Paradigma Google Instant
Akhir minggu lalu Google memperkenalkan Google Instant, sebuah mekanisme interaktif dalam melakukan pencarian melalui search engine. Jonathan Allen dari Search Engine Watch mengomentarinya sebagai “perubahan terbesar dalam mekanik antar muka search engine sepanjang sejarah dan salah satu proyek rekayasa Google paling signifikan setelah Caffeine. Apakah perubahan terakhir ini akan mengharuskan kita merevisi strategi SEO kita?
Googke sebenarnya sudah mengindikasikan kehadiran Google Instant sebelum mereka benar-benar meluncurkannya, dengan menampilkan Doodle – logo Google – yang unik, berupa bola-bola yang bergerak ketika kita melakukan mouse-over dan kembali pada posisi semula ketika mouse berhenti digerakkan. Google menjelaskan bahwa Doodle unik itu merepresentasikan bagaimana seharusnya sebuah search engine bekerja, cepat, nyaman, dan interaktif, persis seperti Google Instant.
Search Engine World melaporkan bahwa Google sebenarnya sudah mengembangkan fasilitas ini cukup lama. Google Instant mengkombinasikan sistem koreksi ejaan yang telah disempurnakan, hasil pencarian universal, Google Suggest, dan mekanisme yang membuat seolah-olah search engine dapat membaca apa yang ada di kepala kita saat mengetikkan kata kunci pencarian.
Untuk sementara Google Instant hanya tersedia bagi semua pemakai di Amerika Serikat dan pemakai-pemakai yang log-in di Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Spanyol, dan Inggris. Sistem beroperasi pada browser Chrome, Firefox, Safari dan IE 8 dengan mengakses halaman pencarian utama Google. Pencarian melalui toolbar masih menggunakan mekanisme lama. Sayangnya untuk sementara meskipun pengguna telah memenuhi persyaratan tersebut, belum tentu bisa langsung menikmati Google Instant. “Google Instant not working” menjadi frasa yang cukup populer akhir-akhir ini.
Begitu kita mulai mengetikkan kata kunci pencarian Google mulai menampilkan hasil pencarian dengan dengan memprediksi apa yang anda cari dari karakter yang telah anda ketikan. Secara dinamis hasil pencarian yang ditampilkan akan berubah setiap kali anda mengetikkan satu huruf baru. Selain hasil pencarian, kotak tempat mengetikkan kata kunci juga berubah menjadi drop-down yang berisi deretan kata kunci populer yang sesuai dengan huruf-huruf yang telah anda ketikkan. Mekanisme ini juga bekerja dinamis, setiap kita mengetikan satu huruf baru, isi daftarnya juga langsung menyesuaikan.
Fasilitas lain tetap tersedia dan bekerja seperti semula termasuk Google Squared dan Universal Search, demikian juga dengan daftar saran pencarian pada Something Different. Di bagian bawah link-link menuju pencarian yang relevan dengan keyword yang kita masukkan juga tetap tersedia.
Blog resmi Google menjelaskan tujuan mereka menyediakan fasilitas ini adalah untuk memberikan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat. “Pengujian kami menunjukan bahwa Google Instant menghemat waktu pemakai rata-rata sekitar 2 sampai 5 detik setiap pencarian”. Jika hanya berfikir satu kali pencarian mungkin angka tersebut terasa kecil, tapi bayangkan jika anda menjumlahkan berapa kali anda melakukan pencarian dalam sehari, seminggu, sebulan.
Dasar pemikiran dari pengembangan sistem ini nampak sepele atau malah agak aneh. “Kami menyimpulkan bahwa orang mengetik jauh lebih lambat daripada membaca. Kita rata-rata perlu 300 milidetik untuk setiap huruf yang kita ketikkan, sementara untuk melirik bagian halaman yang lain kita hanya perlu 30 milidetik, hanya sepersepuluhnya. Artinya kita bisa menyapu hasil pencarian yang ditampilkan tanpa berhenti mengetikan kata kunci”.
Lalu apa konsekuensinya bagi kita sebagai praktisi SEO? Secara praktis ini sangat tergantung dari bagaimana nantinya orang melakukan pencarian dengan mekanisme baru ini. Topik ini menjadi perhatian cukup serius dalam forum-forum SEO. Matt Cutts cenderung mengatakan bahwa akan datang waktunya mekanisme baru ini mempengaruhi SEO. Matt tidak melihat bahwa mekanisme baru ini akan mengubah hasil pencarian atau mempengaruhi ranking. Tapi cara orang melakukan pencarian mungkin akan berubah.
Hal lain yang akan terpengaruh oleh mekanisme baru ini adalah perhitungan tampilan iklan yang dalam terminologi Google kita kenal sebagai AdWords impression. Blog resmi Google AdWords menjelaskan bahwa Google berharap bahwa mekanisme baru ini akan meningkatkan loyalitas pengguna, termasuk mereka yang mengkonsumsi iklan. “Iklan tetap muncul dengan tampilan yang sama, tapi melalui mekanisme predicted search”. Konsekuensinya iklan yang ditargetkan untuk keyword “hotels” misalnya, mungkin sudah akan muncul saat orang baru mengetik “hot”. Artinya Google harus mengatur ulang mekanisme pencatatan impression. “Dengan Google Instant, impression baru dihitung jika pemakai melakukan sesuatu terhadap hasil pencarian yang ditampilkan seperti mengklik link yang ditampilkan atau berhenti mengetikkan kata kunci”. Secara keseluruhan ini bisa menaikkan atau menurunkan tagihan dari biaya iklan yang dibebankan pada pemasang iklan.
Meskipun Google sangat bersemangat dengan perubahan terbaru ini, mereka nampak realistis dalam memperkirakan efeknya terhadap perilaku pemakai. Sementara praktisi SEO masih banyak berbeda pendapat, secara umum diyakini bahwa mekanisme baru ini akan mendorong pencarian lebih jauh ke arah long tail.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


