CTO Baidu Mengundurkan Diri
Baidu Inc. mengumumkan bahwa Chief Technology Officer perusahaan tersebut baru saja mengundurkan diri. Pengumuman tersebut mengindikasikan masalah yang dihadapinya justru pada saat kompetitor utamanya Google Inc. menyatakan mempertimbankan untuk menarik diri dari pasar China. Tetapi nampaknya masalah dalam tubuh Baidu tidak ada hubungannya dengan pernyataan Google, tapi berkaitan dengan peluncuran fasilitas periklanan baru.
Dalam pernyataannya pada hari Senin (18 Januari 2010) Baidu mengemukakan masalah pribadi sebagai alasan pengunduran diri Yinan Li. Berita itu muncul hanya 10 hari berselang dari pengunduran diri Chief Operating Officer, Peng Ye, yang oleh perusahaan diumumkan jugan dengan alasan pribadi.
Baidu sendiri tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pengunduran diri tersebut dan belum mengumumkan penggantinya. Mekipun demikian pada saat mengumumkan pengunduran diri Ye tanggal 8 Januari lalu, perusahaan tersebut juga mengumumkan promosi Haoyu Shen dari posisi vice president of business operations menjadi senior vice president dan Zhang Wang dari senior director of business products menjadi vice president.
Beberapa pengamat pasar mengemukakan spekulasi yang menghubungkan pengunduran diri tersebut dengan transisi pada sistem periklanan baru Phoenix Next yang mengalami kendala. “Ada indikasi transisi ke sistem Phoenix Nest tidak berjalan baik sesuai perkiraan semula”, kata analis Nomura Securities, Jin Yoon. Selanjutnya dia memperkirakan masalah tersebut tidak ada hubungannya dengan masalah yang dialami kompetitor utamanya, Google, yang mengumumkan rencananya keluar dari China. “Bagi Baidu itu justru sebuah kejutan yang menyenangkan”, kata Yoon.
Phoenix Nest dimulai akhir April sebagai antisipasi terhadap kritik yang menyatakan Baidu tidak memberikan batas yang jelas antara iklan dan hasil pencarian organik. Baidu menyatakan bahwa sistem tersebut juga memberikan fasilitas bagi pemasang iklan untuk dapat mengelola pengeluaran iklannya dengan lebih baik dan meningkatkan potensi pendapatan.
Sementara itu dalam sebuah conference call dengan para analis bulan Oktober lalu, Haoyu Shen menyatakan bahwa pengguna yang terbiasa dengan sistem lama mungkin belum dapat menyesuaikan diri dengan sistem baru ketikan sistem tersebut dioperasikan secara penuh menggantikan sistem lama. “Transisi itu akan memangkas pertumbuhan pendapatan pada kwartal keempat sebesar 10 persen dibandingkan kwartal sebelumnya”, prediksi Shen.
Yinan Li sendiri telah bekerja bersama Baidu sejak bulan Oktober 2008. Sebelum bergabung dengan Baidu, Li bekerja sebagai chief telecommunications scientist and vice president pada industri pembuat perangkat telekomunikasi Huawei Technologies Co., yang bermarkas di Shenzhen, China.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.


