<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Teknik SEO Indonesia &#187; SEO</title>
	<atom:link href="http://www.seobali.com/category/seo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.seobali.com</link>
	<description>Teknik SEO, Online Marketing, Web Design, segala yang anda butuhkan untuk bisnis online yang sukses. Indonesia mampu menguasai dunia maya.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 03:56:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Trend SEO Terkini</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/07/30/trend-seo-terkini/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/07/30/trend-seo-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 03:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah event dimana saya bertemu dengan beberapa pebisnis online, menyeruak sebuah pertanyaan menarik yang cukup sulit untuk dicarikan jawaban yang dapat diterima. Pertanyaanya menyangkut online marketing dan SEO di masa depan. Ke belakang kita tentu sudah sama-sama melihat apa yang terjadi di masa lalu dan saat ini. Kita banyak melihat perbedaan yang mencolok dalam [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/SEO-2010.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-525" title="SEO-2010" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/SEO-2010.jpg" alt="" width="240" height="151" /></a>Dalam sebuah event dimana saya bertemu dengan beberapa pebisnis online, menyeruak sebuah pertanyaan menarik yang cukup sulit untuk dicarikan jawaban yang dapat diterima. Pertanyaanya menyangkut online marketing dan SEO di masa depan. Ke belakang kita tentu sudah sama-sama melihat apa yang terjadi di masa lalu dan saat ini.</p>
<p>Kita banyak melihat perbedaan yang mencolok dalam kampanye SEO baik yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa SEO maupun perusahaan-perusahaan yang memiliki tim SEO sendiri. Tapi kita bisa menarik benang merah dari berbagai contoh kasus yang kita amati.<span id="more-521"></span></p>
<p>Sejak tahun 2000 SEO berkembang menjadi bagian dari fungsi marketing. Setiap tahun kita melihat perkembangan dan perubahan trend. Perubahan mendasar kita bisa amati pada tahun 2005 kita bicara link sementara tahun 2009 kita lebih berfokus pada optimasi public relation dan promosi. Tahun 2010 mungkin tidak ada situasi yang benar-benar baru, tapi perkembangan terbaru teknologi search engine &#8211; terutama Google sebagai pemimpin pasar &#8211; khususnya yang populer sebagai update Caffeine dan Mayday, memerlukan pendekatan tersendiri.</p>
<p>Trend yang mencuat adalah link yang relevan dari website yang berkualitas dan relevan memberikan nilai yang paling tinggi dalam kampanye SEO, jauh lebih penting dari PageRank yang banyak menjadi acuan para praktisi bahkan sampai saat ini. Sesungguhnya ini bukanlah hal yang sama sekali baru, link yang relevan sudah menjadi faktor yang dominan namun sulit diperoleh sejak lama. Alasannya bermacam-macam, tapi bukan itu topik bahasan kita saat ini. Hanya saja akhir-akhir ini memang efek PageRank semakin menurun sementara efek relevansi semakin meningkat.</p>
<p>Disini Google membantu kita dengan menyediakan tool yang bisa kita pakai untuk mengidentifikasi website-website yang memiliki relevansi tinggi dengan website kita. Tapi memang hanya sampai disitu saja, Google tidak membantu kita mendapatkan link dari website-website itu. Dalam hal ini ya bisa-bisa kita sendiri melakukan pendekatan.</p>
<p>Tool tersebut adalah  <a href="http://www.google.com/adplanner/" target="_blank">Google Ad Planner</a> yang memungkinkan kita mengidentifikasi website mana saya yang memiliki profil yang sama dengan website kita. Kita juga bisa melakukan filtering berdasarkan sektor industri, klasifikasi website, dll. Dengan demikian kita bisa dengan mudah melihat mana saja website yang relevan dengan website kita, menurut kacamata Google. Kemudian kita bisa mengekspor list website-website yang paling relevan dan tepat untuk dijadikan sasaran ke dalam format file lain sehingga bisa menjadi catatan ketika kita melaksanakan kampanye link building. Disitu bahkan kita bisa melihat website mana saja yang memasang AdSense sehingga kita lebih mudah melakukan pendekatan.</p>
<p>Jadi kalau kita bicara SEO 2010, yang penting kita lakukan adalah mengidentifikasi pasar dimana kita berada dan memfokuskan diri pada membangun hubungan dengan website-website yang relevan. Pendekatan tersebut memberi efek positif yang jauh lebih besar daripada tetap berputar-putar dengan PageRank dan kawan-kawannya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/07/30/trend-seo-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Bing dan Google</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/07/19/antara-bing-dan-google/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/07/19/antara-bing-dan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 02:07:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[bing]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[on page seo]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun sampai saat ini Google masih sangat mendominasi, porsi Bing perlahan tapi pasti terus membesar. Jadi jika website anda belum memiliki ranking yang baik di search engine Bing, mungkin anda sebaiknya mulai mengambil ancang-ancang. Di pasar Amerika Serikat penguasaan pasar Bing masih di bawah 10%, jauh dibandingkan dengan Google yang menguasai lebih dari 70%. Jadi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/08/seo-untuk-bing-perlukah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO untuk Bing, Perlukah?'>SEO untuk Bing, Perlukah?</a> <small>Mengingat kegagalan demi kegagalan Microsoft dalam bisnis mesin pencari yang...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/01/teknik-seo-untuk-bing/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Teknik SEO untuk Bing'>Teknik SEO untuk Bing</a> <small>Ketika namanya mulai santer disebut, saya nggak begitu peduli dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/07/07/seo-site-review-versi-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO Site Review Versi Google'>SEO Site Review Versi Google</a> <small>Jika anda seorang pemerhati atau pelaku usaha yang memanfaatkan online...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/bing-vs-google.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-519" style="margin: 5px;" title="bing-vs-google" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/bing-vs-google.jpg" alt="" width="300" height="146" /></a>Meskipun sampai saat ini Google masih sangat mendominasi, porsi Bing perlahan tapi pasti terus membesar. Jadi jika website anda belum memiliki ranking yang baik di search engine Bing, mungkin anda sebaiknya mulai mengambil ancang-ancang. Di pasar Amerika Serikat penguasaan pasar Bing masih di bawah 10%, jauh dibandingkan dengan Google yang menguasai lebih dari 70%. Jadi hitung-hitungan matematis &#8220;bodoh&#8221;-nya, jika website anda memiliki ranking Bing sama baik dengan ranking Google anda akan mendapat peningkatan volume penjualan sebesar hampir 15%. Mungkin memang kecil, tapi tidak cukup kecil untuk diabaikan. Apalagi kalau ternyata porsi pasarnya terus meningkat.</p>
<p>Masalahnya masing-masing search engine memiliki algoritma yang berbeda. Dengan membandingkan hasil pencarian untuk keyword yang sama andara Bing dan Google.com kita bisa dengan mudah melihat bahwa hasil pencarian antara kedua search engine tersebut sangat berbeda. Tidak jarang kita melikat fenomena yang bertolak belakang, website yang memiliki ranking bagus di Google ternyata rankingnya buruk di Bing, dan sebaliknya website yang memiliki ranking bagus di Bing ternyata ranking Googlenya buruk.</p>
<p>Apa sajakah yang menjadi faktor penentu ranking di Bing sehingga hasil pencariannya menunjukkan perbedaan yang mencolok dengan Google? Jawaban atas pertanyaan ini memungkankan kita mengarahkan dimana kita ingin website kita memiliki ranking yang baik, Google, Bing, atau malah kedua-duanya.</p>
<ol>
<li>Analisa membuktikan bahwa Google lebih memperhatikan konteks semantik pada konten sementara Bing lebih memperhatikan elemen-elemen on-page SEO seperti adanya keyword dengan &lt;h1&gt;, internal link dengan anchor text yang mengandung keyword, serta masalah kanonikal seperti dengan www atau tanpa www. Pastikan anda memperhatikan kesempurnaan elemen-elemen on-page jika anda menginginkan ranking yang baik di Bing.</li>
<li>Tidak seperti Google, Bing tidak terlalu memperhatikan umur domain, jumlah halaman yang terindeks, dan lokasi geografis server yang dipergunakan oleh website.</li>
<li>Bing memiliki penekanan lebih tinggi akan pentingnya keyword pada nama domain. Harus diperhatikan bahwa disini penekanannya pada memiliki penekanan lebih tinggi, artinya tidak berarti Google tidak memperhatikan, tetapi tingkat perhatian Bing jauh lebih tinggi. Anda bisa mencoba sendiri dengan melakukan pencarian untuk keyword yang persis sama pada Google.com dan Bing kemudian memperhatikan domain-domain yang muncul pada masing-masing SERP (search engine result page).</li>
<li>Kualitas link bagi Google merupakan kombinasi yang rumit mencakup diantaranya kualitas sumber link serta relavansi kontekstual antara website sumber, halaman sumber, dan website kita sendiri. Sementara Bing melihat dengan cara yang lebih primitif, anda cukup memperhatikan bahwa anchor text dari semua link menuju website anda menggunakan keyword sebagai anchor text-nya.</li>
</ol>
<p>Perlu dicatat bahwa tip-tip di atas disusun berdasarkan algoritma Bing saat ini. Sebagai search engine yang &#8220;baru&#8221; tentu Bing terus menyempurnakan algoritmanya sehingga tip-tip di atas mungkin tidak berlaku lagi. Seperti semua hal dalam SEO, kita memang harus terus menerus memantau pergerakan search engine.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/08/seo-untuk-bing-perlukah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO untuk Bing, Perlukah?'>SEO untuk Bing, Perlukah?</a> <small>Mengingat kegagalan demi kegagalan Microsoft dalam bisnis mesin pencari yang...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/01/teknik-seo-untuk-bing/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Teknik SEO untuk Bing'>Teknik SEO untuk Bing</a> <small>Ketika namanya mulai santer disebut, saya nggak begitu peduli dengan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/07/07/seo-site-review-versi-google/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO Site Review Versi Google'>SEO Site Review Versi Google</a> <small>Jika anda seorang pemerhati atau pelaku usaha yang memanfaatkan online...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/07/19/antara-bing-dan-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerangka Taktis SEO</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/07/12/kerangka-taktis-seo/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/07/12/kerangka-taktis-seo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 07:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Esensi SEO bisa disederhanakan menjadi 3 elemen kunci sesuai dengan mekanisme kerja search engine, termasuk Google. Elemen pertama adalah crawling atau penjelajahan website kita oleh robot yang dikirim search engine. Elemen kedua adalah indexing yaitu memproses dan memasukkan halaman web yang sudah dikumpulkan crawler ke dalam database, disini juga ada proses filtering, penyaringan.  Elemen ketiga [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/bali-seo.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-516" style="margin: 5px;" title="bali-seo" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/bali-seo.jpg" alt="" width="300" height="192" /></a>Esensi SEO bisa disederhanakan menjadi 3 elemen kunci sesuai dengan mekanisme kerja search engine, termasuk Google. Elemen pertama adalah crawling atau penjelajahan website kita oleh robot yang dikirim search engine. Elemen kedua adalah indexing yaitu memproses dan memasukkan halaman web yang sudah dikumpulkan crawler ke dalam database, disini juga ada proses filtering, penyaringan.  Elemen ketiga adalah ranking, penentuan ranking halaman web di dalam SERP (search engine result page) untuk keyword pencarian yang relevan.</p>
<p>Pemahaman terhadap elemen-elemen kunci dan aktivitas yang dilakukan search engine pada masing-masing elemen ini memungkinkan praktisi SEO untuk meyusun kerangka kerja yang sesuai.<span id="more-515"></span></p>
<p>Kesimpulan diatas diambil berdasarkan asumsi berikut:</p>
<p>Robot search engine &#8211; Google menamakan robotnya Googlebot &#8211; menjelajahi website untuk kemudian diproses. Langkah ini sangat esensial karena tanpa dikunjungi dan dibaca robot, sebuah halaman website tidak mungkin masuk ke dalam database search engine, apalagi mendapat ranking.</p>
<p>Dari data yang dikumpulkan robot selama penjelajahan, search engine menyaring, mengelompokkan, dan melakukan langkah-langkah pengolahan lainnya sebelum dimasukkan ke dalam database dengan berbagai atribut yang dihasilkan selama pengolahan.</p>
<p>Ketika ada pengunjung yang melakukan pencarian untuk keyword yang relevan, search engine melakukan perhitungan ulang berdasarkan kondisi terakhir untuk menentukan ranking di dalam SERP yang akan ditampilkan.</p>
<p>Search engine menjelajahi, mengindeks, dan menentukan ranking setiap halaman web. Para pemain SEO harus merancang strateginya dengan meperhatikan faktor-faktor berikut:</p>
<p>1. Penjelajahan<br />
2. Indexing<br />
3. SERP</p>
<p>Kita perlu menyadari bahwa search engine, termasuk Google, bukan bekerja untuk kita para pemilik website, dia bekerja untuk memenuhi kebutuhan para pemakainya, mereka yang mengunjung search engine untuk mencari informasi yang mereka butuhkan. Jadi kita perlu menambahkan aspek tambahan sbb:</p>
<p>4. Pemakai</p>
<p>Ranking bukan urusan kita dengan search engine. Jika website kita adalah satu-satunya sumber yang relevan dengan kata kunci tertentu, search engine hanya akan menghasilhan satu link saja di dalam SERP, halaman web kita. Kenyataannya tidak demikian karena ada banyak pemilik website lain yang ingin mendapatkan ranking tinggi untuk keyword tersebut. Karena itu kita juga perlu menambahkan satu lagi:</p>
<p>5. Persaingan</p>
<p>Pemahaman di atas membantu kita menentukan taktik yang tepat pada masing-masing langkah sehingga secara keseluruhan kita dapat membangun strategi SEO yang tangguh.</p>
<p><strong>Penjelajahan</strong></p>
<p>SEO diawali dengan catatan perjalanan robot ketika menjelajahi website kita. Catatan perjalanan tersebut terekam dengan rinci dan akurat selain oleh search engine juga oleh log server kita sendiri. Beberapa hal penting yang dapat kita amati dengan mencermati log server kita diantaranya:</p>
<ul>
<li>Crawling traps, masalah yang menghentikan penjelajahan.</li>
<li>Halaman yang sesungguhnya tidak perlu dibaca.</li>
<li>Duplicate content.</li>
<li>Frekuensi dan kedalaman penjelajahan.</li>
<li>Adanya masalah yang ditunjukan dengan kode respon server seperti 302, 304, 307, dll.</li>
<li>Adanya rangkaian redirect dan pengulangan.</li>
<li>Broken link, error 404.</li>
</ul>
<p>Skrip pengolah log file seperti logfilt dari AudetteMedia  http://www.audettemedia.com/blog/seo-diagnostics-tool/ dapat mengolah data log dalam jumlah besar dan menarik sejumlah informasi penting berhubungan dengan penjelajahan robot dalam berbagai format presentasi.</p>
<p>Sistem analisa berkelas enterprise seperti Splunk http://www.splunk.com/ dapat memecah indormasi menjadi potongan-potongan detail berdasarkan segmen tertentu.</p>
<p>Xenu merupakan aplikasi yang beroperasi pada sisi client untuk menganalisa perlaku robot dan menyediakan data yang dapat ditindaklanjuti dengan mudah. Sayangnya Xenu tidak bisa mengolah lebih dari 10.000 halaman, jadi jika ukuran website anda lebih besar dari itu, anda perlu memecah-mecahnya dulu.</p>
<p>Salah satu fasilitas yang terbaik dan tersedia gratis untuk dipakai adalah Google Webmaster Tools yang mampu memotret masalah dengan akurat termasuk masalah yang menyangkut penjelajahan robot, duplicate content, bahkan performa server.</p>
<p><strong>SEO Semata-mata Soal Tindakan</strong></p>
<p>Seperti biasa, akurasi data memang merupakan faktor kritis dalam proses ini, tapi bagaimanapun yang menentukan adalah tindakan yang diambil berdasarkan data tersebut. Hal ini juga berlaku dalam soal SEO, data yang akurat dari pengolahan log server diatas sangat penting, tapi yang paling penting adalah tindakan yang kita ambil berdasarkan informasi tersebut.</p>
<p>Dengan melakukan analisa sistematis berdasarkan ketiga komponen aktivitas search engine tadi, pemain SEO yang cerdas dapat menyusun kerangka kerja untuk menyempurnakan websitenya, sehingga bisa mendapatkan ranking yang lebih baik.</p>
<ul></ul>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/07/12/kerangka-taktis-seo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEO Site Review Versi Google</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/07/07/seo-site-review-versi-google/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/07/07/seo-site-review-versi-google/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 02:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[matt cutts]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda seorang pemerhati atau pelaku usaha yang memanfaatkan online marketing terutama search engine marketing sebagai medium pemasaran tentu anda sangat memperhatikan Google, karena dia merupakan search engine dengan pangsa pasar terbesar di seluruh jagat maya. Anda yang belum sukses ingin website anda mendapatkan ranking yang tinggi di Google, sementara anda yang sudah sukses mendapat [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/06/09/google-beroperasi-penuh-dengan-caffeine/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Beroperasi Penuh dengan Caffeine'>Google Beroperasi Penuh dengan Caffeine</a> <small>Google mempresentasikan Caffeine untuk pertama kalinya pada bulan Agustus 2009...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/05/google-sandbox/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Sandbox'>Google Sandbox</a> <small>Dalam dunia SEO, terutama jika menyangkut Google, kita semua akan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/01/25/kemampuan-google-memahami-bahasa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemampuan Google Memahami Bahasa'>Kemampuan Google Memahami Bahasa</a> <small>Tergelitik dengan twit-nya ndorokakung, seorang blogger kawakan tanah air yang...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda seorang pemerhati atau pelaku usaha yang memanfaatkan <a title="Bali online marketing" href="http://onlinemarketingwizzard.com" target="_self">online marketing</a> terutama search engine marketing sebagai medium pemasaran tentu anda sangat memperhatikan Google, karena dia merupakan search engine dengan pangsa pasar terbesar di seluruh jagat maya. Anda yang belum sukses ingin website anda mendapatkan ranking yang tinggi di Google, sementara anda yang sudah sukses mendapat ranking yang baik ingin meningkatkannya lebih tinggi lagi.</p>
<p>Jika anda melihat narasi diatas merupakan potret keseharian anda, tentu anda akan sangat tertarik untuk mendengar saran-saran dari Google sendiri mengenai apa yang harus dan jangan anda lakukan dengan website anda jika ingin mendapatkan ranking yang baik di search engine tersebut.</p>
<p>Hal menarik untuk disimak adalah Matt Cutts dan timnya memberikan penakanan sangat tinggi pada faktor-faktor internal website sendiri dengan total 64% yang terbagi dalam komposisi yang seimbang antara Web Design dan Onsite SEO. Dari sini saja kita sudah bisa menyimpulkan pentingnya konten, struktur link, dan aspek-aspek internal lain untuk memastikan bahwa Google menganggap website kita merupakan sumber informasi yang berkualitas.</p>
<p>Baru-baru ini Search Quality Team Google di bawah pimpinan Matt Cutts menyelenggarakan sesi SEO Site Review pada event Google I/O 2010 yang diselenggarakan pada tanggal 19-20 Mei 2010 di Moscone Center, San Fransisco. Disini Matt Cutts dan tim ahlinya memberikan berbagai pandangan-pandangan yang mendalam dan tip-tip yang bermanfaat serta menggambarkan pendekatan modern yang dilakukan Google dalam mengembangkan kualitas hasil pencariannya.</p>
<p>Secara keseluruhan sesi tersebut dapat dikelompokan ke dalam beberapa topik sbb:</p>
<p>1. <strong>Web design dan aspek-aspek lain dalam pengelolaan website.</strong> Disini diberikan berbagai tip yang berhubungan dengan rancangan website dan aspek-aspek teknis mengelolaan website yang biasanya ditangani oleh <a title="Bali webmaster" href="http://webmasterwizzard.com/" target="_self">webmaster</a> yang langsung atau tidak langsung mempengaruhi efektivitas SEO sebuah website.</p>
<p>2. <strong>Onsite SEO.</strong> Topik bahasan ini penting baik bagi mereka yang ditugaskan untuk menangani SEO sebuah website maupun pemilik website itu sendiri supaya mereka bisa menganalisa apakah strategi dan teknik SEO yang mereka lakukan merupakan yang terkini, efektif, dan tidak melanggar &#8220;aturan main&#8221; search engine.</p>
<p>3. <strong>Riset keyword.</strong> Pada bagian ini dibahas teknik dan saran yang berkaitan dengan riset keyword dan niche yang memberikan hasil maksimal.</p>
<p>4. <strong>Link building.</strong> Disini dibahas berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan link internal dan external yang berkualitas sehingga membawa manfaat yang maksimal.</p>
<p>5. <strong>Marketing.</strong> Membahas berbagai teknik marketing yang efektif tanpa harus melibatkan diri dalam aktivitas yang dinilai negatif seperti spamming dan sejenisnya, dan tetap berada di dalam koridor panduan kualitas pencarian Google.</p>
<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/google-onsite-seo-tip.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-512" title="google-onsite-seo-tip" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/07/google-onsite-seo-tip.jpg" alt="" width="423" height="242" /></a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/06/09/google-beroperasi-penuh-dengan-caffeine/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Beroperasi Penuh dengan Caffeine'>Google Beroperasi Penuh dengan Caffeine</a> <small>Google mempresentasikan Caffeine untuk pertama kalinya pada bulan Agustus 2009...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/05/google-sandbox/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Google Sandbox'>Google Sandbox</a> <small>Dalam dunia SEO, terutama jika menyangkut Google, kita semua akan...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/01/25/kemampuan-google-memahami-bahasa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kemampuan Google Memahami Bahasa'>Kemampuan Google Memahami Bahasa</a> <small>Tergelitik dengan twit-nya ndorokakung, seorang blogger kawakan tanah air yang...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/07/07/seo-site-review-versi-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya External Deep Link</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/06/27/external-deep-link/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/06/27/external-deep-link/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 08:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[link building]]></category>
		<category><![CDATA[Online Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=506</guid>
		<description><![CDATA[Semua pemilik website menginginkan ranking yang tinggi. Kita semua tahu persis lonjakan aliran traffic jika ranking website kita naik dari posisi 9 ke posisi 6 atau dari posisi 6 ke posisi 3, atau dari posisi 2 ke posisi 1. Apapun indikator yang anda pakai, page views, clicks, kita akan melihat lonjakan yang sangat signifikan seiring [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/04/link-building-dengan-rss/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Link Building dengan RSS'>Link Building dengan RSS</a> <small>Apakah anda sudah menggunakan RSS Feed untuk membangun one way...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/09/kesalahan-link-building/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesalahan Link Building'>Kesalahan Link Building</a> <small>Link building, bagaimanapun pendekatannya dan apapun metodenya, merupakan salah satu...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/05/12/nilai-sebuah-link/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nilai Sebuah Link'>Nilai Sebuah Link</a> <small>Karena Google menggunakannya sebagai salah satu faktor dominan dalam algoritma...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/06/external-deep-link.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-508" style="margin: 5px;" title="external-deep-link" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/06/external-deep-link.jpg" alt="" width="265" height="250" /></a>Semua pemilik website menginginkan ranking yang tinggi. Kita semua tahu persis lonjakan aliran traffic jika ranking website kita naik dari posisi 9 ke posisi 6 atau dari posisi 6 ke posisi 3, atau dari posisi 2 ke posisi 1. Apapun indikator yang anda pakai, page views, clicks, kita akan melihat lonjakan yang sangat signifikan seiring peningkatan ranking. Tentu tidak berahir sampai di clicks atau page views, sebagian dari aliran pengnjung akan membeli produk yang kita jual. Persoalannya bagaimana kita menembus kompetisi untuk meraih ranking yang lebih baik?</p>
<p><a href="http://www.searchenginejournal.com/how-external-deep-linking-and-more-content-can-boost-your%c2%a0rankings/22199/#ixzz0s2SMFyQx"></a>Banyak pemilik website menghindari external deep link untuk berbagai alasan. Padahal tidak adanya external deep link dalam strategi SEO justru sangat merugikan. Kebanyakan pemilik website berusaha habis-habisan agar homepage websitenya mendapatkan ranking yang tinggu untuk target utama yang umumnya keyword yang sangat kompetitif. Semua external link yang didapatkan diarahkan kada homepage dan melupakan halaman-halaman internal.</p>
<p>Beberapa manfaat external deep link diantaranya:</p>
<ol>
<li>Variasi yang lebih tinggi karena link yang menuju ke halaman internal umumnya memiliki keyword yang berbeda tetapi relevan dengan homepage. Homepage menjadi lebih tangguh untuk menyasar keyword utama karena link yang menuju ke halaman internal meskipun bervariasi tetapi cenderung memiliki relevansi semantik yang tinggi terhadap keyword utama yang kita kejar.</li>
<li>Esternal link menuju halaman internal akan meningkatkan ranking untuk keyword-keyword yang tingkat komptisinya tidak setinggi keyword utama, dalam dunia online marketing dikenal sebagai long tail, sehingga membantu meningkatkan traffic website secara keseluruhan.</li>
<li>Tambahan aliran traffic website dari kenaikan ranking halaman-halaman internal pada keyword-keyword long tail memperkuat homepage untuk menembus kompetisi keyword utama karena total traffic pada sebuah website merupakan salah satu faktor penting kenaikan ranking.</li>
</ol>
<p>Jika anda menemui kesulitan untuk mendapatkan external deep link, internal deep link dapat sedikit membantu, meskipun efeknya tidak dapat dibandingkan dengan eksternal.</p>
<p>Membangun konten unik dapat membantu kita mendapatkan eksternal deep link. Nampaknya semua pemain SEO sangat memahami hal ini, tapi jarang yang sungguh-sungguh melakukannya dengan konsisten: terdapat hubungan langsung antara peningkatan ranking dengan jumlah halaman yang terindeks search engine dan jumlah external link, dan cara yang paling efektif untuk mendapatkannya adalah dengan membangun konten yang unik. Tentu selain unik kualitas juga penting, tapiuntuk menyederhanakan persoalan, kita sisihkan dulu soal kualitas.</p>
<p>Apa manfaat peningkatan konten unik untuk SEO:</p>
<ol>
<li>Makin banyak halaman yang terindeks search engine membuat website kita dianggap website yang bernilai tinggi karena memiliki banyak konten yang relevan dengan keyword yang kita sasar.</li>
<li>Makin banyak halaman artinya makin banyak pula kemungkinan mendapatkan link ke halaman-halaman tersebut. Ingat, makin banyak halaman mendapatkan deep link making luas variasi link yang didapatkan website secara keseluruhan.</li>
<li>Makin banyak halaman makin banyak pula kesempatan kita menyasar keyword long tail, yang karena tingkat kompetisinya relatif rendah jadi lebih mudah dicapai, tetapi mengalirkan tambahan traffic yang secara keseluruhan membantu mendongkrak ranking untuk keyword utama.</li>
</ol>
<p>Jadi jika anda ingin meningkatkan ranking website anda, pastikan anda menginvestasikan lebih banyak waktu dan tenaga untuk membangun eksternal deep link dan konten yang unik. Jangan terpaku pada usaha mendapatkan link ke homepage saja, karena anda akan melihat manfaat yang sangat positif dari eksternal link langsung menuju halaman internal, manfaat yang secara keseluruhan akan meningkatkan kekuatan website menembus kompetisi keyword utama.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/04/link-building-dengan-rss/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Link Building dengan RSS'>Link Building dengan RSS</a> <small>Apakah anda sudah menggunakan RSS Feed untuk membangun one way...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/09/kesalahan-link-building/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesalahan Link Building'>Kesalahan Link Building</a> <small>Link building, bagaimanapun pendekatannya dan apapun metodenya, merupakan salah satu...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/05/12/nilai-sebuah-link/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nilai Sebuah Link'>Nilai Sebuah Link</a> <small>Karena Google menggunakannya sebagai salah satu faktor dominan dalam algoritma...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/06/27/external-deep-link/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Video Blogging</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/06/18/video-blogging/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/06/18/video-blogging/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 03:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Video bukanlah hal yang baru, demikian juga dengan blogging. Meskipun video blogging lebih baru dari video dan blogging itu sendiri, keberadaannya sudah cukup lama dikenal di dunia maya terutama sejak kehadiran YouTube. Sekarang perangkat video sudah semakin memasyarakat dan kualitasnya semakin baik. Perangkat video pada ponsel saat ini kualitasnya sudah jauh lebih baik dibandingkan pita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/09/blogging-dan-seo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogging dan SEO'>Blogging dan SEO</a> <small>Anda mungkin pernah mendengar bahwa blog bisa membantu website untuk...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/18/mobile-blogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mobile Blogging'>Mobile Blogging</a> <small>Salah satu masalah yang sering dihadapi praktisi SEO adalah kontinuitas....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/06/video-blogging.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-501" title="video-blogging" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/06/video-blogging.png" alt="" width="510" height="247" /></a></p>
<p>Video bukanlah hal yang baru, demikian juga dengan blogging. Meskipun video blogging lebih baru dari video dan blogging itu sendiri, keberadaannya sudah cukup lama dikenal di dunia maya terutama sejak kehadiran YouTube. Sekarang perangkat video sudah semakin memasyarakat dan kualitasnya semakin baik. Perangkat video pada ponsel saat ini kualitasnya sudah jauh lebih baik dibandingkan pita video jaman dulu.</p>
<p>Tetapi meskipun kombinasi semakin terjangkaunya perangkat perekam video dan hadirnya platform distribusi video online seperti YouTube, belum banyak pengguna yang secara sadar merasa bahwa mereka adalah seorang video blogger. Dari sudut pandang ini kita bisa menganggap video blogger sebagai suatu hal yang baru.</p>
<p>Secara umum, terutama di negara-negara yang kualitas layanan internetnya cukup baik, konsumsi penggunaan web video memang cukup booming. Meskipun demikian sebagai fenomena baru memang mungkin masih terlalu dini untuk bisa menebak efek jangka panjangnya.</p>
<p>Bagaimana dengan efeknya pada SEO? Sama seperti blogging, efek video blogging pada SEO adalah traffic generation dan link building. Jika banyak orang mengatakan gambar lebih menarik dari seribu kata, video apalagi. Dari sudut pandang ini kita boleh berharap video blogging akan lebih mampu mengalirkan traffic. Dari sisi link building masih menjadi tanda tanya, karena search engine menyukai teks, bagaimana dia akan menilai video blog sebagai sumber link dibandingkan blog yang memiliki tekstual content?</p>
<p>Kalau manfaatnya memang ada, perangkatnya semakin murah dan mudah diperoleh, mengapa video blogging kurang populer? Beberapa pakar mengatakan alasannya karena meskipun membuat video semakin mudah, membuat video yang menarik bukanlah hal yang mudah, selain kenyataan bahwa video tidak bisa di-search seperti halnya textual content.</p>
<p>Sekarang coba perhatikan statistik ini. Pada bulan Agustus 2009 comScore mencatat bahwa mebih dari 161 juta pengguna internet melihat rata-rata 157 web video. 81.6% total pengguna internet di Amerika Serikat menonton rata-rata 9.7 jam web video pada bulan yang sama. Saya kira ini angka yang luar biasa, terlalu besar untuk kita abaikan hanya karena masih meragukan manfaatnya atau terlalu sulit untuk membuat video yang menarik.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/09/09/blogging-dan-seo/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogging dan SEO'>Blogging dan SEO</a> <small>Anda mungkin pernah mendengar bahwa blog bisa membantu website untuk...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/18/mobile-blogging/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mobile Blogging'>Mobile Blogging</a> <small>Salah satu masalah yang sering dihadapi praktisi SEO adalah kontinuitas....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/06/18/video-blogging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nilai Sebuah Link</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/05/12/nilai-sebuah-link/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/05/12/nilai-sebuah-link/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 12:38:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[link]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Karena Google menggunakannya sebagai salah satu faktor dominan dalam algoritma rankingnya, link building merupakan salah satu bagian penting SEO. Tapi search engine memberi nilai berbeda-beda sementara mendapatkan link bukanlah hal yang mudah, kita harus pintar-pintar untuk memilih link yang mana yang layak untuk kita kejar Kita mungkin sering mendengar mereka yang medeklarasikan diri sebagai pakar [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/09/kesalahan-link-building/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesalahan Link Building'>Kesalahan Link Building</a> <small>Link building, bagaimanapun pendekatannya dan apapun metodenya, merupakan salah satu...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/04/link-building-dengan-rss/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Link Building dengan RSS'>Link Building dengan RSS</a> <small>Apakah anda sudah menggunakan RSS Feed untuk membangun one way...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/12/26/seo-kings/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO Kings'>SEO Kings</a> <small>SEO bukan disiplin ilmu akademis yang dipelajari di perguruan tinggi....</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/05/link-building.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-489" title="link-building" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/05/link-building.jpg" alt="" width="321" height="258" /></a>Karena Google menggunakannya sebagai salah satu faktor dominan dalam algoritma rankingnya, link building merupakan salah satu bagian penting SEO. Tapi search engine memberi nilai berbeda-beda sementara mendapatkan link bukanlah hal yang mudah, kita harus pintar-pintar untuk memilih link yang mana yang layak untuk kita kejar</p>
<p>Kita mungkin sering mendengar mereka yang medeklarasikan diri sebagai pakar SEO mengatakan bahwa link yang harus kita kejar adalah link yang berkualitas dan permanen. Memang benar adanya, tapi link yang seperti apa yang masuk ke dalam kategori berkualitas? Tentunya link yang bisa mengalirkan manfaat yang besar dalam waktu singkat. Apakah jawaban itu sudah cukup memuaskan? Jika belum mari kita lihat beberapa faktor yang perlu kita perhatikan pada halaman web dari mana link berasal.<span id="more-487"></span></p>
<p>Faktor pertama yang perlu diperhatikan adalah relevansi. Perkatikan apakah isi halaman darimana link berasal relevan dengan isi halaman kemana link tersebut menuju. Dalam hal ini yang menjadi patokan relevansi adalah keyword. Lihat apakah keyword pada halaman asal link menempatkan keyword yang relavan pada pada &#8220;tempat-tempat strategis&#8221; dari kaca mata search engine. Disini teori on-page SEO bisa dipakai sebagai patokan untuk menentukan &#8220;tempat-tempat strategis&#8221; tersebut.</p>
<p>Faktor berikut yang juga perlu diperhatikan adalah link equity, seberapa banyak link juice akan mengalir. Banyak praktisi mengidentikan link equity dan link juice dengan PageRank. Tapi sesungguhnya PageRank tidak secara langsung menentukan ranking website. Ada kontroversi yang cukup besar dibalik PageRank dimana sebagian menganggapnya tidak ada gunanya sementara sebagian lain meyakini bahwa PageRank memiliki nilai penting.</p>
<p>Kontroversi lain berkenaan dengan link nofollow, link yang ditandai dengan tag &#8220;rel=nofollow&#8221;. Efek langsung dari tag ini adalah menyatakan pada search engine bahwa link tersebut tidak dimaksudkan sebagai &#8220;vote&#8221; terhadap kalaman yang dituju, dan karena itu tidak mengalirkan link juice. Sebaliknya banyak kalangan meyakini bahwa link nofollow dari halaman yang dianggap terpercaya oleh search engine masih membawa manfaat meskipun tidak mengalirkan link juice. PageRank merupakan indikator paling relevan untuk menentukan tingkat kepercayaan search engine.</p>
<p>SEO bukanlah permainan yang selesai dalam beberapa jam seperti pertandingan olah raga. Karena itu sebaiknya anda lebih memperhatikan relevansi daripada PageRank. Halaman web yang belum mendapatkan tanda tingkat kepercayaan search engine dalam bentuk PageRank dalam jangka panjang akan mendapatkannya, dan link juice yang dialirkan melalui link dari halaman tersebut akan meningkat.</p>
<p>Tidak terlalu sulit untuk memperkirakan apakah sebuah website akan berumur panjang dengan nilai yang meningkat atau sebaliknya, bukan hanya nilai yang justru menurun malah mungkin menghilang sama sekali. Faktor ini juga penting diperhatikan karena ketika halaman web darimana link berasal itu menghilang, aliran link juicenya juga otomatis terhenti. Inilah salah satu alasan mengapa membeli link bukan bukan praktek yang disarankan.</p>
<p>Jadi itulah faktor-faktor yang utama untuk diperhatikan: relevansi, link equity, dan permanen. Tapi ada faktor-faktor lain yang juga cukup penting, diantaranya penempatan, konteks, biaya, kesempatan, serta nilai-nilai non-SEO.</p>
<p><strong>Penempatan</strong></p>
<p>Link bisa muncul di berbagai tempat dalam satu halaman web, bisa di atas, di bawah, tengah, sidebar, header, footer. Google memberikan nilai berbeda pada masing-masing posisi tersebut. Sama seperti mata kita yang lebih memperhatikan bagian atas, Google menganggap bagian atas lebih penting daripada pagian-bagian lain. Jadi usahakan agar link menuju ke website atau halaman web anda berada seatas mungkin.</p>
<p><strong>Konteks</strong></p>
<p>Konteks hampir sama situasinya dengan posisi. Jika kita membaca sebuah artikel dan tertarik untuk mencari informasi relevan di luar artikel tersebut, apakah kita akan tertarik dengan link yang berada jauh di bawah, pada biografi penulis artikel? Tentunya kita akan lebih tertarik dengan link yang berada di dalam artikel dengan achor teks yang terintegrasi dengan isi artikel itu sendiri. Jadi usahakan agar link menuju website atau halaman web kita secara kontekstual berada di dalam konten utama, dikelilingi dengan kalimat-kalimat yang relevan.</p>
<p><strong>Biaya</strong></p>
<p>Biaya untuk memperoleh link bukan hanya berhubungan dengan jumlah uang yang anda bayarkan tapi juga seberapa banyak tenaga yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan sebuah link dan nilai link itu sendiri. Misalnya link dari website-website dengan ekstensi .edu sangat sulit didapatkan, tapi efek link-nya yang sangat tinggi membuatnya layak dikejar. Tapi tentu saja, daripada berputar-putar dengan orang yang tidak punya keinginan untuk memberikan link keluar, mungkin juga lebih baik untuk melupakannya saja.</p>
<p><strong>Kemungkinan</strong></p>
<p>Kalau anda meng-SEO website pornografi misalnya, tentu tidak ada gunanya anda berharap dapat link dari .edu. Beberapa faktor lain yang mungkin mempengaruhi kemungkinan kita mendapatkan link tersebut diantaranya:</p>
<ul>
<li>Kemungkinan menambahkan link secara langsung.</li>
<li>Kemungkinan untuk men-submit link sendiri.</li>
<li>Hubungan dengan orang di balik website yang anda sasar.</li>
<li>Kemungkinan bisa mengupdate link yang sudah diberikan.</li>
</ul>
<p><strong>Faktor-faktor Non-SEO<br />
</strong></p>
<p>Link memiliki manfaat penting lain selain ranking di Google. Link bisa mengalirkan traffic berkualitas. Jika link menuju website kita atau halaman di dalamnya berada pada artikel menarik pada website populer, kemungkinan besar pembaca artikel akan tertarik untuk meng-click link tersebut. Dengan cara ini tanpa ranking di Google anda sudah mendapat pengunjung potensial.</p>
<p>Apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya? Pastikan link anda berada di tempat yang relevan, sehingga tidak terlihat dipaksakan hanya untuk memamcing search engine, apalagi seperti spam. Salah satu yang sering dilakukan orang adalah distribusi link pada media digital terkemuka seperti artikel, penulis tamu pada blog, forum diskusi online, dan sebagainya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/10/09/kesalahan-link-building/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kesalahan Link Building'>Kesalahan Link Building</a> <small>Link building, bagaimanapun pendekatannya dan apapun metodenya, merupakan salah satu...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2010/03/04/link-building-dengan-rss/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Link Building dengan RSS'>Link Building dengan RSS</a> <small>Apakah anda sudah menggunakan RSS Feed untuk membangun one way...</small></li>
<li><a href='http://www.seobali.com/2009/12/26/seo-kings/' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEO Kings'>SEO Kings</a> <small>SEO bukan disiplin ilmu akademis yang dipelajari di perguruan tinggi....</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/05/12/nilai-sebuah-link/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor yang Perlu Diperhatikan Ketika Membangun Konten</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/04/22/faktor-yang-perlu-diperhatikan-ketika-membangun-konten/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/04/22/faktor-yang-perlu-diperhatikan-ketika-membangun-konten/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 03:46:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[backlink]]></category>
		<category><![CDATA[content]]></category>
		<category><![CDATA[copywriting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Ketika anda membangun konten website, mungkin anda bertanya-tanya bagaimanakah konten yang baik itu. Jika kita mengharapkan performa SEO yang baik dari website tersebut, pertanyaan tersebut mungkin bisa dipertajam menjadi konten seperti apa yang diperlukan untuk mencapai performa SEO yang baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membangun konten. 1. On-Page SEO Pentingnya [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/04/writer.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-474" style="margin: 5px;" title="writer" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/04/writer-150x150.gif" alt="" width="150" height="150" /></a>Ketika anda membangun konten website, mungkin anda bertanya-tanya bagaimanakah konten yang baik itu. Jika kita mengharapkan performa SEO yang baik dari website tersebut, pertanyaan tersebut mungkin bisa dipertajam menjadi konten seperti apa yang diperlukan untuk mencapai performa SEO yang baik. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam membangun konten.</p>
<p><strong>1. On-Page SEO</strong></p>
<p>Pentingnya konten dalam rangka on-page SEO sudah disadari sejak lama. Itu makanya dulu orang bahkan mengabaikan kemungkinan konten tersebut tidak lagi &#8220;wajar&#8221; jika dibaca pengunjung, hanya untuk menjejalkan sebanyak mungkin keyword ke dalam konten. Pada saat itu ketika orang bicara copywriting untuk SEO yang langsung muncul di kepala kita adalah keyword apa yang mesti muncul didalamnya.<span id="more-473"></span></p>
<p>Ada dua masalah utama disini. Pertama konten sering menjadi tidak lagi nyaman dibaca oleh pengunjung. Kedua sekarang search engine sudah semakin pintar untuk dapat mendeteksi bentuk-bentuk kalimat yang natural, sehingga konten yang tidak nyaman dibaca pengunjung juga tidak (lagi) baik untuk search engine. Search engine bahkan bisa membedakan apakah konten yang &#8220;buruk&#8221; itu diakibatkan karena anda tidak pandai menulis atau anda memang dengan sengaja berusaha memanipulasi search engine.</p>
<p>Ingatlah bahwa tujuan search engine adalah memberikan hasil pencarian yang berkualitas bagi penggunanya. Jadi jika search engine &#8220;mengetahui&#8221; bahwa konten website anda tidak nyaman dibaca, jangan berharap search engine akan memberikan ranking yang tinggi. Dengan memperhatikan prinsip tersebut, sangat penting untuk membangun strategi konten berkualitas dan terstruktur. Kombinasikanlah konten yang difokuskan pada keyword long tail dari keyword utama yang ingin anda capai. Pendekatan ini akan memberikan nilai lebih bagi website anda secara keseluruhan di mata search engine.</p>
<p><strong>2. Konversi</strong></p>
<p>Hal lain yang perlu diperhatikan dalam membangun konten adalah konversi. Pada dasarnya kita membangun website karena ingin menggiring orang untuk melakukan apa yang kita ingin mereka lakukan, mungkin membeli produk yang kita tawarkan, mengisi formulir keanggotaan, dan sebagainya. Konten yang baik harus mampu mempengaruhi orang untuk melakukan hal yang kita inginkan tersebut. Pemain serius bahkan sering melakukan uji coba dengan memberikan beberapa konten yang berbeda dan memantau reaksi pengunjung.</p>
<p>Salah satu yang sering dipakai adalah Google Website Optimizer. Konsepnya adalah melalukan sejumlah pengujian dengan membuat beberapa variasi konten untuk kemudian memantau reaksi pengunjung. Sering kali perubahan sedikit justru memberikan efek yang besar. Variasi halaman yang paling baik konversinya kemudian bisa dipilih menjadi standar. Secara umum dari sisi konversi ini banyak praktisi mempercayai &#8220;less is more&#8221;, artinya konten yang sederhana tanpa banyak pernak-pernik berbelit-belit yang justru mengganggu konsentrasi pengunjung justru memberikan konversi yang lebih baik.</p>
<p>Memang ada dua sisi berbeda yang tarik menarik disini. Konten yang besar dengan kalimat-kalimat panjang, selama itu dinilai wajar, disukai search engine. Dengan konten besar anda punya peluang lebih baik untuk mendapatkan ranking yang tinggi dan karenanya dikunjungi banyak orang. Tapi dalam prinsip kesederhanaan menghasilkan konversi lebih baik, mungkin kita harus memangkas kalimat-kalimat panjang menjadi lebih sederhana dan pendek-pendek. Ini bisa mempengaruhi ranking website itu sendiri.</p>
<p><strong>3. Backlink<br />
</strong></p>
<p>Dari sisi off-page SEO kita semua memahami pentingnya backlink. Jika kita mengharapkan untuk mendapat backlink tanpa harus membelinya atau melakukan pertukaran, coba fikirkan mengapa orang merasa perlu untuk membuat link ke website atau halaman web anda. Mereka yang memiliki nama besar seperti selebriti, tokoh, atau merk ternama mungkin bisa mendapatkan backlink hanya dari nama besarnya saja. Tapi jika kita bukan salah satu dari mereka, satu-satunya jalan adalah dengan menyediakan konten yang unik, menarik, dan berkualitas.</p>
<p>Banyak orang menggunakan strategi yang populer dengan sebutan link baiting yang secara sederhana bisa didefinisikan sebagai membangun konten yang ditargetkan untuk mendapatkan link sebanyak-banyaknya. Kita perlu kehati-hatian ekstra disini karena kadang-kadang karena terlalu terfokus pada mendapatkan link kita justru melupakan konversi sebagai target utama kita. Konten yang efektif untuk menarik link sering tidak efektif untuk konversi dan sebaliknya.</p>
<p><strong>4. Media Sosial<br />
</strong></p>
<p>Selain backlink dari website lain, penting juga anda mendapatkan link dari para pemakai jaringan media sosial online seperti Twitter dan Facebook, juga dari media social bookmarking seperti Digg atau Delicious. Hanya anda harus berhati-hati dengan reaksi yang justru negatif dari lingkungan sosial online tersebut.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Ketika anda memikirkan strategi membangun konten dan berapa banyak sumber daya akan anda alokasikan untuk kebutuhan itu, pastikan anda memperhatikan keempat faktor di atas. Mungkin anda akan membuat halaman-halaman tertentu yang difokuskan pada salah satu atau salah dua faktor saja, tapi secara keseluruhan anda harus memperhatikan semuanya.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/04/22/faktor-yang-perlu-diperhatikan-ketika-membangun-konten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Latent Semantic Indexing</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/04/12/latent-semantic-indexing/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/04/12/latent-semantic-indexing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 12:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[Search Engine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum ada dua faktor utama search engine dalam menentukan ranking website, keyword dan backlink. Selama bertahun-tahun keyword density merupakan salah satu bagian penting SEO. Konsep keyword density sangat sederhana sehingga bahkan kebanyakan pemula memahami dan bisa mengikutinya dengan baik. Latent semantic indexing merupakan cara search engine, terutama Google, untuk meningkatkan kualitas hasil pencariannya. Ketika [...]


No related posts.

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/04/latent-semantic-indexing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-471" style="margin: 5px;" title="latent-semantic-indexing" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/04/latent-semantic-indexing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Secara umum ada dua faktor utama search engine dalam menentukan ranking  website, keyword dan backlink. Selama bertahun-tahun keyword density merupakan salah satu  bagian penting SEO. Konsep keyword density sangat sederhana sehingga  bahkan kebanyakan pemula memahami dan bisa mengikutinya dengan baik. Latent semantic indexing merupakan cara search engine, terutama Google, untuk meningkatkan kualitas hasil pencariannya.</p>
<p>Ketika Google memperkenalkan AdSense, orang mulai menyadari bahwa mereka bisa mendulang uang dengan membuat halaman-halaman website yang khusus dirancang untuk menampilkan AdSense. Ribuan dolar bisa dihasilkan hanya dengan membuat ribuan halaman yang dilakukan secara otomatis dengan menggunakan software khusus. Duplicate content menjadi hal biasa, dan websitenya sendiri tidak bermanfaat bagi pengunjung. Perbedaan dari satu halaman dengan halaman lain sering hanya pada keywordnya saja. Pengunjung tidak mendapatkan apa-apa selain iklan AdSense.<span id="more-469"></span></p>
<p>Salah satu alasan diperkenalkannya latent semantic indexing adalah untuk mengatasi fenomena diatas. Google ingin memastikan bahwa orang yang melakukan pencarian melalui Google akan mendapatkan website yang memang bermanfaat. Perlu dicatat bahwa Google bukan satu-satunya search engine yang menggunakan metode ini. Sejak dipergunakannya latent semantic indexing, banyak website disingkirkan Google dari databasenya karena dianggap tidak bermanfaat bagi pengunjungnya atau karena menggunakan duplicate content. Banyak pemain internet marketing mendapati penghasilannya terpangkas menjadi nol dalam sekejap.</p>
<p>Latent semantic indexing tadinya dipergunakan pada AdSense agar iklan yang dipasang lebih terarah dengan kecocokan antara materi iklan dan konten halaman page yang ditumpanginya. Algoritma ini bukan hanya menganalisa konten halaman tetapi juga temanya. Belakangan baru Google mengaplikasikannya pada algoritma ranking, disusul oleh search engine lain. Metode yang dipakai menganalisa kata-kata yang natural dalam bahasa sehari-hari termasuk sinonim dan hubungan-hubungan lain dari kata-kata yang membangun konten kemudian dihubungkan dengan tema halaman secara keseluruhan.</p>
<p>Metode ini tidak menggantikan tapi melengkapi analisa keyword. Karena dibangun dengan mengunakan logika matematis, hasilnya memang tidak selalu akurat karena bahasa bukan merupakan sesuatu yang matematis. Untuk menyempurnakannya pada tahun 2003 Google mengakuisisi sebuah perusahaan bernama Applied Semantics.</p>
<p>Jadi apa itu latent semantic indexing? Kita bisa coba mencari artinya juga dengan pendekatan bahasa. Mari kita analisa kata per kata.</p>
<p>LATENT</p>
<p>Latent artinya ada, tapi keberadaannya tidak selalu harus bisa dilihat. Dalam latent semantic indexing, latent disini dimaksudkan bahwa arti sesungguhnya dari suatu kata tersembunyi dan baru bisa ditentukan dengan mengamati faktor-faktor lain. Hanya dengan membaca kata-kata lain dan menganalisa hubungannya, arti sesungguhnya dari kata tersebut baru bisa disimpulkan. Misalnya ketika kita menemukan kata banjir, kira baru bisa menentukan arti sesungguhnya dari kata banjir disitu setelah kita menganalisa hubungan dengan kata-kata lain di sekitarnya. Banjir bandang berarti air bah yang menenggelamkan suatu wilayah. Banjir air mata artinya lain. Banjir darah lain lagi.</p>
<p>SEMANTIC</p>
<p>Semantic merujuk kepada makna dari bahasa atau kata diluar dari makna standarnya yang tertulis di dalam kamus. Misalnya ketika kita bicara furniture, kursi berarti tempat duduk. Tapi ketika kita bicara pemerintahan, kursi berarti kekuasaan.</p>
<p>INDEXING</p>
<p>Seperti halnya kita fahami ketika kita bicara indexing oleh search engine, indexing disini berarti mengkasifikasikan makna atau arti dari isi dokumen, dalam hal ini website atau halaman web.</p>
<p>Jadi apa artinya bagi kita sebagai praktisi search engine marketing? Artinya sekarang menjaga keyword density yang ideal saja tidak cukup untuk membidik rangking yang ditargetkan. Kita harus juga menggunakan kata-kata yang tepat untuk mendefinisikan tema dari halaman tersebut secara keseluruhan.</p>


<p>No related posts.</p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/04/12/latent-semantic-indexing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amankah Duplicate Content?</title>
		<link>http://www.seobali.com/2010/03/29/amankah-duplicate-content/</link>
		<comments>http://www.seobali.com/2010/03/29/amankah-duplicate-content/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 05:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bali SEO</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[duplicate content]]></category>
		<category><![CDATA[konten]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.seobali.com/?p=462</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda percaya bahwa dunia penuh dengan ketidakpastian, maka SEO merupakan bagian yang paling parah. Terminologi, definisi, teori, semuanya hanya berdasarkan keyakinan, setiap orag punya keyakinan berbeda, dan keyakinan masing-masing orang juga tidak pernah absolut. Meskipun demikian ada sejumlah hal yang secara umum dipercayai baik untuk dilakukan atau harus dihindari. Sayangnya lebih banyak hal berada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/11/09/duplicate-content/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Duplicate Content'>Duplicate Content</a> <small>Duplicate content merupakan praktek yang banyak dilakukan pada website, dan...</small></li>
</ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/03/seo-duplicate-content.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-463" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="seo-duplicate-content" src="http://www.seobali.com/wp-content/uploads/2010/03/seo-duplicate-content-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kalau anda percaya bahwa dunia penuh dengan ketidakpastian, maka SEO merupakan bagian yang paling parah. Terminologi, definisi, teori, semuanya hanya berdasarkan keyakinan, setiap orag punya keyakinan berbeda, dan keyakinan masing-masing orang juga tidak pernah absolut. Meskipun demikian ada sejumlah hal yang secara umum dipercayai baik untuk dilakukan atau harus dihindari. Sayangnya lebih banyak hal berada pada gray area, sebagian mempercayai sebagai hal yang baik, sebagian lain sebaliknya. Salah satu hal yang ada di gray area ini adalah penalty yang diterapkan search engine terhadap duplicate content.</p>
<blockquote><p>Meskipun tidak disarankan, search engine tidak akan menjatuhkan penalty jika website anda menerapkan duplicate content.</p></blockquote>
<p>Kenyataanya duplicate content merupakan bagian alamiah dari sebuah website, sehingga bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Jika untuk alasan apapun ada bagian dari website anda yang merupakan duplicate content, anda tetap bisa tidur dengan nyenyak tanpa perlu takut Google mengeluarkan website anda dari databasenya, menghilangkan website anda dari SERP untuk keyword yang relevan, atau menjatuhkannya ke dalam Google sandbox.<span id="more-462"></span></p>
<p><strong>Search Engine Mem-Filter Duplicate Content.</strong></p>
<p>Meskipun demikian anda harus memahami bahwa search engine bekerja keras menjaga kualitas pencariannya dengan hanya menampilkan konten unik. Anda juga sebaiknya memahami bahwa search engine secara umum cukup sukses dengan misinya itu selain memerangi berbagai praktek penyalahgunaan oleh spammer.</p>
<p>Bagi search engine, duplicate content adalah masalah. Bayangkan apa yang akan anda fikirkan jika anda memasukkan suatu kata kunci dan search engine memberikan puluan hasil yang ternyata isinya sama persis? Untuk menjaga kualitas hasil pencariannya, search engine menggunakan <strong>filter duplicate content</strong> untuk memastikan bahwa dia tidak mengambil konten yang sudah ada di dalam databasenya. Jadi yang ada disitu adalah filter, bukan penalty. Jika website anda memiliki duplicate content, maka content tersebut tidak akan diindeks, tapi website anda tidak dikenakan penalty.</p>
<p>Mungkin karena konten anda tidak diindeks anda merasa bahwa itu sebuah penalty, tapi sesungguhnya bukan, itu bukan penalty, hanya filter.</p>
<p><strong>Penalty Hanya Dijatuhkan Pada Spammer</strong></p>
<p>Search engine hanya menjatuhkan penalty pada website atau halaman website yang dengan cara apapun sengaja mengelabui search engine. Penalty dapat diberlakukan secara otomatis melalui algoritma yang dimiliki search engine, ataupun oleh tenaga pengawas yang dipekerjakan search engine untuk menjaga kualitas layanannya. Search engine memberikan perhatian lebih tinggi pada website-website yang memiliki indikator-indikator SEO yang tinggi, seperti traffik atau link. Pada umumnya mereka yang websitenya terkena penalty tahu persis apa yang menyebabkannya dijatuhi hukuman. Jika kita tidak merasa melakukan praktek seperti ini, hampir pasti aman.</p>
<p>Search engine tidak seperti kisah buruk yang sering kita dengar tentang polisi korup, dia tidak sengaja mencari-cari kesalahan kita. Jika di website kita ada satu halaman yang menjual baju merah kemudian kita membuat satu halaman lagi untuk menjual baju putih, tapi konten halamannya sama, search engine tidak akan menghukum website kita. Paling banter dia hanya mengindeks halaman baju merah saja, tidak dua-duanya seperti yang kita harapkan. Tentunya halaman baju putih juga tidak bisa memberi kontribusi pada kekayaan konten dari website kita secara keseluruhan. Jika kedua halaman itu berada pada satu website yang punya ranking bagus untuk keyword &#8220;toko baju&#8221;, tindakan anda menambahkan halaman baju putih tidak akan membuat search engine menyingkirkan website anda atau menurunkan rankingnya, tapi potensi kenaikan ranking sebagai efek dari penambahan konten juga kemungkinan besar tidak akan anda dapatkan. Jika anda ingin kedua kalaman terindeks dan mendapatkan manfaat optimal, halaman baju putih harus unik.</p>
<p>Penggunaan content generator yang menggunakan teknik tertentu untuk menghasilkan sejumlah konten berbeda dari satu sumber bukanlah praktek yang bisa memompa kekuatan SEO. Search engine mempekerjaan ribuat programmer yang menjadikannya cukup cerdas untuk dapat mengidentifikasi praktek-praktek seperti ini.</p>
<p><strong>Publikasi Ulang</strong></p>
<p>Publikasi ulang atau sering dikenal sebagai Article Reprint juga merupakan salah satu bentuk praktek duplicate content. Menduplikasi artikel dari website lain ke dalam website anda tidak akan menyebabkan website anda terkena penalty. Jika mempublikasi ulang artikel tersebut memberi manfaat bagi pengunjung website anda, search engine tidak akan mempermasalahkannya. Meskipun demikian anda tidak bisa berharap search engine akan mengindeks konten tersebut atau mendapat manfaat SEO secara langsung dari konten tersebut, tapi anda masih bisa sedikit berharap manfaat tidak langsung, misalnya kalau konten tersebut bermanfaat bagi pengunjung, anda mungkin akan mendapat lebih banyak traffic, dan traffic merupakan salah satu faktor penting dalam SEO.</p>
<p>Jika artikel yang anda tulis dan publikasikan di website anda kemudian dipublikasikan orang di website mereka, jangan marah, sebaliknya berbahagialah, karena tanpa diminta apalagi dibayar mereka membantu meningkatkan kredibilitas anda, kredibilitas website anda. Kalau mereka gentleman dengan menuliskan nama anda sebagai penulis, biografi singkat anda, atau bahkan link ke website anda, tentu lebih baik lagi, tapi kalaupun tidak, anda tetap mendapat manfaat yang besar. Anda beberapa hal yang dapat anda lakukan agar manfaat ini maksimal.</p>
<p><strong>Multiple URL</strong></p>
<p>Multiple URL adalah adanya sejumlah URL berbeda yang merujuk pada konten yang sama. Banyak blog menghadapi masalah seperti ini. Jika kita menggunakan sejumlah tag pada satu posting, sistem blog membuat URL berbeda untuk posting tersebut, tergantung melalui tag apa posting tersebut diakses. Meskipun mungkin tidak mengundang penalty, praktek ini akan menurunkan efektivitas link popularity masing-masing posting itu sendiri.</p>
<p>Penggunaan mesin CMS yang membuat sejumlah URL untuk konten tertentu memberikan persoalan tersendiri bagi search engine. Tugas spider semakin berat, berputar-putar mengikuti link hanya untuk mendapati halaman yang itu lagi itu lagi. Alih-alih menanggung beban ini, search engine akan lebih memilih meninggalkan website anda lebih cepat. Ada cara untuk menghilangkan masalah ini, misalnya dengan <a href="http://www.seobali.com/2010/03/22/redirect-301-teknik-redirection-yang-search-engine-friendly/" target="_self">Redirect 301</a> atau elemen link kanonikal.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.seobali.com/2009/11/09/duplicate-content/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Duplicate Content'>Duplicate Content</a> <small>Duplicate content merupakan praktek yang banyak dilakukan pada website, dan...</small></li>
</ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.seobali.com/2010/03/29/amankah-duplicate-content/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
