0

Sex Indonesia

Saya sengaja memilih judul yang kontroversial. Tapi sebetulnya ini tulisan asal-asalan. Nggak diniatin, nggak dipikir panjang-panjang. Kebetulan saya sedang mencari-cari inspirasi untuk expose pariwisata Indonesia. Saya sangat hafal tentang Bali, tapi Indonesia nggak seberapa. Makanya saya mulai dengan masuk ke keyword tool Google untuk mencari keyword apa yang paling banyak dicari, sehubungan dengan industri pariwisata di Indonesia.

sex_symbolTapi tiba-tiba saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Kata lagu, awalnya biasa saja. Ya biasa saja, sudah rahasia umum, di search engine manapun, search untuk hal-hal berbau erotisme adalah yang paling tinggi. Tapi Indonesia gitu loh, negara yang menjunjung tinggi norma agama dan susila. Tempat dimana warung nasi buka siang hari di bulan puasa bisa diobrak abrik massa. Pencarian untuk keyword yang berhubungan dengan erotisme ternyata hasilnya sangat dahsyat dibandingkan dengan pariwisata. Search untuk Indonesia sex jauh lebih tinggi dibandingkan misalnya Indonesia tour.

Teman saya langsung nyeletuk “Ya tapi kan itu jelas Oom, judulnya saja sudah Global Monthly Search Volume, artinya kan yang nyari orang luar tuh banyakan”. Hmh, jadi pandangan orang luar terhadap orang Indonesia kalo begitu ya. Mereka lebih banyak menghubungkan Indonesia dengan sex daripada pariwisata. Benarkah? Ternyata tidak saudara-saudara. Ini yang memalukan nih. Coba lihat tabel di bawah.

sex-indonesia

Ternyata keyword Indonesia bugil mengungguli Indonesia sex. Sedikit di bawah Indonesia sex ada Indonesia telanjang. Siapa yang ngerti kata bugil atau telanjang? Kalau kita sebagai orang Indonesia masih mau ngeles, tentu satu-satunya kambing hitam tinggal tetangga kita yang sekarang makin banyak tingkah itu.

Jadi bagaimana kesimpulannya? Ternyata mentalitas bangsa kita memang baru sampai disitu. Menyedihkan. Saya bangga karena makin banyak orang Indonesia melek internet. Tapi ternyata pemanfaatannya kesitu ya. Saya selalu sependapat, menentang kantor-kantor yang melarang penggunaan internet oleh karyawannya, karena saya selalu berfikir bahwa internet adalah sumber ilmu pengetahuan. Tapi kalo begini modelnya, apa sebaiknya saya juga ikutan melarang staf-staf saya untuk browsing ya.

Karena penasaran, saya coba bandingkan dengan Thailand, negara yang selama ini dianggap sebagai surga para petualang birahi. Global monthly search volume untuk Indonesia sex 368,000 sedangkan untuk Thailand sex hanya 135,000. Alamaaaaaak telak. Ternyata Indonesia unggul hampir tiga kali lipat lawan Thailand. Sayangnya keunggulannya koq ya dalam soal kemaksiatan.

Di tabel yang sama, saya coba membandingkan dengan Bali. Lupakan soal agama, saya yakin semua agama mengajarkan norma-norma yang sama. Sebagai icon pariwisata yang banyak dikunjungi turis bule, Bali sering dianalogikan dengan kebebesan. Tapi lihatlah kolom terakhir. Kolom itu merupakan prosentase global monthly search volume antara keyword yang sama, Indonesia v.s. Bali. Ternyata Bali jauh kalah dibanding Indonesia untuk keyword-keyword erotis, sebaliknya jauh menang untuk keyword-keyword pariwisata.

Sekali lagi saya tidak bermaksud memancing kontroversi. Hanya menunjukkan fenomena yang menggelitik fikiran saya. Selanjutnya terserah anda. Pesan moral? Ngak ada lah … soal moral urusan masing-masing saja lah. Pesan teknisnya ada. Ternyata search engine bisa juga dipakai untuk memotret perilaku manusia.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

About the Author

Saya bukan ahli apalagi guru SEO. Saya hanya praktisi biasa yang menggantungkan hidup dari pembeli yang datang ke website-website saya melalui search engine. Saya membuat blog ini bukan untuk membagi ilmu, hanya membagi pengalaman sehari-hari, atau pelajaran yang saya dapatkan dari sana sini dan saya anggap mungkin bermanfaat bagi orang lain juga.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.