilkan pada 20 tempat teratas atau terkubur di halaman-halaman belakang, jika seseorang melakukan pencarian terhadap kata kunci tersebut pada mensin pencari. Riset menunjukkan sangat jarang pengunjung yang membuka lebih dari halaman kedua hasil pencarian.

Bayangkanlah jika anda mencari pegawai wanita untuk ditempatkan di bagian akuntansi pada perusahaan anda, pada database pencari kerja. Anda mulai mencari dengan jenis kelamin “wanita”, misalnya saja database menunjukan hasil 400 orang dari 1000 orang yang ada dalam database. Kemudian anda mempersempit menjadi “wanita lulusan S1″, pencarian akan semakin sedikit, mungkin menjadi 100 saja. Lebih dipersempit lagi menjadi “wanita lulusan S1 akuntansi”, berkurang lagi menjadi tinggal 20 saja. Demikian seterusnya, semakin sempit fokus pencarian semakin sedikit hasil yang ditampilkan tetapi semakin relevan dengan kebutuhan.

Dari sisi yang berlawanan tentunya anda bisa membayangkan bahwa memilih fokus kata kunci yang tepat memberi anda kesempatan lebih besar untuk mendapat ranking lebih baik karena hasil pencarian yang dihasilkan lebih sedikit. Selain itu, kemungkinan lebih besar pengunjung yang datang akan menemukan website anda relevan dengan kebutuhan mereka.

Tulisan Terbaru

Jaringan Sosial