Landing Page v.s. Konversi
Landing page adalah halaman yang diakses pertama kali ketika pengunjung mengakses website anda. Landing page tidak selalu harus homepage. SEO yang efektif memungkinkan pengunjung dapat datang ke halaman mana saja yang relevan dengan hasil pencariannya. Kita juga bisa sengaja menghubungkan halaman lain selain homepage dengan PPC atau banner exchange misalnya. Karena itu landing pages bisa banyak, idealnya semua halaman website adalah landing page, meskipun normalnya homepage memang merupakan landing page utama.
Istilah konversi dalam hal ini ditujukan pada transisi dari pengunjung website menjadi pembeli. Semakin tinggi prosentase pengunjung website yang melakukan pembelian – atau apapun yang anda ingin dilakukan pengunjung seperti mendaftar, mengunduh, dan sebagainya – semakin tebal dompet anda. Sia-sia kita membangun website dan mendatangkan pengunjung ke website kita jika mereka tidak membeli. Karena itu setelah memiliki website dan mendatangkan traffic dengan berbagai cara, SEO, PPC, affiliate marketing, email marketing, dan sebagainya, konversi merupakan tantangan selanjutnya.
Para pemula biasanya menghadapi masalah dengan tidak adanya pengunjung ke website yang sudah susah payah mereka bangun. Jawaban populer untuk masalah ini diantaranya SEO dan PPC, yang jika sukses dilaksanakan akan mendatangkan aliran pengunjung ke website mereka. Umumnya keluhan kedua kemudian muncul, setelah susah payah SEO atau membuang duit untuk PPC, pengunjung yang berbonding-bondong masuk ternyata tidak membeli … tidak ada konversi.
Kondisi ekonomi global, margin keuntungan yang rendah, dan rendahnya daya beli masyarakat dunia bukanlah alasan sesungguhnya mengapa pengunjung tidak membeli. Lagian kalau mereka tidak sanggup membeli, mereka tidak akan berkunjung ke website kita untuk mencari produk yang kita tawarkan. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi konversi adalah landing page. Sering kita kebingungan memilih apa yang ingin kita tampilkan dan menjadikan landing page, terutama homepage sebagai landing page utama, seperti tempat sampah. Pengunjung website umumnya tidak berlama-lama di homepage, dan jika dalam kunjungan singkatnya itu dia dijejali dengan sejumlah focus of interest yang berbeda-beda, pop up, animasi, tulisan berkedip, dan sebagainya, dia akan memilih keluar lagi alih-alih mencurahkan perhatiannya untuk memperhatikan satu-persatu dengan lebih seksama.
Pengunjung yang mengakses landing page kemudian keluar lagi tanpa mengakses halaman-halaman lainnya disebut bounce. Perbandingan antara jumlah pengunjung yang bounced terhadap keselurugan jumlah pengunjung sering disebut bouce rate. Apakah mereka yang tidak bouced, artinya kemudian mengakses halaman lain kemudian akan membeli? Belum tentu, tapi kemungkinannya masih ada, sementara yang bounced sudah jelas-jelas tidak membeli.
Berikut beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk menjadikan landing page anda mesin koversi yang efektif. Tapi sebelumnya anda perlu ingat, produk yang anda tawarkan juga harus kompetitif. Sama halnya dengan media pemasaran tradisional, kualitas, harga, layanan purna jual, dan sebagainya tetap akan menjadi faktor akhir penentu keputusan membeli.
1. Call to action
Buatlah agar mengunjung dengan mudah mengetahui apa yang anda ingin mereka lakukan dan mengetahui bagaimana cara melakukannya. Jika anda mejual banyak jenis produk dan karena itu memandang perlu adanya fasilitas pencarian, membuat beberapa produk “special offer” dengan call to action “BUY NOW” bukanlah ide yang buruk. Jika pada halaman landing page anda belum ada elemen ini, tambahkanlah, dan anda akan melihat perubahan yang cukup signifikan.
2. Konten harus mudah difahami
Konten yang lengkap mungkin memang diperlukan, tapi anda juga harus membuatnya mudah difahami dengan cepat. Pecah-pecahlah informasi menjadi bagian-bagian yang mudah difahami. Jika penjelasan detail yang panjang diperlukan, buatlah ringkasan terlebih dahulu, sehingga pengunjung tidak harus membaca berhalaman-halaman hanya untuk menyimpulkan bahwa produk tersebut tidak cocok untuk kebutuhannya.
3. Batasi pilihan
Mungkin anda befikir memberikan banyak pilihan akan membuat pengunjung anda lebih tertarik, tapi anda harus berhati-hati dengan arah ketertarikan mereka, membeli atau melirik pilihan lain. Giringlah pengunjung hanya pada satu pilihan, membeli. Mungkin anda akan membantah saya dengan mengatakan “Tapi bagaimana jika pengunjung ingin melihat banyak pilihan sehingga bisa mebyat perbandingan”. Tidak, mereka tidak menginginkan perbandingan. Mereka ingin membeli, jangan halangi keinginan mereka dengan membuat pikirannya terbagi-bagi.
4. Sederhanakan tampilan
Jangan buang-buang waktu, tenaga, dan uang anda untuk membuat landing page yang super keren dengan bergagai elemen animasi, flash dengan tulisan berseliweran kesana kemari, dan sebagainya, yang ujung-ujungnya hanya akan mengganggu perhatian pengunjung. Buat halaman sesederhana mungkin sehingga pengunjung hanya tertarik dengan satu hal, tombol “BUY NOW”.
5. Sederhanakan prosedur
Jika proses pembelian bertele-tele, pembeli mungkin akan membatalkannya, dan anda kehilangan potensi konversi pada saat-saat terakhir. Pastikan pengunjung hanya perlu memasukan data yang memang benar-benar diperlukan. Buatlah sistem yang sebanyak mungkin mengumpulkan data sendiri. Jika mereka berada pada halaman yang menampilkan detail satu produk tertentu, jangan suruh mereka untuk mengisi data produk apa yang ingin dibeli dan berapa harganya.
6. Hindari jargon
Teori mengajarkan bahwa koran ditulis untuk bisa difahami oleh anak kelas 6 SD. Begitu pulalah anda harus membuat landing page anda. Hindari kata-kata pemasaran yang berbunga-bunga dan istilah-istilah teknis yang membingungkan. To the point dengan bahasa yang sederhana.
7. Bangkitkan kepercayaan
Mulailah dengan website yang profesional, tidak ada kesalahan pengetikan, tidak ada link yang putus, tidak ada gambar yang tidak muncul, tidak ada informasi yang kadaluwarsa, dan sebagainya. Tampilkan logo yang bisa meningkatkan kredibilitas and seperti penghargaan, keanggotaan asosiasi profesional, tanda lulus akreditasi, dan sebagainya. Pastikan pengunjung merasa bahwa selain memilih produk yang tepat, mereka juga membeli dari penjual yang tepat.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



