Chief Marketing Technologist
Presiden dan CEO Ion Interactive, Scott Brinker, dalam presentasinya pada Pivot Conference hari Selasa (19 Oktober 2010) lalu menyatakan alasan mengapa dia yakin bahwa perusahaan harus mulai memikirkan langkah lebih serius dalam mengadopsi teknologi pemasaran digital dengan menambahkan posisi baru di dalam jajaran eksekutifnya, yaitu Chief Marketing Technologist (CMT). Menurutnya sosok CMT harus memenuhi kriteria berikut:
“… seseorang yang memiliki paduan antara bisnis dan telknologi, memiliki latar belakang IT yang mumpuni, memiliki ketertarikan tinggi untuk mengaplikasikan teknologi baru, dan memahami realita bahwa pengaplikasian teknologi sering memerlukan penyesuaian terlebih dahulu.Yang terpenting adalah kemampuan membawa teknologi ke dalam marketing mix. Secara struktural dia harus bertanggung jawab kepada Chief Marketing Officer (CMO, bukan Chief Information Officer (CIO).”
Secara tradisional sebuah organisasi akan mengelompokan fungsi-fungsi ke dalam beberapa kategori, misalnya komunikasi, keuangan, kreatif, operasi, pemasaran, teknologi, dan sebagainya. Kenyataannya memang meskipun berawal dari akar yang sangat berbeda, semakin lama pemasaran dan teknologi semakin erat hubungannya. Banyak perusahaan memiliki ahli pemasaran dan ahli teknologi yang hebat, tapi umumnya mereka orang yang berbeda. Diperlukan orang yang memiliki kemampuan untuk menjembatani keduanya.
Berikut adalah misi yang menurut Brinker menjadi tugas utama seorang Chief Marketing Technologist:
Menterjemahkan Strategi ke Dalam Teknologi
Misi pertama CMT adalah bekerjasama dengan CMO dalam menterjemahkan strategi ke dalam teknologi dan sebaliknya, menciptakan peluang-peluang yang dibawa teknologi tertentu sehingga bisa menyempurnakan strategi. Perbedaan mencolok antara dunia pemasaran dan dunia teknologi menyebabkan keberadaan penengah sangat strategis. Jangan jauh-jauh, bahkan dari sisi bahasa dan cara berkomunikasi saja orang-orang pemasaran dan orang-orang teknologi sudah sangat berbeda.
CMT haruslah orang yang memahami kedua bahasa itu dengan sangat baik sehingga bisa memahami konsep pemasaran sekaligus memiliki pengetahuan yang luas mengenai teknologi yang relevan.
Memadukan Teknologi ke Dalam Pemasaran
Memadukan pemasaran, teknologi, data, dan informasi di dalam organisasi sehingga tercipta sinergi yang harmonis di antara komponen-komponen tersebut.
Ada banyak data dan informasi mengenai marketing yang dihasilkan melalui implementasi teknologi, yang sayangnya tidak semua bisa menterkemahkannya dengan tepat seperti web analytics, otomasi pemasaran, segmentasi perilaku terhadap iklan, dan sebagainya, merupakan data yang canggih dan cenderung rumit. Data dan informasi tersebut tidak terpadu dengan sendirinya, sehingga diperlukan keahlian khusus untuk dapat menterjemahkannya dengan tepat.
Menyuntikkan Teknologi ke Dalam DNA Pemasaran
Hal yang terpenting adalah menyuntikkan teknologi ke dalam DNA pemasaran di dalam perusahaan, dalam praktek sehari-hari, pada semua orang yang terlibat, sehingga bisa berkembang menjadi budaya perusahaan. Akan sangat bermanfaat jika semua orang di dalam tim pemasaran memiliki ketertarikan terhadap teknologi sama besarnya dengan ketertarikan terhadap target-target dan strategi pemasaran itu sendiri.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


