bali seo untuk tampil beda di tengah persaingan global
0

SEO dalam Bisnis Online

online-marketingJika yang anda harapkan adalah INCOME, bukan hanya TRAFFIC, maka anda juga harus memperhatikan dan memiliki bekal yang mumpuni untuk faktor-faktor lain juga, disamping keahlian SEO yang sudah anda miliki. Kecuali anda seorang Superman yang memiliki segala keahlian yang diperlukan, membangun tim yang solid baik melalui kerja sama ataupun menggaji orang-orang dengan kemampuan tertentu mungkin diperlukan.

Para pakar SEO mungkin tidak akan setuju dengan pendapat saya. Saya bukan menganggap SEO itu tidak penting, tapi sebagai praktisi bisnis online saya sudah sangat sering mendengar ungkapan kekecewaan mereka yang sukses mendongkrak websitenya ke posisi terhormat di search engine terkemuka – praktisnya halaman pertama Google – setelah berbulan-bulan bekerja keras, tetapi ternyata tidak mendapatkan income yang dia harapkan.

Yang harus kita sadari disini adalah online atau offline, siklus bisnis tetap sama. SEO hanya salah satu cara untuk mendatangkan calon pembeli. Cara lain banyak, ada iklan di media publik, reklame, dari mulut ke mulut, multi level marketing, dll. Untuk kebanyakan kasus dimana kita menggunakan website sebagai pengganti atau pelengkap toko fisik, SEO memang paling efektif dan efisien. Tapi posisinya tetap hanya sampai disitu, mendatangkan calon pembeli, dalam terminologi online marketing kita kenal dengan traffic.

Jika kita mengukur sukses SEO dengan income, ya salah kita sendiri. Ukuran sukses SEO itu traffic, berapa banyak orang berkunjung ke website kita. Sampai menjadi transaksi dan mendatangkan uang riwayatnya masih panjang. Masih ada beberapa langkah lagi yang dilalui pengunjung yang datang melalui website kita sampai dia membeli, mendatangkan income. Sepanjang proses itu ada banyak celah yang bisa membuat pengunjung batal membeli.

Meskipun demikian, meskipun bukan yang utama, tapi SEO memang yang pertama, titik pertama dimana kita menggiring – atau lebih tepatnya menarik – calon pembeli. Seperti saya sebut sebelumnya, untuk kebanyakan kasus bisnis online, SEO merupakan metode pemasarn yang paling efektif dan efisian. Kita bisa punya website cantik, intuitif, cepat, produk inovatif, berkualitas, murah, salesperson handal, dll. tapi tanpa pengunjung datang mengakses website kita, sia-sia semua. Jika 100 pengunjung masuk, kita bisa berharap ada lah satu dua yang membeli. Tapi jika kita meningkatkan faktor-faktor setelah pengunjung masuk, konversi bisa meningkat, dari 1/100 atau 2/100 menjadi 20/100 misalnya.

Beberapa yang perlu kita perhatikan diantaranya:

1. Visual Design

Website harus menarik untuk dilihat. Bagi SEO website cantik memang tidak ada artinya, tapi jika kita mengharapkan pengunjung yang didatangkan melalui SEO itu membeli produk yang kita tawarkan, website cantik itu penting. Kalau begitu masuk ke website pengunjung melihat website kita tidak enak dipandang, tidak nampak profesional, dia akan bali lagi ke SERP (search engine result page, daftar hasil pencarian search engine) dan mengunjungi website lain.

2. Konstruksi Website

Konstruksi website mencakup navigasi dan fungsi-fungsi yang ada pada website kita. Intuitif merupakan kunci sukses disini. Orang harus bisa menjelajahi website kita untuk menemukan yang dia cari dengan mudah. Survey mengatakan bahwa rata-rata pengunjung hanya mau berfikir selama 20 detik, jika dia tidak menemukan cara untuk menemukan apa yang dia cari dalam 20 detik, dia akan pergi mencari website lain. Jangan sampai elemen artistik dan fungsi-fungsi canggih justru membuat pengunjung bingung.

Ikutilah pakem, jangan nyeleneh. Pola umum yang dipakai oleh kebanyakan website terkemuka akan menjadi patron yang menempel di benak oengunjung website. Membuat sesuatu yang berbeda bisa jadi bumerang, niatnya unik tapi justru membuat orang bingung, website jadi tidak intuitif lagi karena tidak cocok dengan pola yang sudah terlanjur menempel di pikiran pengunjung.

3. Faktor Teknis

Berjualan melalui website memang murah, terutama jika kita bandingkan dengan membeli atau menyewa toko. Kalau sudah murah, jangan terlalu serakah pengen lebih murah lagi. Sewalah hosting yang berkualitas. Kalau target anda pasar luar, ada baiknya menyewa hosting di luar negri, sehingga para pengunjung anda bisa mengakses dengan lebih cepat. Hosting memang merupakan titik paling kritis untuk saat ini. Dari sisi software seharusnya sudah tidak menjadi masalah lagi karena sistem e-commerce yang canggihpun bisa kita dapat dengan gratis.

4. Display Produk

Jika 1 sampai 3 tadi memudahkan pengunjung menemukan apa yang mereka cari, sekarang kita bicara bagaimana membuat mereka tertarik untuk membeli produk tersebut. Kalau mau serius, website juga memerlukan keahlian desain komunikasi. Kata orang, gambar bicara lebih dari 1000 kata. Jadi sertakanlah foto-foto yang berkualitas, video jika relevan. Makin banyak dan makin besar gambar tentu lebih baik bagi calon pembeli, karena mereka bisa melihat produk dengan lebih detail.

Tapi kita juga perlu memperhatikan faktor teknis, makin besar dan makin banyak gambar akan semaking “berat” untuk dibuka. Sebagian bisa terkompensasi dengan menggunakan server yang mumpuni, tapi kita juga tetap harus memperhatikan faktor ini dalam merancang display produk kita, misalnya dengan memberikan thumbnail sehingga pengunjung bisa memutuskan apakan dia mau melihat dengan lebih jelas dengan membuka gambar yang lebih besar.

5. Faktor Bahasa

Seberapapun kita berusaha membuat website kita intuitif, hadang-kadang penjelasan diperlukan. Jika orang benar-benar berminat dengan produk tertentu, tentunya dia akan bersedia meluangkan waktu untuk membaca sedikit deskripsi dan spesifikasi. Bagaimana membuat orang memahami sesuatu tanpa harus membaca terlalu banyak.

Tidak semua orang memiliki kemampuan menulis dengan efektif, jangankan dengan bahasa Inggris jika anda ingin meraih pasar global, bahasa Indonesia pun tidak semua orang mampu. Tidak jarang kita membaca tulisan yang panjang tapi tidak juga memahami apa yang dimaksud.

6. Produk dan Harga

Online atau offline, orang membayar dengan duit beneran dan berharap mendapat produk beneran. Harga yang kompetitif, produk yang berkualitas, jaminan kualitas dan purna jual, tetap menjadi faktor yang sangat menentukan. Jika ajda menjual produk sendiri makan anda harus membuat produk yang inovatif, berkualitas, dengan harga yang wajar. Jika anda menjual produk orang lain, anda harus memahami seluk beluk produk yang anda jual.

Justru karena online orang lebih mudah membandingkan produk, kualitas, harga, spesifikasi, dan atribut-atribut lainnya.

Kembali ke display, jika kita tidak memberikan penjelasan dan spesifikasi memadai, orang akan kesulitan membandingkan yang menyebabkan munculnya keraguan, ujung-ujungnya orang membeli dari website lain yang memberikan produk dan spesifikasi lebih jelas dan lengkap.

7. Sales

Untuk beberapa produk, menutup transaksi langsung secara online mungkin tidak bisa dilakukan. Buku atau CD misalnya, umumnya transaksi langsung ditutup secara online. Real estate, mobil, barang mewah, furniture, dll. umumnya memerlukan komunikasi tambahan baik berupa penjelasan lanjutan atau negosiasi harga misalnya. Dalam hal ini diperlukan interaksi lanjutan terlebih dahulu antara calon pembeli dengan salesperson sebelum akhirnya dia memutuskan membeli.

Keahlian salesperson meyakinkan pengunjung untuk membeli produk dari kita dengan harga yang kita harapkan merupakan kombinasi antara bakat alam dan polesan akademis.

8. Tingkat Kepercayaan

Jika orang berkunjung ke sebuah toko, dia bisa melihat, memeriksa, mencoba barang yang akan dibeli sebelum membuka dompet, membayar, dan membawa barang yang dibelinya pulang. Dalam online marketing mereka tidak dapat melakukannya, sehingga untuk memutuskan membeli – disadari atau tidak – mereka menggunakan cara-cara lain.

Kita bisa menulis apa saja dalam website kita semuaunya, dan mungkin orang tidak akan bisa melalukan sesuatu untuk mengkonfirmasi kebenarannya. Banyak website bahkan menampilkan testomonial palsu, sehingga testimonial menjadi tidak efektif lagi.

Akhir-akhir ini orang menggunakan media lain, misalnya review terhadap produk, merk, dan website kita melalui media-media terbuka, baik yang umum maupun yang topikal berdsarkan produk-produk tertentu. Beberapa contoh misalnya epinion.com untuk yang mencakup apapun, tripadvisor.com untuk produk wisata, cnet.com untuk produk IT, dll.

Forum, blog, dan media sosial juga bisa menjadi media untuk membangun tingkat kepercayaan orang terhadap produk, merk, dan toko kiita. Caranya bukan dengan menawarkan langsung tapi menjadi sumber informasi yang terpercaya, serta merespon dengan tepat keluhan dan pandangan negatif lainnya.

Related posts:

  1. Facebook untuk Bisnis Online Sama seperti media komunikasi lain seperti telepon dan telepon genggam,...
  2. Online Marketing Secara sederhana online marketing dapat diartikan sebagai segala macam upaya...
  3. Blog Bisnis – Bukan Sekedar Trend Mungkin anda pernah mendengar saran seperti ini “Sekarang ini blog...
  4. Online Marketing Banyak orang menyamakan Online Marketing dengan SEO. Anggapan tersebut salah...

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

About the Author

Saya bukan ahli apalagi guru SEO. Saya hanya praktisi biasa yang menggantungkan hidup dari pembeli yang datang ke website-website saya melalui search engine. Saya membuat blog ini bukan untuk membagi ilmu, hanya membagi pengalaman sehari-hari, atau pelajaran yang saya dapatkan dari sana sini dan saya anggap mungkin bermanfaat bagi orang lain juga.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.