Archive for the ‘Mesin Pencari’ Category

Manipulasi Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 23rd, 2008

Pada satu sisi kita bisa memandang SEO sebagai teknik memanipulasi mesin pencari. Tiapi jangan sampai berlebihan, salah-salah mesin pencari akan mendeteksi upaya manipulasi anda, dan ranking website anda akan diturunkan, atau bahkan website anda pisa dikeluarkan dari indeks. Kalau anda belum pernah mengalaminya, percayalah bahwa ini benar-benar terjadi, bukan hanya gertak sambal nya mesin pencari.

Yang Bisa Dilakukan

  • Membuat website yang memiliki meta tag, isi, elemen grafis, dan kata kunci yang teroptimasi dan dapat membantu menaikan ranking website kita.
  • Menyebar penempatan kata kunci pada isi website selama tidak menyimpang dari konteks topik secara keseluruhan.
  • Menempatkan reciprocal-link ke website kita dengan catatan link tersebut datang dari website yang relevan.
  • Memobilisasi pengunjung melalui berbagai macam cara yang wajar, termasuk iklan online berbayar, pertukaran iklan, dan kampanye pemasaran lainnya.
  • Men-submit website kita secara manual ke mesin pencari, alih-alih menunggu sampai mesin pencari datang sendiri untuk membaca dan menganalisa website kita.

Yang Tidak Boleh Dilakukan

  • Menipu mesin pencari dengan menyembunyikan peletakan kata kunci pada isi website. Cara ini sangat beresiko dan dapat dideteksi oleh hampir semua mesin pencari.
  • Memobilisasi link secara masal dari website-website yang tidak relevan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil analisa link yang dilakukan mesin pencari. Kebanyakan mesin pencari - khususnya mesin pencari primer - memiliki mekanisme yang mampu mendeteksinya.
  • Memobilisasi pengunjung secara masal sehingga website kelihatan seperti lebih populer dari yang sebenarnya. Sekali lagi, mesin pencari memiliki cara untuk mendeteksinya.
  • Men-submit website kita secara manual ke mesin pencari secara berulang-ulang. Sebagai patokan, jika anda merasa perlu untuk menglang proses submit manual ke mesin pencari, tunggu sekurang-kurangnya enam minggu.
  • Berharap mesin pencari akan memberikan rangking yang bagus begitu website yang telah kita optimasi dikunjungi dan dibaca oleh mesin pencari. Memerlukan waktu untuk membangun “reputasi” terutama untuk website-website baru. Ingat, SEO adalah sebuah proses.

Mempekerjakan Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 23rd, 2008

Mempelajari mesin pencari dan cara kerjanya memungkinkan kita untuk memanfaatkan mesin pencari untuk keperluan bisnis kita. Mempekerjakan mesin pencari untuk menjadi mesin uang ke kantong kita. Ada berbagai teknik untuk menempatkan website kita di posisi puncak mesin pencari untuk pencarian dengan kata kunci yang relevan. Dengan demikian mesin pencari akan menjadi tenaga penjual yang efektif untuk mendatangkan pengunjung untuk mengunjungi website kita dan membeli produk yang kita tawarkan.

Optimasi mesin pencari (Search Engine Optimization - SEO) pada dasarnya adalah teknik perancangan website untuk memaksimalkan ranking di mesin pencari. Artinya setiap elemen di website dibuat dengan tujuan untuk mencapai puncak mesin pencari. Elemen-elemen tersebut diantaranya adalah:
Pintu masuk dan pintu keluar.
Judul halaman.
Isi website.
Gambar.
Struktur website.

Selain elemen-elemen diatas, beberapa hal lain juga penting untuk mendapat perhatian diantaranya kata kunci, link, kode HTML, dan penggunaan Meta Tag. Meskipun kita telah melakukan optimasi terhadap semua elemen website, tidak serta merta website kita akan mandapatkan ranking yang baik di mesin pencari. Faktor lain seperti kampanye periklanan online dan frekuensi update terhadap isi website turut menentukan.

Perlu difahami bahwa konsep SEO tidak hanya tergantung pada satu elemen, tetapi merupakan kombinasi dari sejumlah elemen, faktor, dan tentunya strategi yang tepat. SEO tidak selesai begitu website selesai dibangun, tetapi merupakan proses yang berkesinambungan, seumur hidup website.

Karena SEO merupakan proses yang berkelanjutan, target dan sasaran juga terus berubah. Sama seperti permainan memukul katak yang banyak tersedia di pusat-pusat permainan seperti Timezone. Seekor katak kecil akan muncul dari lubang secara acak. Tugas anda adalah memukul katak yang muncul sebelum dia bersembunyi lagi, dan katak lain muncul di lubang yang berbeda. Permainan ini dapat membuat kita putus asa karena pada umumnya hanya sedikit - kalaupun ada - katak yang berhasil kita pukul. Tetapi semakin sering bermain, kita akan semakin terlatih, dan mahir melakukan permainan ini.

Klasifikasi Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 22nd, 2008

Dengan mengetahui bagaimana cara kerja mesin pencari dan pagaimana orang menggunakannya, kita bisa mulai berkonsentrasi dengan hal-hal yang sedikit lebih detail. Mesin pencari bisa dikelompokan secara garis besar menjadi tiga, mesin pencari primer, mesin pencari sekunder, dan mesin pencari terarah.

Mesin Pencari Primer

Mesin pencari primer adalah tipe mesin pencari yang paling sering kita pakai. Umumnya mesin pencari tipe ini mencakup seluruh halaman web yang ada di jaringan internet. Yahoo!, Google, dan MSN Search adalah contoh dari tipe ini. Mesin pencari primer sering juga disebut mesin pencari utama, karena menguasai mayoritas pangsa pasar pencarian internet.

Mesin pencar primer akan menghasilkan paling banyak pengunjung ke website kita, dan karena itu selayaknya menjadi fokus SEO utama. Masing masing mesin pencari utama memiliki perbedaan satu sama lain. Sebagai contoh, Lycos yang sudah berumur lebih tua dari Google, tapiGoogle menikmati popularitas yang jauh lebih tinggi. Tentu ini karena kebanyakan orang merasa bahwa Google memberikan hasil pencarian yang lebih baik.

Perbedaan diantara semua mesin pencari primer terletak pada algoritma pencarian yang dipergunakan.

Kebanyakan mesin pencari primer tidak hanya berfungsi sebagai mesin pencari tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas tambahan seperti email gratis, pemetaan, informasi cuaca, berita, dan beraneka macam bentuk hiburan. Fasilitas-fasilitas tambahan ini umumnya disdiakan jauh setelah mesin pencari itu sendiri lahir. Tujuannya untuk menarik orang memakai mesin pencari tersebut. Meskipun fasilitas-fasilitas tambahan itu tidak mempengaruhi perilaku pemakai, sangat mungkin akan mempengaruhi pemakai dalam memilih mesin pecnari favoritnya.

Google

Perbedaan diantara masing-masing mesin pencari primer biasanya tidak signifikan. Google merupakan raja mesin pencari, terutama jika dilihat dari akurasi hasil pencarian yang dapat dia berikan. Meskipun Google juga memberikan berbagai fasilitas tambahan, dari mulai email gratis sampai pemetaan dengan memanfaatkan citra satelit, fasilitas-fasilitas tambahan itu bukanlah alasan utama yang menjadikannya sangat populer.

Yang membuat Google berubah dari sebuah nama menjadi sebuah kata adalah tingkat akurasi dari hasil pencarian yang dapat diberikan. Tingkat akurasi ini dihasilkan dari rancangan algoritma pencarian Google yang mengkombinasikan kata kunci dengan popularitas link. Masuknya popularitas link ke dalam formula algoritma pencarian menghasilkan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya mendasarkan pada kata kunci.

Meskipun demikian, penting untuk diingan bahwa kata kunci dan popularitas link hanya dia dari sekitar dua ratus indikator yang dipakai Google dalam menilai relevansi dari sebuah halaman web.

Yahoo!

Kebanyakan orang mengira Yahoo! adalah mesin pencari. Ada benarnya, tapi Yahoo! juga merupakan sebuah direktori … seperti halaman kuning pada buku telepon. Direktori secara umum berarti daftar dari berbagai halaman web yang ada di internet yang dikelompokan ke dalam kategori dan sub kategori. Banyak orang mengenal Yahoo! lebih karena pasangan pemiliknya. Melalui akuisisi terhadap sejumlah perusahaan lain seperti Inktomi, AllTheWeb, AltaVista, dan Overture, Yahoo! mulai meninkmati peningkatan pangsa pasar sebagai mesin pencari.

Yahoo! yang pada awalnya menanfaatkan teknologi Google untuk melakukan pencarian dari kumpulan direktori yang dimilikinya, saat ini telah menggunakan teknologi yang dibangun dari pengalaman dan keahliannya sendiri. Meskipun demikian, kemampuan teknologi Yahoo! tidak seakurat Google.  Selain ituYahoo! memiliki programberbayar untuk memasukkan website ke dalam sistem pencariannya. Banyak orang meyakini adanya pengaruh dari pembayaran pada hasil pencarian.

MSN Search

Teknologi pencarian MSN belum semapan Yahoo! dan Google, karenanya MSN belum menggunakan analisa link yang sekomprehensif kedua pesaingnya. MSN bergantung pada isi website dalam menentukan ranking. Kelemahan ini dapat menguntungkan website-website baru, yang belum memiliki basis popularitas link yang kuat,  untuk mendapatkan ranking yang baik.

Kemampuan memasukan popularitas link sebagai salah satu kriteria pencarian yang dimiliki Yahoo! dan Google dapat menyebabkan website baru tidak muncul dalam hasil pencarian untuk periode tertentu. Hal ini karena (terutama Google) memperhitungkan kualitas link dalam formula ranking-nya. Link baru biasanya diabaikan sampai rentang waktu tertentu.

Karena ketergantungannya pada isi, website baru dengan optimasi on-page yang baik mempunyai kesempatan untuk lebih cepat diterima MSN. Karena itu meskipun bukan merupakan mesin pencari yang paling populer, MSN dimasukkan dalam klasifikasi mesin pencari primer. Meskipun pangsa pasar pencarian yang dikuasainya lebih kecil, diterima dan di-ranking lebih cepat memberikan manfaat berupa peningkatan jumlah kunjungan ke website kita.

Mesin Pencari Sekunder

Mesin pecnari sekunder ditujukan untuk pemakai yang lebih terbatas meskipun hasil pencarian yang diberikan adalah umum. Tipe mesin pencari ini tidak mendatangkan banyak pengunjung, tapi sangat bermanfaat untuk menerobos pangsa pasar atau wilayah pasar tertentu. Contoh mesin pencari tipe ini diantaranya Lycos, LookSmart, Miva, Ask, dan Espotting.

Seperti mesin pencari primer, mesin pencari sekunder juga memiliki perbedaan dari hasil pencarian yang diberikannya. Sebagian sangat tergantung pada kata kunci sedangkan sebagian lainnya pada popularitas link. Sebagian kecil malah masih ada yang tergantung pada mekanisme lama seperti META TAG.

Sebaiknya mesin pencari sekunder tetap dimasukkan ke dalam rencana SEO kita. Meskipun tidak sebanyak mesin pencari primer, tingkat kunjungan yang dihasilkan mesin pencari sekunder tidak dapat diabaikan. Banyak pemakai mesin pencari sekunder merupakan pemakai setia mesin pencari tertentu, misalnya banyak bekas pemakai koneksi AOL yang masih menggunakan mesin pencari AOL meskipun sudah beralih menggunakan penyedia koneksi lain.

Mesin Pencari Terarah

Mesin pencari terarah adalah kelompok yang paling spesifik. Mesin pencari jenis ini biasanya ditujukan untuk pencarian dalam bidang khusus seperti kesehatan, bidang ilmiah tertentu, pariwisata, olah raga, dan sebagainya. Contoh mesin pencari jenis ini diantaranya CitySearch, Yahoo!Travel, dan MusicSearch. Seperti tipe lain, mesin pencari jenis ini juga memiliki perbedaan yang spesifik.

Perlu diperhatikan bahwa mesin pencari jenis ini memiliki pangsa terbatas yang sangat spesifik. Hanya mesin pecnari yang difokuskan pada bidang yang relevan dengan website kita saja yang mungkin akan mendatangkan pengunjung dan karena itu perlu mendapatkan perhatian kita, dan dimasukkan dalam rencana SEO.

Karakteristik Pencarian

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 22nd, 2008

Mengenali cara kerja mesin pencari mempermudah kita mengetahui bagaimana halaman web kita di-ranking oleh mesin pencari. Tetapi, bagaimana halaman web kita ditemukan adalah hal yang berbeda. Faktor manusia sangat berperan disini. Masing-masing orang memiliki cara yang berbeda dalam menyebutkan sesuatu yang dicarinya dalam kata-kata. Ada yang memilih menggunakan bahasa biasa seperti yang dipergunakan dalam percakapan sehari-hari - natural language, ada juga yang menggunakan bahasa matematis yang dalam istilah teknis dikenal sebagai boolean search.

Sisi lain adalah memilih link ke website mana yang akan di-click ketika daftar hasil pencarian telah ditampilkan. Masing-masing individu memiliki selera sendiri untuk memilih link kalaman web yang mana yang di-click lebih dulu. Tidak selalu yang berada di ranking pertama menjadi pilihan pertama. Relevansi dari TITLE dan kalimat yang ditampilkan bersama dengan link memiliki peranan yang sangat menentukan.

Fakta yang sangat menarik adalah bahwa lebih dari separuh orang dewasa di Amerika Serikat membuka mesin pencari setiap kali mereka online. Mengingat di negara semaju AS koneksi internet sudah menjadi fasilitas sehari-hari kebanyakan rumah tangga layaknya sebuah televisi, bisa disimpulkan bahwa mereka setiap hari berinteraksi dengan mesin pencari. Di negara yang sama, orang lebih memilih untuk menggunakan mesin pencari daripada buku telepon atau halaman kuning ketika memerlukan alamat atau nomor telepon dari perusahaan tertentu.

Seperti bisa ditebak, tidak ada statistik yang serupa untuk negara kita. Jelas bahwa tingkat melek internet jauh lebih rendah dari negara maju. Tapi fenomena mejamurnya warnet dan turunnya biaya koneksi broadband cukup untuk menyimpulkan bahwa kita juga sedang menuju arah yang sama.

Tentu kita bisa melihat potensi bisnis luar biasa yang bisa kita dapatkan melalui mesin pencari.

Anatomi Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 22nd, 2008

Mungkin sekarang anda sudah memiliki gambaran kasar bagaimana mesin pencari bekerja. Tetapi pengetahuan lebih dalam tentang mesin pencari dan cara kerjanya, sangat penting bagi keberhasilan SEO. Sayangnya sulit mencari referensi mengenai hal ini. Mudah-mudahan tulisan ini dapat memberi gambaran cukup untuk bekal sukses SEO anda.

 Antar-Muka Pencarian

Antar-muka pencarian adalah bagian yang mungkin paling anda kenal, dan mungkin yang pertama kali akan muncul di benak anda ketika mendengar kata “mesin pencari”. Antar-muka pencarian adalah tempat dimana pemakai memasukkan kata atau frasa pencarian. Ada mesin pencari yang menggunakan antar muka yang sangat sederhana, ada juga yang menggabungkannya dengan fungsi-fungsi lain. Beberapa mesin pencari terkemuka memungkinkan pemakai untuk mempersonalisasi halaman antar-muka ini sesuai dengan keinginannya, bahkan melakukan personalisasi otomatis berdasarkan pola kebiasaan pemakai tersebut. Misalnya Yahoo! yang memungkinkan personalisasi dengan menggabungkan halaman antar-muka pencarian dengan fungsi email gratis, informasi cuaca, berita, olah raga, dan banyak elemen lainnya yang diharapkan dapat menarik pemakai untuk tetap menggunakan Yahoo! Google memungkinkan pemakai untuk menambahkan falilitas pilihan, termasuk antar-muka dalam bahasa Indonesia.

Dihubungkan dengan SEO, Google memberikan paling banyak fasilitas, terutama pemanfaatan Application Programming Interface (API) yang memungkinkan kita untuk memasang fasilitas Google di website kita.

Penjelajah Internet: Crawler, Spider, dan Robot

Antar-muka pencarian adalah satu-satunya komponen mesin pencari yang nampak oleh pemakai. Meskipun demikian, komponen lain yang bekerja di balik layar tidak kalah pentingnya, atau malah lebih penting. Crawler, spider, atau robot adalah program yang menjelajah jaringan internet dan mengumpulkan data yang ditemukannya. Secara sederhana ketiganya memiliki fungsi dan cara kerja yang sama, mengumpulkan informasi tentang setiap halaman.

Informasi ini kemudian diolah dan disimpan berdasarkan alamat URL dimana informasi tersebut ditemukan dalam sebuah database. Ketika pemakai menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi di internet, referensi yang sesuai dari database akan di tampilkan.

Database

Mungkin dalam bahasa Indonesia lebih tepat diginakan istilah basis data. Tapi saya kira database merupakan kata yang sudah sangat lazim kita dengan dewasa ini. Setiap mesin pencari terhubung pada database dimana semua informasi yang dikumpulkan oleh crawler, spider, dan robot disimpan. Dengan banyangnya website dan halaman web yang tersebar di seluruh jaringan internet, database milik mesin pencari adalah database raksasa.

Data yang tersimpan disusun dengan berbagai cara dan diurutkan berdasarkan metoda pengurutan dan pemanggilan data yang biasanya merupakan logika sistem yang sangat dirahasiakan.

Algoritma Pencarian

Algoritma adalah otak yang mengatur kerja semua elemen mesin pencari, sama seperti otak manusia mengendalikan tangan, kaki, mata, jantung, dan sebagainya.  Secara umum algoritma bekerja sebagai logika pemecahan masalah, seperti perangkat lunak pada umumnya: menerima atau menemukan masalah, mengevaluasi berbagai kemungkinan penyelesainan, dan memberikan solusi terbaik. Kata atau frasa kunci yang dimasukan pemakai merupakan masalah yang harus dipecahkan.  Mekanisme evaluasi akan mengakses database untuk menganalisa dari berbagai sisi dibandingkan dengan kata atauh frasa kunci yang diterima.  Sebagai solusi - atau hasil - mesin pencari memberikan  sejumlah referensi terhadap sumber data (website) yang dianggap relevan dengan kata atau frasa kunci yang dimasukkan.

Implementasi dari mekansime kerja yang sama dilakukan dengan cara yang berbeda-beda diataran mesin pencari yang berbeda. Secara umum, ada beberapa algoritma dasar pencarian. Masing-masing mesin pencari mengadopsi salah satu dari algoritma dasar tersebut dengan implementasi yang spesifik, sehingga memasukkan kata atau frase kunci yang sapa pada mesin pencari yang berbeda,  akan memberikan hasil yang berbeda pula.

Ranking
Dalam mesin pencari internet, pengambilan data merupakan hasil kerja sama dari tiga komponen, crawler (spider/robot), database, dan algoritma pencarian. Ketiga komponen bekerjasama untuk untuk memberi “jawaban” dari “pertanyaan” pemakai yang dimasukan melalui antar-muka pencarian. Mekanisme kerja ketiganya merupakan “rahasia dapur” masing-masing mesin pencari.

Bagian yang sangat krusial adalah me-rangking hasil pencarian yang telah diambil dari database. Ranking merupakan hal yang kita semua sangat berkepentingan. Rangking dari hasil pencarian menentukan berapa sering orang melihat website kita dilihat dan dikunjungi, yang ujung-ujungnya meningkatkan (atau mengurangi) pendapatan dan mengurangi (atau meningkatkan) pengeluaran iklan. Sayangnya, bagaimana mesin pencari me-ranking merupakan mekanisme yang sangat rumit dan sangat dirahasiakan.

Apa yang dapat kita lakukan untuk “mempengaruhi” ranking di mesin pencari, atau lebih dikenal sebagai SEO, tidak lebih dari “perkiraan terstruktur” dari pengalaman menganalisa hasil mesin pencari, kemudian menyesuaikan website kita dengan pola - yang merupakan sinergi kompleks dari berbagai elemen - dari website-website yang memiliki ranking yang baik.

Dengan tetap mengingat bahwa masing-masing perangkat lunak memberikan bobot yang berbeda-beda, berikut adalah faktor yang secara umum paling berpengaruk pada ranking sebuah halaman web.

Lokasi
Lokasi disini tidak berhubungan dengan struktur direktori atau pengalamatan URL, tapi lokasi penempatan kata atau frase kunci pada halaman web. Sebagai contoh, jika seseorang memasukkan “hotel” sebagai kata kunci pencarian, mesin pencari akan me-ranking hasil pencarian berdasarkan lokasi kata “hotel” pada halaman web. Makin awal lokasi kata tersebut, rankingnya makin baik. Lokasi paling awal pada sebuah halaman web adalah TITLE. Artinya website yang memiliki kata “hotel” pada TITLE-nya akan memiliki ranking yang lebih baik.

Frekwensi
Makin sering kata yang dicari itu disebut pada suatu halaman web, makin tinggi rankingnya. Konsep ini menyebabkan banyak orang berusaha memasukan kata atau frasa kunci sebanyak-banyaknya ke dalam halaman web. Ketika memasukan kata atau frasa kunci itu dinilai terlalu banyak untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang bisa dibaca dengan baik, banyak pembuat website mengakalinya dengan berbagai cara. Misalnya menuliskan kata atau frasa kunci berulang-ulang dengan huruf yang warnanya sama dengan warna latar belakang. Disini kita perlu sangat berhati-hati karena mesin pencari sekarang memiliki mekanisme untuk mengenali hal ini. Menyebutkan kata atau frasa yang sama terlalu sering akan dianggap mesin pencari sebagai upaya untuk mengelabui hasil pencarian, yang populer dengan sebutan keyword spamming.

Link
Elemen yang lebih baru dipergunakan dalam menentukan ranking adalah link, baik link dari website lain ke website kita, link dari website kita ke website lain, maupun link antar halaman dalam website kita sendiri. Banyak yang percaya bahwa makin banyak link dari website lain ke website kita akan meningkatkan “kekuatan” website kita dalam mendapatkan ranking yang baik. Ini tidak sepenuhnya benar. Yang berpengaruh positif hanya link yang relevan, baik itu link dari website lain ke website kita, link dari website kita ke website lain, maupun link antar halaman dalam website kita sendiri.

Click Through
Click through adalah jumlah pengunjung yang datang ke website kita melalalui mesin pencari tertentu. Mesin pencari tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui seberapa banyak pengunjung datang ke website tertentu, karena itu mesin pencari membatasi pada pengunjung yang datang ke website kita melalui mesin pencari tersebut.
Penentuan ranking adalah mekanisme yang rumit dan memiliki presisi sangat tinggi. Masing-masing mesin pencari memiliki sistem ranking yang berbeda-beda. Untuk memiliki strategi SEO terbaik untuk mesin pencari tertentu, diperlukan pengetahuan yang baik atas sistem ranking yang dipergunakannya. Dengan demikian kita bisa membuat, mengubah, atau memperbaiki halaman website yang kita optimasi.

Mengenal Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 22nd, 2008

Mungkin kebanyakan dari kita sudah cukup mengenal mesin pencari dan cara penggunaannya. Ketik satu kata atau frasa yang mewakili apa yang kita cari, tekan sebuah tombol, tunggu beberapa detik, akan muncul referensi ke ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan referensi. Yang kita lakukan selanjutnya hanya memilih salah satu diantaranya, klik pada link yang tersedia, dan kita akan dibawa menuju sumber informasi - file - yang bersangkutan. Apa sebetulnya mesin pencari selain pengertian umum dalam bentuk “cari dan temukan”?

Di balik layar, mesin pencari adalah perangkat lunak yang menggunakan program untuk mengumpulkan informasi mengenai halaman-halaman web. Informasi yang dikumpulkan umumnya berupa kata kunci atau frasa kunci yang kemungkinan besar mewakili isi dari halaman yang bersangkutan secara keseluruhan, alamat URL halaman tersebut, kode pemrograman yang dipergunakan untuk membentuk halaman tersebut, serta link ke dan dari halaman tersebut. Informasi tersebut kemudian disimpan dalam suatu database.

Di sisi lain perangkat lunak tersebut memiliki antar-muka dimana pemakai memasukan kata atau frasa tertentu yang dianggap mewakili apa yang dicarinya. Ketika pemakai menekan tombol, sistem logika dalam perangkat lunak tersebut akan memeriksa file yang tersimlan dalam database dan memunculkan link ke halaman-halaman web yang dinilai cocok dengan kata atau frasa yang dimasukkan pemakai.

Proses pengumpulan informasi mengenai halaman-halaman web dilakukan oleh agen yang sering disebut sebagai crawler, spider, atau robot. Crawler mengunjung setiap alamat URL yang ada pada jaringan internet, mengumpulkan kata dan frase kunci dari setiap halaman web, yang kemudian dimasukkan ke dalam database yang menjadi basis informasi mesin pencari.

Jumlah website dalam jaringan internet telah melampaui angka 100 juta dan mengalami penambahan sekitar 1,5 juta setiap bulannya. Bayangkan bahwa sistem mesin pencari seperti otak kita. Mengingat setiap kata yang pernah kita baca, menyimpannya di dalam otak kita, dan ketika ada orang lain bertanya mengenai sesuatu yang pernah kita baca, semua hal yang pernah kita baca dan berhubungan dengan pertanyaan tersebut akan bermunculan.

Sejarah Mesin Pencari

By: Teknik SEO Indonesia
Published: January 22nd, 2008

Tulisan ini mungkin tidak banyak gunanya untuk anda. Tapi mengingat kebanyakan kepala orang Indonesia sudah lekat dengan pola belajar di sekolah, dimana segala sesuatu harus dimulai dengan mengetahui “asal-muasalnya”, saya meluangkan waktu untuk mempelajari dan menulis sedikit tentang sejarah perkembangan mesin pencari. Terus terang, setelah 8 tahun menggeluti SEO, saya juga baru mengetahui hal ini sekarang.

Apa yang kita lakukan jika kita perlu mencari sesuati di internet? Biasanya kita masuk ke salah satu mesin pencari, mengetikkan kata atau kalimat yang kita anggap emwakili apa yang sedang kita cari, menekan tombol, menelaah daftar hasil pencarian, kemudian mengunjungi salah satu yang kita anggap paling relevan dengan mengikuti link yang ada pada daftar hasil pencarian. Kita sekarang dapet menikmati buah kreativitas manusia dalam menciptakan teknologi. Apa yang dilakukan orang sebelum teknologi yang secanggih sekarang ditemukan?

Pada masa awalnya, internet tidaklah sesempurna yang kita lihat saat ini. Bahkan jaringan yang menghubungkan suatu website dengan website lainnya - selerti yang kita kenal sekarang dalam bentuk link - juga belum ada.  Internet pada awalnya adalah kumpulan server yang dipergunakan sebagai penyimpanan data, dimana orang harus melakukan upload untuk menyimpan file data dan download untuk mengakses file data yang sudah tersimpan. Untuk menemukan file tertentu, orang harus menelusuri daftar file. Jika anda telah mengenal komputer pada jaman DOS, anda dapat membandingkannya dengan mencari satu file di dalam disket dengan menggunakan perintah DIR. Kita sedikit beruntung jika anda mengenal struktur direktorinya dan mengetahui nama file yang dicari. Dengan proses seperti ini, mencari file di intermet adalah pekerjaan yang sangat melelahkan dan menuntut kesabaran.

Pada tahun 1990, Alam Emtage, seorang mahasiswa McGill University di Kanada menciptakan alat pertama untuk mempermudah pencarian data di internet. Archie, nama dari temuannya, adalah suatu bentuk indeks dari file-file yang berada di internet. Archie bukanlah mesin pencari seperti yang kita lihat sekarang, namun demikian cukup disukai pada jamannya. Pada prisipinya, Archie adalah indeks - daftar isi - dari semua file yang dapat diakses oleh umum pada jaringan komputer tertentu. Indeks tersebut kemudian dimasukan ke dalam database untuk mempermudah pencarian. Meskipun tidak secanggih mesin pencari masa kini yang memiliki kemampuan menganalisa struktur bahasa “manusia” (jadi inget Tukul), pada masanya Archie dianggap alat yang hebat dan dalam melakukan tugasnya, mengyediakan indeks file dalam satu sistem jaringan komputer untuk memudahkan pencarian.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa lain bernama Mark McCahill dari University of Minesotta menciptakan Gopher, yang memiliki kemampuan untuk mencari file melalui teks yang ada di dalam file tersebut, tanpa perlu mengetahui nama file dan struktur direktori tempatnya tersimpan. Veronica (Very Easy Rodent-Oriented Net-wide Index to Computerized Archives) dan  Jughead (Jonzy’s Universal Gopher Hierarchy Excavation and Display) diciptakan untuk memungkinkan pencarian berbasis teks pada Gopher Index System.

Wandex adalah mesin pencari pertama dalam bentuk seperti yang kita lihat saat ini, diciptakan pada tahun 1993 oleh Matthew Gray. Wandex adalah program pertama yang melakukan keduanya hal, menyusun indeks dan melakukan pencarian dalam indeks. Teknologi inilah yang pertama kali menjelajahi jaringan internet.

Sejak saat itulah perkembangan mesin pencari dimulai secara komersial. Dalam rentang waktu dari tahun 1993 sampai 1998 bermunculan mesin-mesin pencari yang kita kenal saat ini diantaranya:
Excite - 1993
Yahoo! - 1994
WebCrawler - 1994
Lycos - 1994
Infoseek - 1995
AltaVista - 1995
Inktomi - 1996
AskJeeves - 1997
Google - 1997
MSN Search - 1998

Saat ini mesin pencari memiliki kesempurnaan teknologi yang memungkinkan pencarian dengan menggunakan kata atau kalimat seperti yang biasa kita pakai dalam percakapan sehari-hari. Perkembangan yang sangat mengagumkan untuk teknologi yang baru dikenal dalam 15 tahun terakhir saja.

Tulisan Terbaru

Jaringan Sosial