Korban Iklan

“Minum jamu tolak angin koq mesti pinter …”  Website ini lahir terinspirasi oleh iklan jamu tolak angin.

Saat ini kemajuan teknologi informasi - termasuk internet - relatif sulit dimanfaatkan kebanyakan pebisnis Indonesia, terutama pengusaha “super” kecil atau beken dengan sebutan UKM yang indentik dengan keterbatasan sumber daya, baik dana maupun pengetahuan. Salah satu kendala besar adalah penguasaan bahasa, dimana segala kemajuan teknologi umumnya memerlukan pengasaan bahasa Inggris yang baik. Dengan membagi ilmu dan pengalaman yang saya dapat, saya berharap dapat membantu para pemula untuk bisa mamanfaatkan teknologi - khususnya pemasaran melalui pemanfaatan teknologi internet - tanpa harus menguasai bahasa Inggris terlebih dahulu.

Saya sudah memilih jalur usaha sendiri, dimana saya sama sekali tidak mempunyai rencana untuk menjual jasa, misalnya dalam bentuk jasa konsultasi internet. Usaha yang saya geluti sepenuhnya memanfaatkan teknologi internet. Saya merasakan sendiri bagaimana teknologi internet telah menghidupkan usaha yang saya mulai dengan modal yang sangat … sangat terbatas. Saya sadar ada banyak orang seperti saya, mengharapkan kemandirian usaha dengan isi kantong yang sangat sedikit. Daripada pasang ikat kepala berdemo menuntut uluran tangan pemerintah - uluran tangan koq dituntut - mari kita jelajahi dunia baru. Kita manfaatkan teknologi untuk mencapai kemandirian dalam keterbatasan yang kita miliki.

Search Engine Optimization - lebih banyak dikenal dalam bentuk singkatan SEO - adalah teknik untuk mendatangkan pengunjung ke website kita untuk membeli produk yang kita tawarkan. Sama dengan iklan televisi bernilai milyaran rupiah dengan menampilkan artis terkenal atau pedagang yang berteriak-teriak menjajakan dagangan di trotoar Tanah Abang … menarik orang untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Dalam bahasa bekennya pemasaran. Ya, SEO adalah bentuk pemasaran yang memanfaatkan teknologi internet. Karena kita bicara pemasaran, produk dan dipasarkan dan dan lapak tempat kita berjualan adalah persoalan lain. Produk yang ditawarkan bisa apa saja, lapak tempat berjualan umumnya adalah website. Jangan terbius dengan kata website yang saya sebut. Memiliki sebuah website tidaklah sulit atau mahal. Banyak teman yang sukses memulai usaha hanya dengan beberapa jam sehari nongkrong di warnet yang biayanya hanya 2-3 ribu rupiah per jam nya.

Tulisan Terbaru

Jaringan Sosial